Sangkuriang Agrihorti, Inovasi Baru Varietas Kentang

Sangkuriang Agrihorti, Inovasi Baru Varietas Kentang

Varietas Kentang Sangkuriang Agrihorti © litbang.pertanian.go.id

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Bumi Pertiwi yang subur ini tak cuma ditumbuhi dengan sumber makanan utama, yakni padi, tetapi ada juga buah-buahan, sayur-mayur, dan umbi-umbian.

Dengan melimpahnya berbagai tanaman untuk sumber makanan, mendorong masyarakat hingga pemerintah untuk selalu melakukan inovasi agar muncul varietas baru yang lebih unggul.

Salah satu varietas yang menjadi bahan inovasi ialah kentang. Tanaman dengan nama latin Solanum Tuberosum L. ini memiliki berbagai macam varietas dengan karakteristik yang berbeda-beda. Hal tersebut tentunya akan menyebabkan bentuk, ukuran, warna, dan hasil yang berbeda.

Tanaman kentang berasal dari dataran tinggi Andes di Amerika Selatan dan telah dibudidayakan oleh penduduk di sana sejak ribuan tahun silam.

Tanaman ini merupakan herba atau tanaman pendek tidak berkayu semusim dan menyukai iklim yang sejuk. Kentang sangat cocok untuk ditanam di daerah tropis dengan dataran yang tinggi.

Kentang sebagai tanaman pangan penting ketiga di dunia | Foto: markaindo.co.id

Berdasarkan sejarah yang ada di Indonesia, tumbuhan ini mulai ada semenjak tahun 1794 dimulai dengan penanaman di sekitar Cimahi. Kentang tumbuh di pegunungan dengan ketinggian antara 1.000 mdpl hingga 2.000 mdpl, pada tanah humus.

Kentang memiliki ciri tanaman umbi-umbian yang tergolong berumur pendek. Tumbuhnya bersifat menyemak dan menjalar, serta memiliki batang berbentuk segi empat dengan batang dan daun yang berwarna hijau kemerahan atau berwarna ungu.

Kentang yang pada dasarnya merupakan salah satu bahan makanan penting karena mengandung karbohidrat ini adalah tanaman pangan terpenting ketiga di dunia setelah beras di urutan pertama dan gandum di urutan kedua.

Maka dari itu, banyak negara yang terus memproduksi kentang agar dapat memenuhi kebutuhan permintaan pasar.

Di Indonesia, produksi kentang masih fluktuatif. Hal tersebut terjadi karena penggunaan bibit belum berkualitas, sehingga hasil yang didapatkan tidaklah maksimal.

Selain itu, harga bibit yang berkualitas juga masih dirasa cukup mahal dan memberatkan petani. Padahal kenyataannya, permintaan kentang di setiap tahunnya selalu mengalami kenaikan. Namun, produksi dalam negeri masih kurang untuk memenuhi seluruh permintaan tersebut.

Pada awal 2020, Kementerian Pertanian memperkenalkan sebuah varietas unggul baru tanaman kentang yang merupakan inovasi dari Badan Peneliti dan Pengembangan Pertanian (Balitbang).

Inovasi kentang tersebut ialah Sangkuriang Agrihorti, varietas baru yang digadang-gadang tahan terhadap penyakit busuk daun.

Untuk itu muncullah varietas unggulan baru yang lebih ramah. Varietas Sangkuriang Agrihorti ini merupakan hasil persilangan dari kentang varietas Atlantik dengan Katahdin, sehingga rasanya masih sama dengan kentang jenis Atlantik.

Sangkuriang Agrihorti memiliki ciri utama yaitu memiliki permukaan atas daun yang mengkilap, berbentuk umbi oval panjang, kulit umbi berwarna krem, warna daging umbi kuning terang, dan memiliki rasa tidak getir.

Gambar daun dan kentang Sangkuriang Agrihorti | Foto: litbang.pertanian.go.id

Kentang jenis baru ini memiliki beberapa keunggulan, di antaranya berumur panen 100 sampai 110 hari setelah tanam, dapat beradaptasi pada dataran tinggi, hasil umbi 24,61 sampai 34,99 ton/ha, memiliki daya simpan dua hingga tiga bulan setelah panen, dan toleran terhadap penyakit daun.

Dengan keunggulan tersebut, tentunya dapat menghasilkan keuntungan yang relatif tinggi sesuai dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan petani.

Dilansir dari Balitbang Pertanian, beberapa nilai faktor keunggulan tersebut maka secara keseluruhan varietas unggul baru kentang Sangkuriang Agrihorti tersebut mempunyai sifat inovasi teknologi yang sangat tinggi, sehingga berpeluang untuk diadopsi oleh petani.

Jika dilihat dari sisi keamanan pangan, varietas unggul baru kentang ini sangatlah aman untuk dikonsumsi.

Referensi: litbang.pertanian.go.id

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli100%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Pengusaha Terkaya di Afrika Borong 10.000 Mobil Desa Made-in Indonesia Sebelummnya

Pengusaha Terkaya di Afrika Borong 10.000 Mobil Desa Made-in Indonesia

Hanung Bramantyo: Reza Itu "Multi-Layer" Selanjutnya

Hanung Bramantyo: Reza Itu "Multi-Layer"

Dessy Astuti
@desstutt

Dessy Astuti

Literasi-kata.blogspot.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.