Selain Keraton Yogya, Kerajaan Ini Juga Masih Ada di Indonesia

Selain Keraton Yogya, Kerajaan Ini Juga Masih Ada di Indonesia

Kesultanan Ternate © islamtoday.id

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Kehidupan di istana bak mimpi di negeri dongeng bukan? Tapi ternyata kehidupan kerajaan tak hanya ada di mimpi. Indonesia dari sebelum zaman kolonial juga sudah mengenal dan memiliki banyak sekali kerajaan yang berdiri megah nan mewah.

Dikarenakan sejarah terus menuliskan perjalanan Indonesia menjadi sebuah bangsa kesatuan, maka satu per satu kerajaan kini hanya tinggal cerita dan ikut mendukung persatuan serta kedaulatan Indonesia.

Namun, ternyata masih ada beberapa kesultanan yang berdiri dan menjadi objek kesejahteraan rakyat, dan tetap dalam konstitusi NKRI. Seperti yang kita tahu, Keraton Yogyakarta salah satu contohnya.

Tapi ternyata selain keraton Yogyakarta ada juga nih beberapa kerajaan lainnya yang masih ada di Indonesia. Berikut namanya, yuk kita simak!

Kesultanan Cirebon

Kesultanan Cirebon | Foto: Sky-adventure.com

Kesultanan ini adalah sebuah kesultanan Islam di Jawa Barat, dan sangat penting perannya dalam perdagangan serta pelayaran antarpulau. Lokasinya di pantai utara pulau Jawa yang merupakan perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Barat, menjadikan pelabuhan yang 'menjembatani' antara kebudayaan Jawa dan Sunda.

Di kesultanan ini ada kebudayaan yang khas, yaitu kebudayaan Cirebon yang tidak didominasi kebudayaan Jawa maupun Sunda.

Kesultanan Cirebon bermula dari Ki Gedeng Tapa atau dikenal dengan nama Ki Gedeng Jumajan Jati. Dia adalah seorang Mangkubumi dari Kerajaan Sing Apura, kerajaan yang ditugasi mengatur pelabuhan Muarajati, Cirebon setelah tidak ada penerus tahta di kerajaan tetangganya, yaitu Surantaka setelah anak perempuan penguasanya menikah dengan Jayadewata atau Prabu Silih Wangi.

Pertumbuhan dan perkembangan yang pesat Kesultanan Cirebon dimulai ketika dipimpin Sunan Gunung Jati. Ia kemudian diyakini sebagai pendiri dinasti raja-raja Kesultanan Cirebon dan Kesultanan Banten, serta penyebar agama Islam di Jawa Barat seperti Majalengka, Kuningan, Kawali (Galuh), Sunda Kelapa, dan Banten.

Kasunanan Surakarta

Kasunanan Surakarta | Foto: Cakrawala.co

Kasunanan Surakarta Hadiningrat adalah kerajaan di Jawa Tengah yang berdiri pada 1755, sebagai hasil perjanjian Giyanti 13 Februari 1755. Perjanjian ini menyepakati Kesultanan Mataram dibagi dua wilayah kekuasaan, yaitu Surakarta dan Yogyakarta.

Kasunanan Surakarta umumnya tidak dianggap sebagai pengganti Kesultanan Mataram, melainkan sebuah kerajaan tersendiri, walaupun rajanya masih keturunan raja Mataram. Kasunanan Surakarta juga masih memiliki ikatan dan garis keturunan kuat dalam takhtanya hingga kini.

Kesultanan Ternate

Kesultanan Ternate | Foto: nusantaratimur.com

Kesultanan Ternate atau juga dikenal dengan Kerajaan Gapi adalah satu dari empat kerajaan Islam di Kepulauan Maluku, yang merupakan di antara kerajaan Islam tertua di Nusantara.

Kesultanan Ternate didirikan oleh Baab Mashur Malamo pada 1257. Kesultanan ini memiliki peran penting di kawasan timur Nusantara antara abad ke-13 hingga ke-17.

Kesultanan Ternate mengalami kegemilangan pada paruh abad ke-16, berkat perdagangan rempah-rempah dan kekuatan militernya.

Pada masa jaya kekuasaannya membentang mencakup wilayah Maluku, Sulawesi bagian utara, timur dan tengah, serta bagian selatan kepulauan Filipina hingga sejauh Kepulauan Marshall di Pasifik.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga58%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang8%
Pilih Tak PeduliTak Peduli17%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau17%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Upaya-upaya untuk Melestarikan Hiu Paus Berjalan di Indonesia Sebelummnya

Upaya-upaya untuk Melestarikan Hiu Paus Berjalan di Indonesia

Siap Hadapi Kenormalan Baru, PT Pos Kembangkan Aplikasi Daring Selanjutnya

Siap Hadapi Kenormalan Baru, PT Pos Kembangkan Aplikasi Daring

Raka Nugraha
@rakanugraha

Raka Nugraha

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.