Dua Tahun Lagi, Bali akan Punya LRT

Dua Tahun Lagi, Bali akan Punya LRT

Ilustrasi © Unsplash.com

Indonesia memastikan Bali akan memiliki moda transportasi kereta cepat ringan (Light Rapid Transit/LRT) dalam 1,5 hingga 2 tahun ke depan. Pembangunan proyek akan melibatkan investor asal Korea Selatan Korea Rail Network Authority (KRNA) dan organisasi Korea Overseas Infrastructure & Urban Development Corporation (KIND). MOU sudah ditandatangani keduanya dengan PT Nindya Karya (Persero), perusahaan BUMN konstruksi yang menjalankan usaha dibidang Jasa Konstruksi, Engineering Procurement Construction (EPC) dan Investasi.

Proyek yang menelan US$400 juta atau hampir Rp5 triliun tersebut akan dikerjakan seruas dengan jalan dari Kuta menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai sepanjang 4,75 kilometer (Km). Selain ketiga instansi, proyek ini juga merupakan hasil kerja sama dengan PT Angkasa Pura I (AP I).

Kepala Dinas Perhubungan Bali IGW Samsi Gunarta mengatakan, rencana tersebut kini sudah dalam tahap studi kelayakan. Rencananya, proyek ini akan groundbreaking atau peletakan batu pertama pada pertengahan tahun 2020. Untuk tahap pertama yang akan dikerjakan adalah rute Bandara I Gusti Ngurah Rai hingga ke Jineng, Badung. Total panjangnya yakni sekitar 5 kilometer.

Samsi menambahkan, ada dua alternatif jalur dalam proyek ini, yakni di bawah tanah dan di atas. Untuk daerah-daerah yang pembebasan lahannya sulit kemungkinan akan dibangun di bawah tanah.

Dalam jangka panjang, proyek LRT ini rencananya akan menyambung hingga Singapadu dan Ubud, Gianyar atau sejauh 30 kilometer. Rencana dibanguannya LRT ini adalah untuk mengurai kemacetan di sekitar Bandara I Gusti Ngurah Rai. Selain untuk mengakomodir pergerakan penumpang, LRT dibangun agar Bali memiliki moda transportasi yang handal dan tingkat kemanan yang baik.

Korea Selatan tak hanya hadir sebagai investor dalam pembangunan proyek tersebut melainkan ikut serta sebagai kontraktor proyek tersebut. Teknologi moda transportasi ini pun rencananya bakal didatangkan langsung dari Negeri Gingseng tersebut.

Sumber : CNN INdonesia | Kompas | Detik Finance

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Kok Ada yang Percaya, Kerajaan-Kerajaan Baru itu Bisa Menghentikan Nuklir Sebelummnya

Kok Ada yang Percaya, Kerajaan-Kerajaan Baru itu Bisa Menghentikan Nuklir

Biar Anak Anda Sukses di Sekolah & di Kehidupan, Ini 3 Tipsnya Selanjutnya

Biar Anak Anda Sukses di Sekolah & di Kehidupan, Ini 3 Tipsnya

Akhyari Hananto
@akhyari

Akhyari Hananto

http://www.goodnewsfromindonesia.org

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to understand it. My banking career continued in Yogyakarta when I joined in a program funded by the Asian Development Bank (ADB),as the coordinator for a program aimed to help improve the quality of learning and teaching process in private universities in Yogyakarta. When the earthquake stroke Yogyakarta, I chose to join an international NGO working in the area of ?disaster response and management, which allows me to help rebuild the city, as well as other disaster-stricken area in Indonesia. I went on to become the coordinator for emergency response in the Asia Pacific region. Then I was assigned for 1 year in Cambodia, as a country coordinator mostly to deliver developmental programs (water and sanitation, education, livelihood). In 2009, he continued his career as a protocol and HR officer at the U.S. Consulate General in Surabaya, and two years later I joined the Political and Economic Section until now, where i have to deal with extensive range of people and government officials, as well as private and government institution troughout eastern Indonesia. I am the founder and Editor-in-Chief in Good News From Indonesia (GNFI), a growing and influential social media movement, and was selected as one of The Most Influential Netizen 2011 by The Marketeers magazine. I also wrote a book on "Fundamentals of Disaster Management in 2007"?, "Good News From Indonesia : Beragam Prestasi Anak Bangsa di dunia"? which was luanched in August 2013, and "Indonesia Bersyukur"? which is launched in Sept 2013. In 2014, 3 books were released in which i was one of the writer; "Indonesia Pelangi Dunia"?, "Indonesia The Untold Stories"? and "Growing! Meretas Jalan Kejayaan" I give lectures to students in lectures nationwide, sharing on full range of issues, from economy, to diplomacy

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.