Tokopedia Siap-siap Melantai di Bursa Efek Indonesia dan AS

Tokopedia Siap-siap Melantai di Bursa Efek Indonesia dan AS
info gambar utama

Salah satu unicorn di Indonesia, Tokopedia berencana melakukan penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO). Skema yang akan digunakan adalah dual-listing, atau pencatatan di dua bursa efek yakni di Indonesia dan Amerika Serikat (AS).

“Pasar Indonesia pastinya jadi utama. Kemungkinan besar kami akan jalan dengan dual-listing, most likely ya (AS),” kata External Communications Lead Tokopedia Ekhel Chandra Wijaya di kantornya pada Jawa Pos, Kamis (30/1).

Menurutnya, rencana untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah disiapkan dengan baik. Namun, meski begitu, dia masih enggan menyebutkan kepastian waktu saham Tokopedia ditawarkan ke publik.

Senior Vice President of Engineering Tokopedia Herman Widjaja di Tokopedia Tower, Jakarta, Kamis (31/1). Foto: Zaking/JawaPos.com
info gambar

Ekhel menuturkan, persiapan IPO memang dilakukan sejak penunjukan Agus Martowardojo menjadi Presiden Komisaris. Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) itu diharapkan mampu mendongkrak tata kelola perusahaan e-commerce bermaskot burung hantu itu.

“Untuk waktunya belum bisa kami sampaikan tepatnya. Bukan tahun ini ya, (tapi) diharapkan secepatnya,” tuturnya.

Ekhel menambahkan, saat ini Tokopedia masih melakukan pembicaraan dengan beberapa perusahaan seperti Alibaba, Temasek, dan SoftBank. “Kami juga mau biar pengguna dan partner punya kesempatan untuk turut memiliki Tokopedia,” pungkasnya.

Dalam rilis CNBC Indonesia, Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong perusahaan rintisan berstatus unicorn (valuasi di atas US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun) dan decacorn (valuasi di atas US$ 10 miliar atau Rp 140 triliun) untuk bisa IPO di bursa saham domestik dan luar negeri.

Aplikasi Tokopedia. Foto: CNBC Indonesia
info gambar

Caranya ialah dengan skema dual listing atau tercatat di dua bursa efek. Skema ini dinilai lebih realistis agar dana hasil IPO bisa diserap investor.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi, mengutarakan, bagi perusahaan berstatus decacorn, IPO memang cukup berat bila hanya mengandalkan investor domestik. Sehingga opsi dual listing bisa menjadi pilihan bagi perusahaan seperti Gojek, Tokopedia dan Bukalapak.

Sebagai informasi saja, Tokopedia menurut data The Global Unicorn Club sudah bervaluasi US$ 7 miliar atau setara Rp 98 triliun.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini