Jembatan Cable Stayed Pertama di Indonesia Ditargetkan Selesai Akhir Tahun Ini

Jembatan Cable Stayed Pertama di Indonesia Ditargetkan Selesai Akhir Tahun Ini
info gambar utama

Jembatan Sei Alalak nantinya akan menjadi jembatan dengan sistem melengkung yang pertama kali dibangun di Indonesia. Jembatan tersebut menghubungkan jalur utama dari Kota Banjarmasin dengan berbagai daerah di provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jembatan Sei Alalak yakni Andika Mulrosha, pembangunan jembatan dengan sistem melengkung atau Cable Stayed menjadi jembatan dengan desain unik. Jembatan dengan sistem Cable Stayed merupakan jembatan yang menggunakan kabel-kabel berkekuatan tinggi sebagai penggantung yang menghubungkan gelagar dengan menara.

Jembatan Sei Alalak ditargetkan dapat selesai seluruh pembangunannya pada Desember 2020 yakni lebih cepat 3 bulan dari yang ditargetkan pertama kalinya (Maret 2021). Faktor-faktor yang menyebabkan pembangunan Jembatan Sei Alalak dapat berlangsung lebih cepat adalah seluruh aspek konstruksi yang dapat berjalan dengan lancar serta pembebasan lahan di sekitar wilayah pembangunan jembatan yang berlangsung lebih cepat karena dukungan dari pemerintah setempat.

Jembatan Sei Alalak juga diproyeksikan akan menjadi ikon baru Provinsi Kalimantan Selatan. | Foto : Facebook Info Bina Marga
info gambar

Jembatan Sei Alalak sendiri memiliki lebar 20 meter yang terbagi menjadi 4 lajur dalam dua arah dengan panjang total Jembatan Sei Alalak adalah 850 meter. Selain itu, Jembatan Sei Alalak juga didesain dengan masa fungsi selama 100 tahun dan memiliki batas maksimal kendaraan yang dapat melintasi Jembatan Sei Alalak sebesar 10 ton atau lebih kuat dari jembatan sebelumnya yakni Jembatan Kayu Tangi 1 dengan batas kendaraan maksimal yang dapat melintas adalah kurang dari 8 ton. Jembatan Sei Alalak juga didesain dengan memiliki daya tahan terhadap gempa.

Jembatan Sei Alalak adalah jembatan yang dibangun guna menggantikan fungsi jembatan sebelumnya yakni jembatan Kayu Tangi 1 yang telah berusia 30 tahun. Kini, perjalanan yang seharusnya menggunakan jalur Jembatan Kayu Tangi 1 dialihkan menuju Jembatan Kayu Tangi 2 hingga pengerjaan pembangunan Jembatan Sei Alalak selesai.

Catatan kaki: kompas | monitor

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Widhi Luthfi lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Widhi Luthfi.

Terima kasih telah membaca sampai di sini