Mengenal Sosok Ibu Pelopor PAUD Indonesia

Mengenal Sosok Ibu Pelopor PAUD Indonesia

Ilustrasi PAUD © Yusril Permana/Unsplash

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Sebagai jenjang pertama dalam dunia pendidikan, PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) memegang peranan penting dalam pembentukan karakter anak. Di PAUD, anak bisa disiapkan menuju jenjang formal berikutnya yakni SD.

Lantas, tahukah Kawan GNFI siapa pelopor sistem PAUD di Indonesia?

Dia adalah Nyai Ahmad Dahlan, istri KH Ahmad Dahlan. Dilansir dari schmu.id, Nyai Ahmad Dahlan merintisnya pada tahun 1919 di Kauman, Yogyakarta. Beliau terinspirasi oleh konsep pendidikan balita yang diterapkan Belanda.

“Membicarakan pendidikan usia dini di Indonesia, kita tidak bisa melupakan peran besar Nyai Ahmad Dahlan yang sejak tahun 1919 merintis berdirinya pendidikan usia dini di Kauman, Yogyakarta. Pada saat itu, Nyai Ahmad Dahlan terinspirasi dengan konsep pendidikan froebel yang dijalankan oleh Belanda untuk anak anak balita mereka,” terang anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Rita Pranawati.

Nyai Ahmad Dahlan | Foto: schmu.id

Masih menurut Rita, inisiatif membuat PAUD juga dikarenakan keprihatinan Nyai Ahmad Dahlan karena banyak balita pribumi yang bermain tanpa bimbingan orang tua. Sebab para orang tua mereka sibuk bekerja di perusahaan batik sekitar Kauman.

“Melalui organisasi ‘Aisyiyah, Nyai Ahmad Dahlan mengumpulkan anak anak balita tersebut untuk diajak bermain dan belajar. Tidak hanya anak laki-laki yang diberi kesempatan untuk mendapatkan pendidikan ini, anak perempuan pun diberikan akses yang sama oleh Nyai Ahmad Dahlan. Padahal saat itu pendidikan masih menjadi ‘milik’ laki-laki. Nyai Ahmad Dahlan telah menerapkan prinsip perlindungan anak pada penyediaan pendidikan bagi anak-anak ini,” lanjut Rita, dikutip dari schmu.id.

PAUD yang dirintis Nyai Ahmad Dahlan awalnya diberi nama Froebel Kindergarten ‘Aisyiyah. Nama itu kemudian berubah jadi ‘Aisyiyah Bustanul Atfal (ABA) yang berarti Taman Bermain Anak Aisyiyah.

Berkat banyaknya peminat, PAUD ABA berkembang dan memiliki Taman Kanak-kanak ‘Aisyiyah Bustanul Atfal (TK ABA), Taman Pendidikan Qur'an (TPQ), dan instansi pendidikan serupa yang berjumlah puluhan ribu, tersebar di seluruh Indonesia.

“Keberadaan TK ABA juga menginspirasi organisasi lainnya untuk mendirikan pendidikan sekolah sejenis. Sekarang ini hampir semua orang tua di Indonesia yang punya anak usia dini selalu menitipkan anaknya untuk dididik di sana,” lanjut Rita.

"Saya tidak bisa membayangkan jika Indonesia tidak memiliki sosok perempuan inspiratif seperti Nyai Ahmad Dahlan," pungkasnya, dikutip dari muhammadiyah.or.id.

Terima kasih atas jasa besarmu, Nyai Ahmad Dahlan!

Referensi: news.schmu.id | muhammadiyah.or.id

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Nama-Nama Universitas Ini Terbaik Di Indonesia Hingga Asia Sebelummnya

Nama-Nama Universitas Ini Terbaik Di Indonesia Hingga Asia

Ikon Baru Perguruan Tinggi N.U yang Berumur Tujuh Tahun Selanjutnya

Ikon Baru Perguruan Tinggi N.U yang Berumur Tujuh Tahun

Aditya Jaya Iswara
@adityajoyo

Aditya Jaya Iswara

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.