Mengenal Lebih Dekat, Martha Tilaar Sosok Kartini Indonesia

Mengenal Lebih Dekat, Martha Tilaar Sosok Kartini Indonesia
info gambar utama

Menjadi seorang perempuan tidaklah hanya memiliki kodrat sebagai seorang istri atau ibu rumah tangga saja. Sebagai seorang perempuan patut untuk bisa bersikap mandiri dan menjadi pemimpin yang dapat memberdayakan masyarakat.

Siapa tak kenal dengan Martha Tilaar? Ya, sosoknya sudah dikenal seantero negeri ini berkat keberhasilannya mendirikan sebuah perusahaan kecantikan ternama, yakni PT Martino Berto Tbk atau produknya yang dikenal sebagai Sariayu Martha Tilaar.

Martha Tilaar bersama produk Sariayu | Foto: lifepal.co.id
info gambar

Berdiri sejak 1970, Martha Tilaar Group kini sudah banyak berkembang berkat kepiawaian Martha Tilaar selaku pendiri.

Perempuan kelahiran Gombong, Jawa Tengah pada September 1937 ini memiliki cerita pada masa kecilnya alasan ia dapat menjadi seperti sekarang.

Dahulu, Martha kecil memiliki kepribadian yang bisa dibilang "tomboi". Kemudian Ibunya menegur dan menitipkannya pada seorang ahli kecantikan tradisional yang berada di Yogyakarta.

Berawal dari sanalah, ketertarikannya terhadap dunia kecantikan bergejolak. Kemudian, saat sudah beranjak dewasa, tumbuh besar dan menikah, Martha ikut dengan suaminya yang saat itu sedang bertugas di Amerika Serikat.

Di Amerika, Martha mengambil kuliah kecantikan dan lulus dari Academy of Beauty Culture, Bloomington, Indiana, Amerika Serikat.

Lalu, ia bekerja selama tiga tahun di Campes Beauty Salon, Universitas Indiana, Amerika Serikat, dan membuka praktek salon kecantikan.

Ketika kembali ke Indonesia pada 1969, Martha membuka salon kecil sederhana di garasi rumah milik ayahnya berukuran 4x6 meter dengan modal 1 juta rupiah hasil menabung selama tinggal di negeri paman sam.

Tepatnya 3 Januari 1970, Martha’s Salon berdiri dan kini sudah berkembang, serta menjadi produk kecantikan khas perempuan Indonesia.

Martha Tilaar yang memulai karirnya di negeri sebrang ini memiliki pandangan bahwa tidak ada salahnya untuk belajar dari orang-orang luar.

"Everything from the west is the best," tutur Martha Tilaar saat ditemui di ruang kerjanya, tepatnya di Kawasan Industri Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Martha Tilaar sebagai ibu dengan dikaruniai empat anak ini ternyata merupakan sosok kartini yang sangat menyayangi keluarganya.

Baginya, keluarga adalah pondasi dalam pendidikan anak-anak dan generasi selanjutnya.

Ia pun mengajarkan banyak nilai-nilai kebaikan yang dulu diajarkan oleh mendiang suaminya kepada anak-anaknya.

Martha Tilaar saat ditemui di ruang kerjanya | Foto: Dessy Astuti/GNFI
info gambar

"Beliau selalu memotivasi dan mengajar saya untuk do something. What you can do, do it. Mulai dari yang kecil hingga menjadi besar," tutur Martha Tilaar.

Tidak hanya itu, apa yang sudah ia raih hingga sekarang juga tak lepas dari dukungan kedua orang tuanya. Hingga kini, ia selalu ingat nasihat dari Almarhum Ayahnya.

"Jadilah manusia DJITU. Disiplin, Jujur, Iman kuat, Tekun, dan Ulet," kata Martha, perempuan pernah mendapat penghargaan dari PBB sebagai SDG Pioneers 2018 untuk Advancing Sustainability Through Community Engagement.

Di samping itu, Martha juga mengungkapkan role model hidupnya yang menjadi inspirasinya. Yang pertama ialah ibunya karena sudah mengajarkannya penuh kesabaran, kedua Kartini karena berani membuat gebrakan untuk perempuan Indonesia, dan terakhir Mother Teresa.

Martha Tilaar memiliki keinginan untuk dapat menjadi sekuntum bunga melati bagi ibu pertiwi. Ia punya menjelaskan, bahwa terkadang kita sebagai manusia serakah, tapi baginya tidak.

Setelah ia belajar mengenai filosofi bunga melati, dari kecil ia lahir lalu menikah memakai bunga melati sebagai hiasan, ternyata melati itu serbaguna.

"Kita sebagai manusia hendaknya berguna bagi masyarakat. Jadi kalau saya bisa ciptakan perusahaan 4x6 meter di garasi dengan seorang karyawati. Sekarang saya bisa punya 370.000 karyawan lebih," jelas Martha.

Bagi Martha, kesuksesan itu tidak bisa diraih dari orang lain. Tapi dari diri sendiri.

"Kalau kamu mau jadi sukses, kamu mulai dari dirimu sendiri. Kalau kamu gagal, jangan salahkan suami, jangan salahkan orang tua," ujar Martha.***

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dessy Astuti lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dessy Astuti.

Terima kasih telah membaca sampai di sini