Manfaatkan Tanah Indonesia Untuk Terapi Bercocok Tanam

Manfaatkan Tanah Indonesia Untuk Terapi Bercocok Tanam
info gambar utama

Jenuh dengan rutinitas sehari-hari? Bosan melihat dan mendengar hoaks dan hate speech di layer smartphone? Beban di hati karena di-bully setiap hari? Tak mampu beli masker dan handsanitizer karena taka ada uang? Kami tak menyebut kamu mengalami gangguan jiwa. Kami juga tak menyebut kamu terkena Virus Corona. Kami hanya menyarankan kepadamu: Ayo Segera Bercocok Tanam. Buat empon-empon di pekarangan rumah. Pelihara tanaman hias di meja kantor atau ruang tamu. Apapun itu.

Beruntunglah kita makan dan tidur di Indonesia, negara tropis yang membentang di garis khatulistiwa. Bercocok tanam apa saja, biasanya bisa tumbuh berkembang di Indonesia. Kenapa? tanah kita sebagian besar subur semua, maklum lagi gunung berapi dimana-mana. Lalu mau tanam apa saja, ada bibit dan benihnya juga. Kenapa? Indonesia adalah negara dengan keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia (setelah Brazil).

Kami mengutip film Joker (2019) “Is it just me, or is it getting crazier out there?” Asumsikan saja, makin banyak orang dengan gangguan jiwa di luar sana, sadar atau tidak. Maka kami tawarkan sekali lagi solusinya: Ayo Segera Bercocok Tanam.

Para peneliti di luar sana menemukan bahwa orang yang tinggal di lokasi yang dipenuhi tanaman terbukti memiliki kesehatan fisik dan mental yang lebih baik ketimbang orang yang hidup dengan kurang tanaman. Kontak teratur dengan tanaman, hewan, dan lingkungan alam dapat meningkatkan kesehatan fisik dan kesejahteraan mental seseorang.

Kegiatan bercocok tanam dapat meringankan gejala penyakit serius, mencegah perkembangan gejala, dan memperkenalkan orang-orang tentang cara hidup yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental dalam jangka panjang. Yang membuat bercocok tanam berbeda dengan kegiatan lain adalah secara harfiah menghubungkan kita ke Bumi.

Bersentuhan dengan tanah, menanam, menunggu tumbuh berkembangnya dengan sabar dan memelihara bibit akan memberikan pelajaran berharga bagi kehidupan pribadi kita. Mengurangi stress, rasa marah, rasa letih dan depresi. Bahkan, terapi bercocok tanam sesuai untuk orang-orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), istilahnya “terapi holtikultura”.

Di Indonesia terdapat Yayasan Mentari Hati Tasikmalaya memberikan terapi bercocok tanam kepada saudara-saudara kita yang memiliki gangguan jiwa. Namun sayang, kegiatan terapi belum optimal karena keterbatasan lahan. Pihak Yayasan kekurangan biaya untuk membeli lahan maupun bibit.

Kawan GNFI bisa membantu Yayasan Mentari Hati Tasikmalaya dengan berdonasi melalui https://benihbaik.com/campaign/dukungterapibercocoktanamyayasanmentarihati . Dengan berdonasi, Kawan GNFI dapat membantu sesama yang membutuhkan, mari sebarkan terus benih kebaikan disekitarmu.*

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini