Travel With Purpose

Travel With Purpose
info gambar utama

Apakah Kawan GNFI masih ingat destinasi Nusantara terakhir yang kalian kunjungi? Ke mana kalian melangkah? Bali, Jogja, Labuan Bajo, Papua, Ambon, Aceh, atau yang lain? Sangat indah, bukan? Itulah Indonesia, tanah air kita.

Sekarang kondisinya sangat berbeda. Saat ini, kita tidak bisa lagi melakukan kegiatan seperti sedia kala. Jangankan jalan-jalan menjelajah nusantara, sekadar berjumpa dengan kerabat saja rasanya menjadi sesuatu yang mewah.

Kini, saatnya kita kembali mengenang. Kota mana sajakah yang sudah pernah Kawan GNFI singgahi di Indonesia? Apa saja cendera mata yang pernah Kawan GNFI beli untuk orang-orang tersayang?

Apakah semua itu masih ada dan masih melekat?

Kawan, akan ada saatnya kita kembali ke sana. Menyusuri setiap kenangan bersama para kerabat terkasih. Sekarang, saatnya kita travelling bersama hati, mempertajam solidaritas, dan mengasah kepekaan kemanusiaan.

Saat ini, dunia pariwisata sedang dalam kondisi yang memprihatinkan. Banyak travel agent, homestay, hotel, pemilik bus, rental mobil, pengusaha kuliner, dan pengusaha cendera mata yang mengeluh akan kondisi mereka, terlebih di daerah.

Dengan adanya hal tersebut, Pigijo selaku aplikasi travel planner untuk memudahkan wisatawan merancang perjalanan mereka pun hadir untuk membantu teman-teman, khususnya UKM di daerah untuk memasarkan produknya melalui Pigijo.

Bila aktivitas pariwisata adalah "what to do, what to see, what to buy”, maka minimal kita bisa bantu lakukan aktivitas what to buy untuk para stakeholder pariwisata daerah.

Bila biasanya kita datang untuk membeli selendang batik, maka selendang itu yang akan datang pada kita,.Bila biasanya kita datang membeli petis Sidoarjo, maka petis itu akan datang pada kita. Kini, teknologi sangat memudahkan kita, tanpa kita harus beranjak dari rumah.

Dalam pandemik covid-19, Pigijo ingin membantu pariwisata Indonesia, dengan mengumpulkan para pengrajin lokal untuk membantu menjual hasil karya mereka. Bisa berupa souvenir, kerajinan, dan oleh-oleh khas daerah.

Mbok Tumirah | sumber foto milik pribadi partner Pigijo
info gambar

Beberapa pengrajin dan pemilik usaha lokal telah memberikan beberapa produk untuk dipasarkan. Mulai dari Aceh berupa kain tenun, kopi, dan kerajinan tangan. Lalu kain tenun dari Lombok, wedang uwuh dari Jogja, dan keripik pisang dari Lampung.

Melalui program ini, keuntungan dari setiap produk yang dijual akan diberikan ke para penjual, dan keuntungan dari setiap produk akan disisihkan sebesar Rp1.000,- untuk mereka yang berada di garda depan.

Ialah dokter dan tenaga kesehatan, serta untuk mereka yang membutuhkan, seperti para pekerja harian, dan mereka yang hidup dalam kondisi marginal.

Untuk UKM yang ingin bergabung dapat menghubungi customer service di 0822 4659 8802.

Kawan GNFI, marilah ulurkan tangan membanu garda depan pariwisata. Izinkan mereka tersenyum menyambut kita datang saat wabah sudah sirna. Bila saat ini belum ada kepastian, minimal kita genggam sebuah keyakinan.

Time to travel with heart.

Saatnya melakukan perjalanan mengajak hati kita.

If we can’t go outside, go inside!*

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini