Di Tengah Pandemi, Jangan Lupakan Petugas Sampah, Sang Penjaga Gawang

Di Tengah Pandemi, Jangan Lupakan Petugas Sampah, Sang Penjaga Gawang

Yogyakarta, Indonesia - 20 Agustus 2018: Pekerja TPA mengambil sampah daur ulang di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu Piyungan (TPST) di Bantul, Yogyakarta | Foto: Rizqullah Hamiid Saputra© dari Shutterstock

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Kalau Kawan GNFI menyaksikan pertandingan bola, satu momen yang sangat seru disaksikan adalah ketika striker atau penyerang tim kesayangan berhasil membobol gawang lawan dan menyumbang skor.

Tapi, apa yang Kawan GNFI rasakan jika gawang tim kesayangan ternyata kebobolan oleh lawan? Apalagi kebobolan hingga dua angka. Apalah arti satu gol kalau gawang sendiri kebobolan dua angka? Tetap saja kalah.

Itulah gambaran tentang kondisi yang mungkin belum mendapat perhatian masyarakat di tengah pandemi Covid-19 ini. Jika kita selama ini membicarakan soal bagaimana para tenaga medis siap berada di garis paling depan, apakah Kawan GNFI sempat terpikirkan soal bagaimana nasib mereka yang ada di garis belakang? Sang Penjaga Gawang.

Mereka adalah Petugas Persampahan dan Pemulung. Orang-orang yang tugasnya juga tidak bisa berhenti di tengah pandemi Covid-19.

Tentang Mereka Sang Penjaga Gawang

Hasil diskusi Greenaration Foundation, Waste4Change, dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menghasilkan bahwa, setidaknya ada 300.000 petugas persampahan di seluruh Indonesia yang masih melakukan tugasnya. Jumlah ini juga belum termasuk petugas informal seperti pemulung yang diprediksi mencapai 600.000 orang di seluruh Indonesia.

Di tengah pandemi ini, mereka termasuk sekelompok orang yang tidak bisa berhenti melakukan tugasnya mengangkut sampah. “Kalau tidak diangkut, sampah ini akan menjadi masalah baru. Menjadi sumber penyakit baru,” kata M. Bijaksana Junerosano yang biasa dipanggil Sano, Founder Greenaration Foundation dan Waste4Change, pada konferensi pers #IndonesiaLawanCorona, Bantu Pemulung & Petugas Persampahan Aman dari Corona, melalui Zoom Rabu, 8 April lalu.

Perhitungan ini tidak sampai disitu. Sebagai orang-orang yang rentan akan terjangkit virus ini, mereka juga tentu berisiko menjadi pembawa virus kepada keluarganya. Yang kalau dijumlah anggota keluarnya bisa mencapai angka 1,4-2,4 juta orang di seluruh Indonesia. “Merekalah yang bertahan hidup setiap hari dari sektor sampah yang memiliki nilai jual,” terang Sano.

Bagi mereka, bekerja mengangkut dan menyortir sampah di tengah keadaan seperti ini tidak ada bedanya dengan hari-hari biasanya. Sano mengaku bahwa pengetahuan, kewaspadaan, dan respon dari petugas persampahan dan pemulung ini masih sangat rendah. “Padahal virus ini bisa tetap aktif beberapa jam di media yang berbeda seperti kertas, plastik, dan kardus,” lanjut Sano.

Penggalangan Dana Pertama Untuk Petugas Persampahan dan Pemulung

Atas dasar itulah Greenaration Foundation, Waste4Change, bersama Kitabisa.com menginisiasi penggalangan dana untuk membantu petugas persampahan dan pemulung di seluruh Indonesia. Target dana yang akan dikumpulkan adalah Rp2 miliar. Hingga tulisan ini dimuat, sudah terkumpul lebih dari Rp44 juta sejak penggalangan dana ini dimulai pada 26 Maret 2020 lalu.

Nantinya, uang Rp2 miliar itu akan dibagikan dalam bentuk sarung tangan, masker, buah-buahan, vitamin, dan hand sanitizer untuk setiap petugas persampahan dan pemulung. “Disertai edukasi dan dorongan agar mereka sadar kalau (perlindungan diri) itu penting bagi mereka,” lanjut Sano.

Menurut Staf Hubungan Masyarakat Kitabisa.com, Fara Devana, penggalangan dana untuk membantu petugas persampahan dan pemulung ini merupakan yang pertama kali. Biasanya para campaigner membuat penggalangan dana yang difokuskan untuk para tenaga medis dan ojek daring.

“Greenaration adalah campaigner pertama yang fokus untuk menggalang dana untuk petugas persampahan dan pemulung,” kata Fara yang juga ada dalam konferensi pers.

Fara juga menceritakan, bahwa sejak kampanye galang dana pertama tentang Covid-19 tanggal 12 Maret 2020 lalu, sudah ada lebih dari 2.800 campaigner dan sudah lebih dari 600 ribu orang baik yang sudah berdonasi. Ini artinya semangat gotong royong itu masih ada dan akan terus ada.

“Tahun 2019, Indonesia tidak lagi di posisi pertama (sebagai The Most Generous Country in The World), tapi Indonesia masih masuk dalam peringkat 10 besar. Selain itu, tingkat generous orang Indonesia selalu meningkat,” kata Fara.

Bantu Mereka Lagi dengan Lakukan Ini

Sano menceritakan kalau semenjak imbauan “di rumah aja” diumumkan, secara visual sampah-sampah yang dikumpulkan ternyata semakin banyak. Salah satunya jenis sampah yang bertambah adalah masker, tisu, botol kosong disinfektan, dan botol kosong hand sanitizer.

Menyadari kalau virus Covid-19 masih bisa menempel dan bertahan di benda mati dalam beberapa jam, fasilitas sortir yang Greenaration Foundation dan Waste4Change lakukan untuk sementara dihentikan. “Semua sampah langsung dibawa ke TPA (tempat pembuangan akhir),” kata Sano.

Selain menjadi donatur, ada hal sederhana lainnya yang bisa Kawan GNFI lakukan untuk membantu para petugas persampahan dan pemulung. Melihat fakta yang terjadi di atas.

Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Novrizal Tahar mengatakan bahwa pemerintah sudah mengeluarkan surat edaran Tentang Pengolahan Sampah Limbah Infeksius, Limbah B3, dan Sampah Rumah Tangga untuk Penanganan Virus Covid-19.

Selain imbauan untuk menggunakan masker guna ulang (masker kain), namun jika Kawan GNFI sudah terlanjur membeli masker bedah sekali pakai, harap perhatikan cara pembuangannya.

“Lakukan pengguntingan, pemotongan, penyobekan. Lalu kemas dengan rapih. Sehingga petugas persampahan tidak perlu menyortir lagi. Selain supaya tidak ada penyalahgunaan pemakaian, (ini juga) mengurangi kontak petugas kebersihan terhadap sesuatu yang diindikasikan terdapat virus,” jelas Novrizal yang juga turut dalam konferensi pers.

“Supaya kiper-kiper kita jago, ngga kebobolan,” katanya.

Buat Kawan GNFI yang mau menjadi donatur buat para Sang Penjaga Gawang, Kawan GNFI bisa buka laman atau klik disini Kitabisa.com/agarmerekaamancorona

Ingat, kalau setiap orang adalah influencer ulung yang mampu menyebarkan semangat gotong royong untuk membangun sesama. Apalagi Covid-19 ini harus dilawan oleh semua orang tanpa terkecuali. Jadi sebarkan lagi ya laman tersebut. Agar banyak Kawan GNFI yang bisa ikut bantu Sang Penjaga Gawang kita.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga75%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi25%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Tak Hanya di Jakarta, Kualitas Udara Kota-Kota Besar di Indonesia Juga Membaik Sebelummnya

Tak Hanya di Jakarta, Kualitas Udara Kota-Kota Besar di Indonesia Juga Membaik

Guru Besar UGM Sebut Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Berhenti Merokok Selanjutnya

Guru Besar UGM Sebut Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Berhenti Merokok

Dini Nurhadi Yasyi
@dininuryasyi

Dini Nurhadi Yasyi

fiksidini.wordpress.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.