Ekspor Indonesia Justru Meningkat Saat Pandemi, 3 Sektor Ini Juaranya

Ekspor Indonesia Justru Meningkat Saat Pandemi, 3 Sektor Ini Juaranya

Ilustrasi penjual ikan di pasar pagi ikang Kedonganan, Pantai Jimbaran, Bali © Shutterstock/Eo naya

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis kinerja ekspor Indonesia di tengah pandemi Covid-19. Kejutan terjadi, ternyata ekspor Indonesia pada Maret 2020 tercatat meningkat di angka 14,29 persen.

Angka tersebut sebenarnya naik tipis 0,23 persen dari Februari 2020. Nilai ekspor tersebut tercatat mencapai 14,09 miliar dolar AS atau sekitar Rp219,89 triliun, dengan kurs Rp15.606 per dolar AS.

Kinerja ekspor sepanjang tahun 2020 juga masih dikategorikan dalam peningkatan yang cukup menggembirakan. Sebab, sepanjang triwulan pertama (Januari-Maret 2020) ekspor masih mengalami peningkatan hingga 2,91 persen dengan total nilai 41,79 miliar dolar AS.

Ada tiga sektor yang sangat berpengaruh pada kenaikan nilai ekspor Indonesia, yaitu pertanian, perikanan, ditambah dengan berita menggembirakan dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang menyebutkan volume ekspor mobil completely built up (CBU) yang positif di triwulan pertama.

Sektor Pertanian

Nilai ekspor pertanian Indonesia yang paling menggembirakan terjadi pada Februari 2020 karena kenaikannya sampai 0,91 persen secara month of month (mom) dan 28,04 persen secara year of year (yoy). Total nilai ekspor saat itu mencapai 0,30 miliar dolar AS.

Ekspor komoditas yang mengalami kenaikan paling signifikan adalah biji kakao, sarang burung, tanaman obat, aromatik, dan subsektor rempah-rempah. Kenaikan ekspor dari sektor pertanian ini dipandang sangat positif di tengah lesunya ekspor sektor migas yang turun 0,02 persen.

Sektor pertanian juga yang berdampak langsung pada kenaikan ekspor keseluruhan Indonesia di bulan Februari 2020. Kenaikannya sampai 2,24 persen atau setara dengan 13,94 miliar dolar AS.

“Pada Januari (2020) sektor pertanian juga mengalami peningkatan ekspor tertinggi secara yoy dibanding sektor lainnya yang cenderung turun,” ungkap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Yunita Rusanti, dikutip dari Warta Ekonomi.

Yunita juga beranggapan bahwa sektor pertanian yang menjadi andalan untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang. Bahkan masih bisa diandalkan jika krisis ekonomi terjadi kala kemungkinan terburuk pandemi Covid-19 masih mengancam pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam waktu yang lama.

Bukan hanya untuk ekspor, sektor pertanian juga mampu berkontribusi lebih besar untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.

Sektor Perikanan

Selain itu dari sektor perikanan, pada Maret 2020 ekspor meningkat sampai 6,34 persen jika dibandingkan dengan ekspor Februari 2020 (secara mom). Nilai ekspornya mencapai 427,71 juta dolar AS. Sedangkan jika dibandingkan dengan Maret 2019 (yoy) nilai ekspor ini juga masih menunjukan peningkatan sampai 3,92 persen.

Data BPS mencatat, volume ekspor sektor perikanan Indonesia mencapai 105.200 ton atau meningkat 15,37 persen dibandingkan ekspor Februari 2020.

Secara kumulatif sepanjang triwulan pertama (Januari-Maret 2020), nilai ekspor sektor perikanan adalah 1,24 miliar dolar AS dan peningkatannya cukup besar yaitu 9,82 persen secara yoy. Sedangkan untuk volume ekspornya 295.130 ton atau meningkat 10,96 persen secara yoy.

Tujuan ekspor perikanan utama selama Januari-Maret 2020 adalah ke AS. Nilai ekspor ke negeri Paman Sam itu mencapai 508,67 juta dolar AS dan menguasai porsi ekspor hingga 40,97 persen dari total ekspor perikanan.

Di peringkat dua, tujuan ekspor terbesar yaitu ke Tiongkok dengan nilai ekspor 173,22 juta dolar AS. Lalu tujuan ekspor terbesar ketiga adalah akumulasi dari negara-negara di ASEAN yang nilainya mencapai 162,29 juta dollar AS.

Tujuan ekpor terbesar keempat yaitu Jepang dengan nilai 143,82 juta dolar AS. Sedangkan tujuan ekspor terbesar kelima yaitu ke negara-negara Uni Eropa dengan nilai 82,05 juta dolar AS.

Sektor Otomotif – Ekspor Mobil Meningkat

Gaikindo melaporkan ekspor mobil CBU pada kuartal pertama adalah 77.315 unit. Sedangkan untuk ekpor mobil completely knock down (CKD) mencapai 87.141.

Kenaikan ekspor hingga Maret 2020 tercatat mencapai 9 persen. Bahkan sebelum pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dikeluarkan oleh pemerintah daerah, ekspor mobil CBU pada Maret masih dikatakan bagus dengan volume 28.019 unit.

Volume ekspor mobil CBU “Made in Indonesia” ditopang oleh beberapa merek utama, yaitu Toyota, Suzuki, Mitsubishi, DFSK, dan Wuling.

Pada akhir triwulan pertama, yaitu Maret 2020 kinerja ekpor Toyota masih yang tertinggi dengan volume mencapai 45.472 unit. Sedangkan untuk model yang menjadi favorit dan terbanyak diekspor antara lain Fortuner, Avanza, Rush, Kijang Innova, Vios, dan Sienta.

Mengutip Katadata, sampai bulan April 2020 atau sepanjang kuartal pertama, tujuan ekspor mobil Toyota, khususnya model Avanza terbanyak dikirim ke Meksiko dengan volume mencapai 2.980 unit. Dominasi ekspornya juga hampir 40 persen. Lalu negara terbesar kedua pemesan Avanza yaitu Filipina dengan volume 1.919 unit.

Meski begitu, semenjak PSBB dijalankan, Gaikindo akan mengikuti protokol kesehatan itu dengan menghentikan sementara fasilitas produksi mobil anggotanya. Ini juga dilakukan untuk melindungi aset sumber daya manusia demi kebaikan kedepannya.

---

Sumber: Katadata | Tempo | Bisnis Indonesia | Warta Ekonomi | Merdeka

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga13%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang75%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau13%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Saatnya Peduli di Tengah Sulitnya Ekonomi Sebelummnya

Saatnya Peduli di Tengah Sulitnya Ekonomi

Guru Besar UGM Sebut Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Berhenti Merokok Selanjutnya

Guru Besar UGM Sebut Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Berhenti Merokok

Dini Nurhadi Yasyi
@dininuryasyi

Dini Nurhadi Yasyi

fiksidini.wordpress.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.