Langkah Terapkan Digital Marketing Pada Bisnis Kamu

Langkah Terapkan Digital Marketing Pada Bisnis Kamu
info gambar utama

Ketika membangun bisnis, perlu dilakukan pemasaran sebagai sistem utama secara menyeluruh untuk memasarkan produk atau service yang dimiliki. Di era yang semuarnya serba digital, tentu harus dimanfaatkan dengan baik oleh seorang marketer, seorang yang fokus pada pemasaran.

Melihat fenomena serba digital, munculah digital marketing yang sejatinya merupakan aktivitas promosi sebuah produk atau jasa menggunakan platform digital.

Ada banyak manfaat yang bisa Kawan GNFI dapatkan jika menerapkan digital marketing pada bisnis. Diantaranya akan meningkat penjualan, adanya layanan secara real time, jangkauan lebih luas, dan sebagainya.

Melihat hal itu, pada Kamis (9/4) lalu, Web Seminar (Webinar) GNFI ke-7 menghadirkan tema Digital Marketing for Business bersama Angga Fauzan selaku CMO Sagara Technology untuk berbagi ilmu sesuai dengan tema yang ada.

Poster Webinar | Foto: GNFI
info gambar

Menurut Angga, ada mindset yang perlu dipegang oleh seorang marketer, yakni pada dasarnya seseorang itu lebih suka dibantu daripada didagangkan. Meskipun itu merupakan mindset yang tipis dan sedikit berbeda, namun memiliki dampak yang cukup besar.

“Lebih enaknya lagi, digital marketing itu bisa melihat orang dari segmentasi berdasarkan banyaknya kebutuhan, misalnya dari profesi, latar belakang, atau ketertarikannya. Lewat hal itulah, para marketer akan membantu lewat service atau produk yang dimiliki,” ujar Angga di awal sesi

Rumus Digital Marketing

Lebih jauh, Angga pun menjelaskan rumusan sederhana digital marketing yang dibagi menjadi tiga, yaitu konten, konteks, dan channel.

Konten ialah suatu hal yang ingin marketer sampaikan berdasarkan kebutuhan customer. Misalnya, ketika kita menawarkan motor merk X kepada customer karena motor tersebut memiliki keunggul, dan memang sedang dibutuhkan.

Konteks adalah cara penyampaian marketer kepada customer dengan hal-hal yang mengandung konten. Contohnya, kita menyadari bahwa customer kita membutuhkan motor. Namun mereka masih menunda karena suatu hal. Dari situ, seorang marketer harus melakukan pendekatan, bisa menjadi teman diskusi.

Terakhir yaitu channel. Suatu metode yang digunakan untuk bagaimana dan di mana cara menyampaikannya. Ketika konten dan konteks sudah dilewati, maka pada tahap channel setelah berhasil menjadi teman diskusi, marketer perlu mencari tempat misalnya di café atau tempat lain, yang bisa membuat nyaman untuk mendengarkan apa kebutuhan mereka dan memberi saran.

Namun, ketiganya tidak akan bisa berjalan dengan ketika pondasinya tidak kuat. Maka dari itu, perlu juga adanya insight dan strategi sebelum ketiga itu akan dilakukan.

Insight ialah rangkuman dari data-data yang sudah marketer dapatkan untuk menjadi satu pembelajaran, dan dijadikan sebagai konsep utama sehingga bida dirangkai menjadi strategi.

Jadi, semua langkah yang ada merupakan hal penting dan tidak boleh dilewatkan. Semua hal menjadi saling berkesinambungan.

Langkah-langkah Menjalankan Digital Marketing

Ilustrasi | Foto: wittysparks.com
info gambar

Alur atau langkah-langkah awal untuk menjalankan digital marketing, dari yang tadinya tidak tahu menjadi tahu, menjadi mau membeli, bahkan ikut untuk mempromosikan produk atau service yang ada. Ialah marketing funnel.

Marketing funnel berbentuk segitiga terbalik dengan sisi paling atas itu paling lebar dibanding paling bawah. Logikanya, paling atas merupakan jumlah orang tahu akan produk atau service kita. Sedangkan paling bawah merupakan orang yang akhirnya mau membeli dan mempromosikan produk atau service kita.

“Karena tidak semua orang yang tahu akan tertarik, dan enggak semua orang yang tertarik apa membeli, dan enggak semua orang yang membeli mau bantu promosi,” jelas Angga.

Pada tahap marketing funnel, dibagi menjadi lima tahap. Pertama ialah strangers. Orang yang tidak mengetahui produk atau service kita. Kemudian dari situ, tugas marketer ialah membuat strangers tertarik dengan berbagai konten kita sehingga mereka mengetahui produk atau service kita.

Jika mereka sudah mulai tertarik dan mau mengetahui produk atau service kita, mereka disebut sebagai visitors. Kemudian tahap selanjutnya ialah mereka akan menjadi leads dengan berbagai bentuk. Misalnya, mereka menjadi mengikuti perkembangan produk atau service kita.

Tahap selanjutnya, mereka akan menjadi consumers dengan membeli dan memakai produk atau service kita karena mereka mau mengeluarkan effort lebih untuk bisa menjadi bagian dari suatu produk atau service yang ada.

Setelah semua tahap sudah dilewati, apakah akan berhenti sampai di situ? Tentu tidak. Para marketer harus berusaha agar orang-orang tersebut menjadi promoters dengan cara memberikan review, testimoni, dan bahkan mengajak teman-teman mereka untuk ikut mengetahui, membeli, dan memakai suatu produk atau service.

Komponen Digital Marketing

Dalam digital marketing, komponen untuk bisa mengimplementasikannya ada banyak. Namun, dari sekian banyak, Angga membaginya menjadi empat komponen agar lebih mudah untuk dipahami.

Komponen pertama, yakni search engine marketing. Semua hal yang tampak pada Google maupun website lain di Google. Misalnya, pada saat Kawan GNFI mencari sepatu warna merah muda di Google. Website pertama yang muncul tidak menggunakan iklan tandanya sudah mempraktikkan search engine optimization (SEO) dengan baik. Itu merupakan bagian dari marketing, membuat website berada pada bagian paling atas pencarian atau halaman paling awal karena akan lebih mudah untuk ditemui.

Berbeda dengan SEO, untuk website yang menerapkan iklan disebut dengan Google Ads. Adapula Display Ads yang biasanya paling banyak dipakai oleh laman media dengan iklan di sisi kanan, kiri, atas, atau bawah laman. Google Ads dan Display Ads biasanya masuk dalam kategori pay per click.

Kedua yakni social media dan email marketing. Biasanya, komponen jenis ini menggunakan semua platform media sosial mulai dari instagram, facebook, twitter, hingga youtube.

Dalam media sosial, bisa juga menggunakan paid campaign dengan membuat suatu campaign tertentu, dan membayar ke berbagai platform media sosial tadi supaya lebih banyak orang yang melihat.

Ada pula email marketing. Biasanya didapat dari list email yang sudah ada atau menggunakan jasa pihak ketiga dengan membayar untuk membagikan email-nya.

Ketiga ialah affiliate marketing. Istilahnya berafiliasi degan membayar sesuatu untuk dibuatkan, seperti digital media coverage yang melakukan kerja sama dengan media daring untuk membuat review dan publikasi.

Masih pada komponen yang sama, ada juga key opinion leaders dengan menggunakan influencer dan content creator dengan tingkatan followers, dan tidak selalu berbayar. Nah, jika berbayar dinamakan sebagai paid content.

Terakhir, dari semua komponen yang tidak pernah lepas dari digital marketing adalah analytic tools. Beberapa hal yang bisa dianalisis berupa keywords, hastag, tren, competitor research, dan owned media research.

Terapkan SEO dan Google Ads

Ilustrasi | Foto: idwebhost.com
info gambar

Seperti yang sudah dikatakan di atas, menerapkan SEO dengan baik pada digital marketing merupakan yang penting pula. Dalam pengerjaannya, SEO dibagi menjadi tiga tahap secara paralel, yakni preparation, on-page, dan off-page.

Pada preparation, marketer perlu menyiapkan keyword research, riset kompetitor, riset pasar, riset audience, dan site performance research.

Selanjutnya, ketika membuat website tentu tidak pernah lepas dari dua hal dari segi teknik dan segi konten.

“Mau sebagus apapun tekniknya kalau kontennya tidak ada, ya, percuma, begitu pun sebaliknya,”

Ada perbedaan pada on-page dan off-page. On-page adalah segala faktor yang ada pada website, seperti panjang pendeknya keywords, kualitas konten yang baik, kerapian tata letak dan tab pada website, serta seberapa lama dan nyaman seseorang bertahan pada laman yang dibuat.

Sedangkan off-page ialah faktor-faktor di luar website. Misalnya menyebarkan konten website melalui website lain.

Biasanya, pembangunan SEO melalui waktu yang cukup panjang, bisa sampai 12 bulan lamanya. Dalam SEO juga ada banyak konten yang bisa disebarkan, jadi tidak melulu berbicara soal artikel.

Beralih ke Google Ads, juga memiki tiga langkah, yakni preparation, optimization, dan reporting. Pada setiap langkah proses panjang juga yang harus dilalui, dan tidak lepas dari riset.

“Fungsi Google Ads ialah membuat website yang kita punya memmiliki iklan dan berada di peringkat atas dibanding website lain yang tidak mempunyai iklan,” kata Angga.

Bagi Kawan GNFI yang belum sempat mengikuti acara webinarnya, kalian bisa mendengarkan ulasan secara lengkapnya di podcast Good Voice Episode 15.***

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dessy Astuti lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dessy Astuti.

Terima kasih telah membaca sampai di sini