Mengapa Buah Kurma Identik dengan Bulan Ramadan?

Mengapa Buah Kurma Identik dengan Bulan Ramadan?

Buah Kurma ©Shutterstock

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Pada bulan Ramadan, selain terdapat berbagai macam menu takjil yang dijual, pastinya Kawan GNFI juga sering menemui beraneka macam buah kurma di setiap stan-stan penjual takjil berbuka puasa.

Akan tetapi, apakah Kawan GNFI tahu, mengapa buah kurma sangat identik dan sering ditemui di bulan Ramadan?

Sebelum itu, mari kita berkenalan dengan sejarah kurma, yuk!

Kurma adalah buah yang banyak tumbuh di daerah padang pasir, seperti halnya negara di Timur Tengah. Masyarakat Timur Tengah menjadikan kurma sebagai kebutuhan pokok sejak ribuan tahun yang lalu.

Selain buahnya dimakan, ada yang menjadikan batang kurma sebagai pondasi rumah, ada yang menjadikan pelepah kurma sebagai atap rumah, dan juga sebagai tikar.

Hal ini dapat dibuktikan di sebuah kuburan Mesir Kuno terdapat mumi yang ditutupi oleh tikar yang terbuat dari pelepah kurma. Ditemukan pula pohon kurma utuh di sebuah kuburan kuno daerah Shakra dan kuburan itu sudah ada sejak 3200 tahun sebelum masehi.

Pohon kurma diyakini berasal dari sekitar Teluk Persia yang sudah dibudidayakan sejak sekitar 4000 sebelum masehi. Pohon kurma bisa tumbuh sekitar 12 sampai 30 meter. Uniknya, saat panen, satu pohon kurma dapat menghasilkan buah kurma hingga 100 kilogram.

Lantas, mengapa kurma selalu identik dengan bulan Ramadan?

Anjuran mengonsumsi kurma saat berbuka puasa

“Dari Anas bin Malik, ia berkata: Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka puasa sebelum shalat dengan ruthab (kurma basah), jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering), dan jika tidak ada tamr, beliau meminum seteguk air”

Anjuran tersebut memberikan beberapa pelajaran termasuk untuk anjuran bersegera dalam berbuka puasa. Hal ini dikarenakan rasa kurma yang manis dapat dengan cepat meresap dan diterima oleh liver. Sehingga, liver dapat memproses dan mengirimkan zat yang dihasilkannya ke seluruh anggota tubuh dan otak.

Menurut Ustadz Dr Anwar Mufti Rahimullah, zat-zat yang mengandung gula (glukosa dan fruktosa) memerlukan waktu hanya 5-10 menit untuk dapat terserap ke dalam usus manusia ketika dalam keadaan kosong. Sedangkan, bagi manusia yang berbuka puasa dengan mendahulukan makan dan minum yang kurang mengandung unsur gula maka membutuhkan waktu sekitar 3-4 jam untuk dapat terserap ke dalam ususnya.

Merdeka Belajar | Foto: @Kemendikbud_RI on Twitter

Namun, perlu kawan GNFI ketahui juga, walaupun buah kurma memiliki khasiat yang baik bagi tubuh, kita cukup memakan tiga kurma saja seperti yang telah dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Hal ini dikarenakan kandungan kalori dalam kurma cukup tinggi.

Berdasarkan studi dari Departement of Agriculture Amerika Serikat, sebutir kurma (tujuh gram) memiliki kandungan kalori sebesar 20 kkal. Tak hanya itu, kandungan gula pada satu butir kurma termasuk tinggi, yaitu setara dengan 4,5 gram gula.

Sehingga, jika kawan GNFI mengkonsumsi kurma sebanyak 10-14 gram buah dalam sehari maka mendapat kandungan gula sebanyak 63,3 gram. Sedangkan untuk tubuh orang dewasa saja, hanya membutuhkan maksimal 50 gram kandungan gula dalam sehari.

Maka dari itu, sebelum mengonsumsi buah kurma penting bagi Kawan GNFI untuk mengonsumsi secukupnya, ya.

Bulan Ramadan, jumlah impor kurma meningkat

Walaupun di Indonesia memiliki pohon kurma. Namun, pasokan komoditas kurma tidak mencukupi kebutuhan selama bulan Ramadan. Sehingga, pemerintah Indonesia selalu meningkatkan jumlah impor kurma dari negara-negara Timur Tengah. Kenaikannya pun kadang bisa sampai empat kali lipat dibanding bulan-bulan lainnya.

Hal ini terbukti ketika Badan Pusat Statistik (BPS) memberikan data keterangan adanya peningkatan impor buah kurma di tahun 2020. Hal ini tercatat data impor kurma pada bulan Maret 2020 ada 25,9 juta dollar AS. Tentunya realisasi ini mengalami kenaikan sebanayak 52,35% dibandingkan dengan bulan Maret 2019 lalu senilai 19 juta dollar AS.

Tak heran bukan, jika buah kurma sangat mendominasi di pasar tradisional atau supermarket saat bulan Ramadan.

Jadi, apakah Kawan GNFI sudah sedia kurma di rumah?*

Sumber : IDNTimes | pegipegi | cnbcindonesia | money.kompas | doktersehat | alamnhaj.or.id

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Merindukan Dawam Rahardjo, Sudah Sampai Mana Implementasi Ekonomi Kerakyatan? Sebelummnya

Merindukan Dawam Rahardjo, Sudah Sampai Mana Implementasi Ekonomi Kerakyatan?

Apakah TNI AL Perlu Mengoperasikan Kapal Induk? Selanjutnya

Apakah TNI AL Perlu Mengoperasikan Kapal Induk?

Putri Maulida
@putrimaulida

Putri Maulida

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.