Mouly Surya dan Jessica Alba Bakal Garap Film Netflix

Mouly Surya dan Jessica Alba Bakal Garap Film Netflix

Jessica Alba akan menjadi pemeran utama film Netflix garapan sutradara asal Indonesia, Mouly Surya © David Paul Morris/Bloomberg

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Kawan GNFI pasti tahu tentang kesuksesan film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak, kan? Kesuksesan film ini bukan hanya di Indonesia, tapi merambah ke festival film internasional.

Bahkan film ini pernah terpilih sebagai wakil Indonesia untuk bersaing dalam seleksi nominasi film berbahasa asing terbaik dalam 91st Academy Awards.

Meski belum berhasil sampai tingkat nominasi, namun Kawan GNFI tetap bangga, kan?

Atas prestasi film tersebut, sutradara film Marlina the Murderer in Four Acts, Mouly Surya ternyata dipercaya juga untuk menggarap salah satu film Netflix.

Mouly akan mengemban tugasnya untuk menyutradarai film aksi baru Netflix berjudul Trigger Warning.

Kabar membanggakan lainnya, Mouly rupanya akan berkolaborasi dengan salah satu aktris Hollywood papan atas, Jessica Alba.

Mouly Surya Akan Garap Film Netflix
Mouly Surya, sutradara asal Indonesia akan menyutradarai film Trigger Warning untuk Netflix © Dewimagazine.com

Melansir dari Twitter resmi Netflix, Jessica Alba didapuk menjadi pemeran utama dalam film action-thriller tersebut. Nantinya Alba akan memerankan karakter dokter hewan yang trauma atas kematian kakeknya dan mewarisi bar milik kakeknya. Tak lama kemudian ia akan menemukan fakta di balik kematian sang kakek.

Mengetahui kabar tersebut para warganet Indonesia langsung membanjiri Twitter Netflix dengan mengucapkan selamat kepada sutradara kondang berusia 39 itu.

Fakta menarik lainnya, ternyata Alba tidak hanya akan menjadi pemeran utama dalam Trigger Warning, melainkan dirinya juga akan berada posisi sebagai produser eksekutif film tersebut.

Tim Produser Papan Atas yang Terlibat

Melansir laman Variety, penulis naskah Trigger Warning akan melibatkan Josh Olson dan John Brancato. Sebelumnya, Olson diketahui menjadi penulis naskah film A History of Violence (2005).

Sedangkan Brancato sukses menulis naskah film Catwoman (2004) dan Terminator Salvation (2009) yang saat itu berkolaborasi dengan Michael Ferris.

Selain Jessica Alba yang menjabat sebagai produser eksekutif, produser kondang seperti Erica Lee dan Basil Iwanyk juga akan tergabung menjadi tim produser film ini.

Film Extraction Besutan Netflix
Film Trigger Warning diharapkan akan mengikuti jejak kesuksesan film pendahulu, Extraction © Imdb

Belum diketahui kapan film Trigger Warning akan ditayangkan secara resmi oleh Netflix. Namun penggarapan film ini disebut-sebut dan diharapkan akan mengikuti jejak kesuksesan pendahulunya seperti Spenser Confidential (2020) dan Extraction (2020) yang diperankan oleh Chris Hemsworth.

Kolaborasi antara Mouly Surya dan Jessica Alba juga disebut akan menghasilkan karya film yang keren. Pasalnya, melihat rekam jejak keduanya yang dianggap kerap berhasil meracik cerita yang menggugah para penonton.

Sudah jelas Mouly berhasil menggarap dan meracik cerita truma dalam Marlina. Sedangkan Jessica Alba dikenal sebagai aktris laga beberapa film seperti Dark Angel, Sin City, Fantastic Four, La Finest, dan Bad Boys.

Sesuai dengan yang dijelaskan Netflix, bahwa film Trigger Warning merupakan film action-thriller yang akan menceritakan seseorang yang memiliki trauma. Cerita trauma itu nantinya akan diracik oleh Mouly yang diperankan oleh Alba.

Bakal keren banget, nih!

Proyek Film Mouly Lainnya yang Dinanti

Novel Klasik Jalan Tak Ada Ujung
Novel klasik karya Mochtar Lubis akan difilmkan dan disutradarai Mouly Surya © Layar.id

Belakangan diketahui bahwa sebelum Netflix mengumumkan kabar tersebut, ternyata Mouly juga didapuk untuk menggarap film dari adaptasi novel klasik Indonesia berjudul Jalan Tak Ada Ujung karya Mochtar Lubis. Nantinya judul internasional filmnya adalah This City Is A Battlefield.

Novel tersebut mengisahkan tentang Isa, seorang guru yang hidup di masa pergolakan perang pascaproklamasi. Kondisi tersebut membuat Isa sering merasa kalut dan khawatir. Nantinya film ini akan menggambarkan situasi yang dikisahkan antara September 1946 hingga Juli 1947 di Jakarta.

Nampaknya, Mouly ini memang dipercaya untuk mengisahkan tentang trauma si tokoh, ya. Pasalnya Isa dalam novel tersebut juga digambarkan akan ketakutannya tentang peperangan, kemiskinan, dan masalah-masalah lain yang tersisa pasca kemerdekaan. Yang saat itu para penjajah belum seutuhnya hengkang dari Indonesia.

Cerita berlanjut saat Isa malah bergabung dengan gerilyawan dan diminta untuk mengantar surat dan senjata di tengah-tengah masa perjuangan mengusir para penjajah.

Diketahui film adaptasi novel pertama Mouly ini telah mendapatkan dukungan dari lembaga Hubert Bals Fund. Lembaga tersebut memang memiliki komitmen untuk mendukung pembuat film berbakat dari Afrika, Asia, Amerika Latin, Timur Tengah, dan negara-negara Eropa Timur yang memiliki proyek film lokal.

Tidak mudah mendapat pendanaan lembaga naungan Rotterdam International Film Festival itu. Dari total 480 proyek film yang mendaftar, proyek Jalan Tak Ada Ujung menjadi satu dari 11 yang terpilih. Ada beberapa elemen yang diseleksi, yakni kualitas artistik, potensi co-produksi internasional, serta distribusi internasional.

Melansir Screendaily, kabarnya production house Purin Pictures yang berbasis di Bangkok, Thailand juga akan turut memberi dukungan produksi film Mouly ini.

Nantinya, proyek film kategori fiksi Jalan Tak Ada Ujung akan mendapat pendanaan sebesar 30.000 dolar AS atau setara dengan Rp446 juta.

Tadinya, film ini diproyeksikan akan rampung pada 2020. Namun kondisi pandemi seperti sekarang, tampaknya membuat semua rencana akan tertunda.

Siapa yang sudah tidak sabar nunggu karya Mouly Surya?

--

Sumber: Infoscreening.co | Popculture.id | Kompas.com | Grid.id | Variety.com | Screendaily.com | Dewimagazine.com

--

Baca Juga:

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Digitalisasi BUMDes Mampu Majukan Perekonomian Desa di New Normal Sebelummnya

Digitalisasi BUMDes Mampu Majukan Perekonomian Desa di New Normal

Sejarah Hari Ini (15 Agustus 2009) - Karnaval Domba Laga Terbanyak di Garut Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (15 Agustus 2009) - Karnaval Domba Laga Terbanyak di Garut

Dini Nurhadi Yasyi
@dininuryasyi

Dini Nurhadi Yasyi

fiksidini.wordpress.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.