Indonesia Kembali Masuk Daftar Militer Terkuat di Dunia

Indonesia Kembali Masuk Daftar Militer Terkuat di Dunia

Para tentara nasional Indonesia (TNI) saat meneriakkan slogan TNI pada HUT TNI ke-70 di Cilegon, Banten, 2015 © Asiatimes.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Global Firepower kembali merilis daftar peringkat kekuatan militer dari 138 negara di dunia. Kabar membanggakan, ternyata kekuatan militer Indonesia masih sangat diperhitungkan di kancah internasional.

Berdasarkan data terbaru tahun 2020, dengan menggunakan 55 parameter individual untuk menentukan skor PowerIndex (PwrIndx) suatu negara, Indonesia menempati posisi peringkat ke-16 dari 138 negara.

Angka indeks atau PwrIndx yang didapat oleh Indonesia adalah 0,2544 dari nilai angka sempurna 0,0000.

Sebenarnya secara peringkat, Indonesia masih bertahan di posisi ke-16 jika dibandingkan tahun 2019. Hanya saja, Kawan GNFI patut bangga karena angka PwrIndx yang diraih cenderung meningkat.

Pada 2019, angka PrwIndx Indonesia adalah 0,2804. Itu artinya selama setahun, kekuatan militer Indonesia terus berkembang.

Di tingkat Asia, Indonesia menduduki peringkat ke-9. Di tingkat Asia Pasifik, Indonesia menduduki peringkat ke-8 dan berhasil mengungguli kekuatan militer Australia yang berada satu tingkat di bawah.

Kalau di tingkat Asia Tenggara, Indonesia masih tetap unggul bertahan di peringkat tertinggi. Disusul oleh Vietnam dengan PwrIndx 0,3559 dan Thailand dengan PwrIndx 0,3571.

Alutsista Laut Indonesia Menang Telak

Militer Angkatan Laut Indonesia
Para TNI Angkatan Laut saat HUT TNI ke-72, di Cilegon, Banten, 2017 © Jun Suzuki/Asia.Nikkei.com

Meski kalah jumlah di alutsista darat dan udara, namun yang membuat kekuatan militer Indonesia masih diperhitungkan adalah kekuatan alutsista lautnya (Merchant Marine). Dibandingkan 138 negara lainnya, Indonesia menduduki peringkat pertama untuk parameter alutsista lautnya.

Tidak heran sebenarnya, mengingat bahwa luas lautan Indonesia lebih luas dibandingkan luas daratan Indonesia. Luas daratan Indonesia mencapai 1.922.570 km persegi, sedangkan luas lautannya hampir tiga kali lipat dengan total 3.257.483 km persegi.

Masih melansir dari laporan Global Firepower 2020, angkatan laut Indonesia memiliki 7 frigate, 24 corvet, 5 kapal selam, 156 kapal patrol, dan 10 kapal perang. Total aset yang dimiliki adalah 282 aset.

Di bawah peringkat Indonesia, kekuatan alutsista laut Panama menjadi yang terkuat kedua. Selanjutnya diduduki oleh Jepang. Lalu China dan AS masing-masing menduduki peringkat empat dan lima dunia.

Padahal total aset yang dimiliki oleh China dan AS jauh lebih banyak dibandingkan Indonesia. Namun dunia memandang bahwa kekuatan militer laut Indonesia menjadi yang paling unggul.

Kekuatan Angkatan Laut Indonesia sebelumnya pernah membuat gentar Navy Seal milik AS, lho. Navy Seal memang rutin melakukan latihan bersama pasukan khusus TNI AL Detasemen Jalamangkara (Denjaka).

Dan setiap latihan itu pula Navy Seal dibuat geleng-geleng kepala mengingat latihan Denjaka tergolong ekstrem dan berbahaya oleh mereka. Salah satunya melakukan latihan menembak sasaran dalam jarak dekat dan saling berhadap-hadapan menggunakan peluru tajam.

Tidak aneh jika latihannya saja sudah keras, sudah pasti hasil latihannya pun membentuk kualitas militer yang lebih kuat.

Urusan Tembak Menembak, Indonesia Juga Juaranya

Militer Indonesia Juara Menembak di Australia
Tentara Nasioal Indonesia (TNI) saat menyabet juara umum Australian Army Skill-At-Arms Meeting (AASAM) 2018 © Dok. Dinas Penerangan TNI AD

Kawan GNFI pasti sudah tahu kalau urusan senjata dan menembak, negeri ini jadi juaranya. Bahkan di ajang Australian Army of Skill Arms at Meeting (AASAM), tahun 2019 Indonesia kembali juara umum ajang tersebut untuk yang ke-12 kalinya.

Ajang lomba menembak itu rutin dilakukan oleh pihak Australia dengan mendatangkan pasukan militer dari 20 negara di seluruh dunia. Selain karena kemampuan penembaknya, ternyata ajang ini juga menunjukkan bahwa senjata produksi dalam negeri mampu bersaing di kancah internasional.

Dalam hal ini adalah senjata PT. Pindad Persero yang kerap menyuplai persenjataan pasukan militer Indonesia, khususnya pasukan angkatan darat. Salah satu senjata yang dipakai pada ajang tersebut adalah jenis SS2-V4 Heavy Barel dengan amunisi kaliber 5.56 mm.

Pada ajang tersebut, Indonesia berhasil mengalahkan peserta dari Australia, Malaysia, Selandia Baru, Korea Selatan, AS, Prancis, Kanada, Jepang, dan Vietnam.

Tanpa Senjata Api, Pasukan Elite Juga Mampu Lumpuhkan Lawan

Pasukan Elite TNI
Pasukan Elite TNI © Google Image/Partukkoan.com

Mereka adalah Raider dan Peleton Intai Tempur (Tontaipur) yang merupakan pasukan elite angkatan darat Indonesia. Pasukan elite ini dinilai istimewa karena mereka mampu melumpuhkan lawan dengan tidak menggunakan senjata api, melainkan senjata tradisional yang disebut Sumpit.

Jangan dianggap remeh! Karena sumpit yang digunakan memiliki panjang 1,9-2,1 meter yang memiliki tiga bagian utama yang menjadi senjata. Yaitu yang berbentuk pipa, anak sumpit, dan mata tombak di ujung depan.

Senjata tradisional ini terkenal sangat mematikan karena anak sumpit akan dilumuri racun kalajengking, ular, dan racun mematikan lainnya. Dan jarak jangkauan tembakannya bisa mencapai puluhan meter.

Inilah keunikan Raider dan Tontaipur. Mereka hanya diturunkan untuk operasi khusus, yaitu operasi senyap. Keduanya sangat terlatih untuk melakukan serbuan cepat, intelijen, gerilya, dan anti-gerilya.

Senjata sumpit ini tercatat pernah menumbangkan empat anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dalam operasi Rencong.

Mengingat “kecanggihan” senjata tradisional ini dalam melumpuhkan lawan, maka materi penggunaan sumpit diketahui menjadi salah satu dari pendidikan pasukan elite TNI hingga saat ini.

--

Sumber: Global Firepower Report 2020 | Republika | Tribun | Grid.id | Liputan6.com

--

Baca Juga:

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga75%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang8%
Pilih Tak PeduliTak Peduli2%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi2%
Pilih TerpukauTerpukau13%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Perlombaan Menemukan Vaksin Covid-19 adalah Masalah Nasionalisme Sebelummnya

Perlombaan Menemukan Vaksin Covid-19 adalah Masalah Nasionalisme

Tren Sepekan: Warna Warni Durian hingga Kepunahan Pesut Mahakam Selanjutnya

Tren Sepekan: Warna Warni Durian hingga Kepunahan Pesut Mahakam

Dini Nurhadi Yasyi
@dininuryasyi

Dini Nurhadi Yasyi

fiksidini.wordpress.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.