Mulai Juli, Bus Batik Solo Trans Gratis hingga Akhir Tahun 2020

Mulai Juli, Bus Batik Solo Trans Gratis hingga Akhir Tahun 2020
info gambar utama

Kawan GNFI dari kota Kota Solo/Surakarta dan sekitarnya tampaknya bakal semringah nih. Pasalnya salah satu transportasi umum andalan kota Solo akan digratiskan pihak berwenang.

Ya, warga Solo bakal menikmati layanan gratis dari transportasi umum Bus Rapid Transit (BRT) yakni bus Batik Solo Trans atau BST. Layanan gratis ini bukan sehari atau dua hari, melainkan berjalan hingga akhir 2020 dan mulai start pada awal bulan Juli. Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dan Kementerian Perhubungan bakal merilis ulang layanan BST pada Sabtu (4/7/2020).

Peluncuran ulang itu terkait penerapan program buy the service atau pembelian layanan transportasi massal perkotaan yang membuat tarifnya gratis hingga Desember nanti. Meskipun peresmian berlangsung Sabtu, naik BST tanpa biaya bakal berlaku lebih awal, yakni pada Rabu (1/7/2020).

Halte Batik Trans Solo di Jalan Slamet Riyadi, Solo.
info gambar

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Hari Prihatno, mengatakan kontrak buy the service bus BST antara PT Bengawan Solo Trans dengan Kemenhub dilakukan Rabu sehingga tarif gratis berlaku awal Juli.

''Ketentuannya memang per awal Juli, tapi dengan beberapa pertimbangan peresmian dilakukan Sabtu. Tapi yang jelas BST Koridor 3 dan 4 bebas biaya sampai Desember. Selama tiga hari uji coba sebelum peluncuran ulang akan ada evaluasi guna melengkapi sarana dan prasarana pendukung,'' terang Hari dikutip GNFI dari Solopos.

Butuh Tambahan Armada Bus Medium 40 Kursi

Bus BST sudah beroperasi sejak 1 September 2010 oleh Joko Widodo alias Jokowi yang saat itu menjabat sebagai Wali Kota Solo. Sejak 25 Februari bus BST yang semula hanya ada dua koridor kini jumlah trayeknya bertambah menjadi 8 koridor.

Untuk tarif perjalanan reguler adalah Rp 4.500 per orang dan Rp 2.000 per orang khusus untuk pelajar. Sedangkan untuk penumpang yang naik dan atau turun dari dan ke bandar udara Adi Soemarmo, Solo, dikenakan tarif sebesar Rp 25.000 per orang. Cara pembayarannya tidak jauh berbeda dengan BRT di kota-kota Indonesia yang lain, yakni memakai uang elektronik.

Terkait layanan bus yang terbaru, BST Koridor 3 dan 4 dinyatakan gratis, tetapi aturan itu belum berlaku untuk Koridor 1 dan 2. Hal itu dikarenakan belum siapnya armada yang digunakan. Kemenhub menghendaki bus ukuran medium berkapasitas 40 kursi.

Penerapan program buy the service dengan tarif gratis di dua koridor BST Solo itu paling cepat ada Agustus. ''Keinginan wali kota pada 17 Agustus nanti, tapi praktiknya tergantung kesiapan armada baru. Kalau tanggal itu belum selesai, ya mundur lagi. Nah, kalau sudah diluncurkan ulang, Koridor 1 dan 2 bisa menyusul gratis'' jelas Hari.

Saat ini, PT BST tengah menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung jelang uji coba dan peluncuran ulang. Di antaranya pemasangan GPS, closed circuit television (CCTV), dan peranti pelengkap protokol kesehatan.

Direktur PT Bengawan Solo Trans, Sri Sadadmojo, mengatakan upaya rebranding bus BST setelah penerapan program buy the service dengan tarif gratis adalah memasang stiker tokoh wayang orang di bodi bus. ''Kami masih terus menyiapkan. Bus Koridor 3 dan 4 yang dioperasikan lebih awal masih pakai armada lama. Nah di Koridor 1-2 karena belum mulai, masih pakai tarif normal,'' ujar Sri.

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno, menilai program buy the service dapat membantu mengurangi beban pengusaha angkutan umum di daerah.

Standar Minimal Layanan di Tengah Pandemi

Kendati begitu, sejumlah standar minimal wajib ditetapkan agar layanan angkutan, dalam hal ini bus BST, memiliki kualitas dan pelayanan yang prima meski gratis

Standar itu di antaranya di bidang keamanan, memastikan ketersediaan kamera CCTV, kartu pengenal pengemudi dan tombol hazard. Keselamatan, misalnya ada SOP Pengoperasian kendaraan, SOP Keadaan Darurat.

Kenyamanan, misalnya suhu dalam bus, kebersihan, lampu penerangan. Keterjangkauan, yaitu aksesibilitas mudah dan tarif yang terjangkau. Lalu aspek lain ialah kesetaraan, yakni ketersediaan kursi prioritas. Ada pun BST juga berupaya meningkatkan aspek keteraturan, yakni waktu tunggu yang pasti, kecepatan perjalanan, dan waktu berhenti di halte.

Berhubung sedang masa pandemi virus corona atau Covid-19 di Indonesia, kesehatan juga diperhatikan. Salah satu cara pelaksanaan pencegahan virus di atas bus ialah memasang kamera yang dapat mendeteksi suhu tubuh penumpang masuk ke dalam bus, dan menyemprot armada bus dengan disinfektan sebelum beroperasi.

''Jalur akses pelanggan juga harus tersedia, misalnya info rute, halte, juga aplikasi agar pengguna dapat mengetahui informasi real time posisi bus,'' tutur Sri.

Referensi: Anekatrip.com | Solopos.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini