New Normal, Kabar Baik atau Buruk ?

New Normal, Kabar Baik atau Buruk ?

Ilustrasi jalanan© Unsplash/Adrian Pranata

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Kurang lebih sudah empat bulan lamanya pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Pemerintah menerapkan kebijakan membatasi kegiatan di luar rumah dengan mengikuti imbauan penerapan aturan Physical Distancing, yang dianjurkan oleh WHO dan Pemerintah Indonesia.

Dengan begitu, pemerintah pun menerapkan kebijakan WFH (Work From Home) atau bekerja dari rumah untuk membatasi interaksi di luar rumah.

Pemerintah juga sempat menerapkan kebijakan pelarangan mudik yang dilakukan saat akhir april sampai akhir mei lalu, atau bertepatan sebelum puasa dan sampai akhir lebaran.

Pelarangan ini berguna untuk memutus penyebaran Covid-19 yang ditakutkan akan terjadi jika mudik dilakukan. Kemudian, pemerintah juga melakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di beberapa kota besar Seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung.

Namun, belakangan ini Pemerintah Indonesia memberi kebijakan baru, yaitu New Normal kepada beberapa daerah yang memang kasus Covid-19-nya sudah terkendali.

Apakah New Normal sebuah kabar baik atau kabar buruk ?

Seperti yang Kawan GNFI ketahui, new normal merupakan sebuah kenormalan baru atau gaya hidup baru yang akan dilakukan di kehidupan kedepannya.

Dalam kondisi saat ini, ada kebiasaan baru yang harus dilakukan jika Kawan GNFI akan melakukan aktivitas ke luar rumah, yaitu dengan menerapkan protokol kesehatan.

Mulai dari menjaga jarak minimal 1 meter, menghindari kerumunan, menggunakan masker jika keluar rumah, membawa hand sanitizer ke mana pun kita pergi.

Dibalik itu semua, tentunya new normal ini sebuah kabar baik bagi masyarakat Indonesia. Dengan begitu, sudah banyak sektor yang mulai diperbolehkan buka seperti cafe, restoran, dan pusat perbelanjaan sekalipun.

Mampukah Indonesia menerapkan New Normal ?

Sebuah penerapan kebiasaan baru yang sederhana namun perlu pembiasaan kedisplinan. Jika memakai masker dan rajin mencuci tangan dilakukan di luar rumah, sekali atau pun dua kali mungkin bisa.

Akan tetapi, bagaimana dengan seterusnya? Apakah bisa terus dilakukan? Mungkin bagi sebagian orang merasa bosan menerapkan kebiasaan tersebut. Tentunya, perlu kesadaran dalam pembiasaan baru ini, melihat kasus Covid-19 semakin hari semakin tinggi.

Tidak hanya pemerintah saja yang harus berperan, masyarakat pun perlu sama-sama berperan saling bergotong royong.

New normal sebagai kenormalan baru dalam kehidupan justru menuntut kita untuk mengubah beberapa kebiasaan menjadi lebih baik. Lebih memmerhatikan kebersihan diri, terutama saat hendak keluar dan dari luar rumah.

Apa tujuannya diterapkan New Normal?

Kurang lebih tiga bulan lalu, beberapa sektor terhenti dengan adanya pandemi ini. Salah satunya para pekerja atau usaha harian yang mengandalkan hasil harian untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Dengan adanya new normal ini, diharapkan bisa membuka lagi usaha atau kerja harian untuk mengembalikan ekonomi yang sempat terhenti tiga bulan belakangan.

Mari bekerja sama demi memutus rantai penyebaran Covid-19 ini. Dengan tetap menerapkan Physical Distancing dan juga protokol kesehatan.

Keluar rumah? Boleh. Asalkan selalu menerapkan protokol kesehatan dan menjauhi kerumunan. Semoga dengan adanya new normal, ini semua wilayah di Indonesia bisa kembali seperti semula.*

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Peringkat 2 Dunia, Inilah Penantang "Silicon Valley" dari Indonesia di Masa Depan Sebelummnya

Peringkat 2 Dunia, Inilah Penantang "Silicon Valley" dari Indonesia di Masa Depan

Kerupuk Melarat Cirebon, Camilan Unik yang Digoreng Tanpa Minyak Selanjutnya

Kerupuk Melarat Cirebon, Camilan Unik yang Digoreng Tanpa Minyak

Abu Khair Zamroni
@aby99

Abu Khair Zamroni

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.