Pertama di Dunia, Akan Ada Distrik Little Indonesia di Amerika Serikat

Pertama di Dunia, Akan Ada Distrik Little Indonesia di Amerika Serikat
info gambar utama

Kertas-kertas blueprint konsep Little Indonesia itu sudah diajukan oleh Raude Raychel, presiden Indonesian Community Connect, kepada seluruh pihak yang akan terlibat dalam sebuah konsep perdana ini.

Ini merupakan upaya untuk membentuk sebuah persetujuan di akhir tahun 2020 sehingga pembangungan bisa dimulai di awal tahun 2021 nanti.

Proyek besar ini adalah mengubah salah satu distrik menjadi distrik khusus yang dinamakan Little Indonesia.

Lokasi yang akan diusulkan untuk penempatan gerbang selamat datang nantinya tepat berada di seberang Aclara, jalur utama atau Main Street di Somersworth, Kota Somersworth, New Hampshire, Amerika Serikat.

Pasalnya pada distrik itu hanya ditempati beberapa bangunan kosong dan beberapa deretan kawasan bisnis yang justru semakin sepi.

‘’Kami ingin menjadikan ini sesuatu yang hebat,’’ ungkap Raychel dengan antusias dikutip dari Fosters.

Somersworth Akan Jadi Distrik ‘’Favorit’’ Orang Indonesia

Blueprint Little Indonesia
info gambar

Sebenarnya, konsep Little Indonesia sudah diresmikan pihak Indonesian Community Connect dan pemerintah kota Somersworth pada Mei lalu. Peresmian ini juga tentu dihadiri oleh Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat.

Ide umumnya adalah sebuah kerja sama antara pemerintah Indonesia dan pemerintah kota Somersworth untuk mempromosikan budaya dan bisnis Indonesia. Ini juga akan membantu pembangunan ekonomi Somersworth dan meningkatkan angka wisatawan ke kota itu.

Terutama untuk menarik wisatawan Indonesia.

Wajar saja, dari 11.000 orang warga Somersworth, 2.000 di antaranya diketahui merupakan imigran dan keturunan asal Indonesia. Kondisi ini menjadikan Somersworth sebagai salah satu kota dengan populasi Indonesia terbesar di utara Manhattan.

Nantinya distrik Little Indonesia akan diwarnai dengan mural batik tradisional. Selain itu nantinya juga akan dipasang instalasi seni tiga dimensi yang menggambarkan seni khas Indonesia.

Tak lupa juga akan ada toko-toko kerajinan dan makanan khas Indonesia. Bahkan Patung Presiden Soekarno dan beberapa tokoh Indonesia lainnya juga akan didirikan di sana.

Proyek ini diperkirakan akan menghabiskan total biaya sekitar 580.000 dolar AS yang berasal dana dari pemerintah Indonesia dan kota Somersworth. Proyek ini diperkirakan akan selesai dalam waktu tiga tahun.

Pembangunannya pun digarap serius karena melibatkan banyak profesional serta beberapa mahasiswa magang Universitas New Hampshire.

Proposal final ke Dewan Kota Somersworth juga akan selesai pada musim gugur tahun ini, yaitu pada bulan September.

Selain itu, Wali Kota Somersworth, Dana S. Hilliard, juga sudah membentuk komite khusus untuk mengawasi proyek tersebut. Ini merupakan dukungan yang ke sekian kali dari Hilliard kepada komunitas Indonesia di kotanya.

Bahkan jalinan spesial ini sudah terbentuk sejak Hilliard pertama kali menjadi wali kota Somersworth.

Ikrar Setia Wali Kota Somersworth

Dana S. Hilliard
info gambar

Kamis, 7 Januari 2016, suasana berlangsung khidmat di ruangan City Hall Somersworth. Warga kota Somesworth berdatangan membuat sesak seluruh ruangan.

Mereka ingin melihat dan mendengar secara langsung Ikrar Setia yang akan dikatakan oleh pemimpin yang akan mengemban tugas untuk kedua kalinya dalam dua periode berturut-turut.

Dana S. Hilliard malam itu diangkat menjadi Wali Kota Somersworth dan akan diambil lagi sumpah Ikrar Setia menjadi pemimpin wilayah.

Dari deretan warga yang memenuhi ruangan City Hall Somersworth, terlihat beberapa sosok warga Indonesia yang ikut dalam prosesi khidmat itu.

Salah satunya Konsul Penerangan, Sosial dan Budaya, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), New York, Benny Y.P. Siahaan.

Benny mengaku diundang khusus oleh Hilliard untuk hadir dalam acara pelantikan dirinya.

Bukan tanpa alasan, Benny justru dianggap penting kehadirannya dalam momen krusial itu. Bahkan hanya Benny dan beberapa diaspora Indonesia, merupakan satu-satunya perwakilan negara asing yang hadir pada acara tersebut.

Rupanya Hilliard akan mengucap Ikrar Setia memimpin kota Somersworth menggunakan bahasa Indonesia. Diketahui Hilliard memang terkenal dekat dengan komunitas Indonesia di Somersworth yang baru berjumlah 500 orang kala itu.

Ya, Hilliard sudah memperlakukan Indonesia dengan spesial sejak lama. Pembacaan janji wali kota dalam bahasa Indonesia adalah awal momentum yang memperlihatkan bagaimana Somersworth begitu erat dengan masyarakat Indonesia di sana.

Pertama Kali Menggunakan Bahasa Indonesia

Dana S. Hilliard
info gambar

‘’Aku berikrar setia kepada bendera Amerika Serikat dan kepada Republik yang berbangsa satu, berdaulat, merdeka, dan berkeadilan untuk semua.’’

Pembacaan janji setia berbahasa Indonesia itu dilakukan oleh seorang pelajar kelas menengah Somersworth bernama Abigail Johan.

Sangat unik memang. Mengingat mayoritas masyarakat kota Somersworth adalah keturunan Perancis. Biasanya pembacaan janji setia itu dibacakan dalam bahasa Inggris dan bahasa Perancis sebagai bahasa kedua yang kerap digunakan di sana.

‘’Beliau yang berinisiatif agar ikrar setia (pledge of allegiance) juga disampaikan dalam bahasa Indonesia,’’ ungkap Benny kepada Antara.

Sejak 2013 di masa kepemimpinan sebelumnya, Hilliard yang terkenal supel, terbuka, serta mendukung toleransi keberagaman budaya di kota tersebut memang sudah menjalin kerjasama antara pemerintah dan KJRI New York.

Salah satunya dengan menggandeng komunitas Indonesia dalam memperkenalkan budaya-budaya Indonesia di kota tersebut.

Kerjasama itu antara lain mencakup pengenalan bahasa Indonesia, seni, dan budaya, melalui pagelaran seni yang diselenggarakan komunitas Indonesia yang didukung oleh KJRI New York dan Pemerintah Kota Somersworth.

Hingga akhirnya bentuk kerjasama itu berlanjut sampai di teken kontrak pembangunan distrik Little Indonesia di salah satu sudut kota Somersworth.

Jualan baso aci kayaknya seru nih!

--

Sumber: Fosters | Antara | IndonesianLantern.com

--

Baca Juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini