Taman Pholeuw, Tempat Angker yang Kini Jadi Penawar Keindahan Panorama Papua

Taman Pholeuw, Tempat Angker yang Kini Jadi Penawar Keindahan Panorama Papua
info gambar utama

Kawan GNFI, kita semua sudah mengetahui Papua menjadi pulau atau provinsi yang kaya akan alamnya. Latar belakang keindahan alamnya inilah yang menjadi penggoda wisatawan tergoda untuk berkunjung.

Namun, memfilter tempat-tempat yang pantas dikunjungi harus dilakukan wisatawan. Karena tidak semua tempat indah di Papua bisa disambangi mengingat beberapa destinasi masih kesulitan untuk diakses.

Letak Taman Pholeuw.
info gambar

Mungkin Taman Pholeuw (Pholeuw Park) bisa menjadi salah satu yang pantas dikunjungi terkait akses. Tidak susah, karena taman yang dibuka pada Agustus 2020 ini dekat dengan jalan raya. Namun jangan salah, meskipun tak jauh dari keramaian, taman ini tetap menawarkan keindahan panorama Papua.

Dulunya Tebar Kesan Angker

Taman Pholeuw terletak di wilayah kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Letak lebih tepatnya berada di pinggir Danau Sentani, di kampung Telagamaya, dekat ruas Jalan Raya Abepura.

Dikutip GNFI dari Ceposonline, taman ini dibangun di bukit bernama Pholeuw. Dulunya tempat ini menebar kesan angker karena dikenal gersang dan seolah sepi tidak bertuan. Belum lagi mereka yang kerap melintasi jalan di daerah tersebut sering dihalangi kabut gelap yang pekat. Tebing tinggi di sebelah atas jalan diapiti landasan curam di sisi lain jalan itu, semakin mengisyaratkan dan menggambarkan betapa angkernya daerah kecil itu.

Di situ pula terpajang sebuah mobil bekas kecelakaan yang dibuat seperti sebuah monumen peringatan. Mobil ringsek berat diletakan di atas sebuah coran semen semacam tugu, dihadapkan ke jalan lintas Abepura-Sentani sebagai tanda peringatan untuk berhati-hati ketika melintas.

— Izak Randi Hikoyabi (@randi_izak) August 8, 2020

Terlepas dari sekelumit cerita soal bukit Pholeuw, kini tempat itu sudah berubah menjadi cantik. Pholeuw yang dulunya hanya gundukan bebatuan gersang saat inisudah bertransformasi menjadi taman yang indah. Sesuai namanya pula, taman itu diberi nama Taman Pholeuw. Pemandangan momen matahari terbenam (sunset) di tanah Papua menjadi yang ditawarkan taman ini.

Diresmikan pada HUT ke-75 RI

Bertepatan dengan momen HUT ke-75 Republik Indonesia (RI) pada Senin (17/8/2020) malam, Taman Pholeuw diresmikan langsung oleh Bupati Kabupaten Jayapura, Mathius Awoitauw. Sebelum dilakukan peresmian, Mathius Awoitauw bersama seluruh Perangkat Daerah (PD), dan para tamu undangan mengikuti siaran langsung upacara penurunan bendera yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, melalui layar TV, dan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti peresmian.

''Kita berharap taman yang berada di tepi danau Sentani ini bisa menjadi salah satu tempat rekreasi dan hiburan yang strategis bagi masyarakat yang berkunjung ke Kabupaten Jayapura, maupun masyarakat Kabupaten Jayapura, untuk bisa menikmati keindahan alam danau Sentani,'' ucap Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw dalam Sambutanya pada kesempatan itu.

Peresmian Taman Pholeuw
info gambar

Menurutnya, sebagai masyarakat yang berada di Kota, tentunya perlu menikmati tempat-tempat seperti ini. Sehingga Taman Pholeuw layak merupakan tempat yang layak berada di Kota Sentani. ''Saya pikir sudah sewajarnya Kota Sentani memiliki tempat seperti ini. Oleh sebab itu kami menghadirkan Taman Pholeuw untuk Kota Sentani, supaya tempat ini bisa menjadi tempat yang berkesan bagi orang yang datang berfoto-foto di sini,'' pungkasnya.

Jadi Destinasi Andalan untuk Gelaran PON XX

Taman Pholeuw yang diresmikan itu memiliki luas tanah seluas 6.500 persegi, dari kesediaan tanah 7.000 meter persegi. Keberadaan taman ini masih ada hubungannya dengan gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di mana Papua menjadi tuan rumahnya pada 2021. "Taman ini juga akan menjadi salah satu destinasi wisata pada ajang pagelaran PON XX di Kabupaten Jayapura, agara para tamu yang datang bisa menikmati taman ini," jelas Mathius.

Kepala Dinas Perumahan, Pertanahan, dan Kawasan Permukiman Kabupaten Jayapura, Terry F. Ayomi, menjelaskan anggaran yang dikeluarkan untuk pemetaaan tanah Taman Pholeuw rinciannya sebesar Rp 2.061.430.000. Sementara itu untuk pembangunan Taman Pholeuw Park bagian atas menelan anggaran sebesar Rp 5.560.416.000

''Kalau untuk tahap berikut di tahun 2021 yang akan kita bangun di sisi bagian bawah, yakni bagian taluk di tepi Danau Sentani akan menelan anggaran sebesar delapan miliar,” ungkap Terry.

Taman Pholeuw ke depannya akan dikelola oleh pihak ketiga. Nantinya akan ada berbagai tempat-tempat usaha di wilayah ini untuk memajukan perekonomian daerah Kabupaten Jayapura.

Cukup Bayar Parkir

Taman Pholeuw sudah dilengkapi pagar besi, tetapi pengunjung harus tetap waspada, terutama yang membawa anak-anak. Karena di bagian depan taman terdapat jalan utama yang selalu ramai dilintasi kendaraan. Kemudian bagian belakang taman juga terdapat tanah curam berhadapan langsung ke Danau Sentani.

Tidak ada biaya masuk ke Taman Pholeuw. Pengunjung cukup bayar parkir di lahan parkir yang sudah disediakan dan dijaga oleh petugas. Setiap pengunjung hanya dikenakan biaya parkir Rp 1.000 untuk motor dan Rp 2.000 untuk mobil.

Taman Pholeuw.
info gambar

''Kita masih berusaha untuk membangun beberapa fasilitas pendukung lain sampai di tepi Danau Sentani, tapi taman ini sudah mulai dioperasikan,'' kata Terry Ayomi.

Sejak diresmikan, taman itu sudah dibuka untuk umum. Pemkab Jayapura berharap agar para pengunjung atau siapapun yang mendatangi tempat itu wajib menjaga kebersihan, terutama ludah pinang supaya tidak berhamburan di mana-mana. ''Kami berharap supaya masyarakat bekerja sama menjaga keindahan taman ini dengan tidak membuang sampah sembarangan dan ludah pinang, karena kami sudah siapkan wadah khusus,'' ungkap Terry.

---

Referensi: Ceposonline.com | Lintaspapua.com | Papua.Antarafoto.com

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini