Sejarah Hari Ini (17 Oktober 2003) - Ekspedisi "Satu Indonesiaku" Effendy Soleman

Sejarah Hari Ini (17 Oktober 2003) - Ekspedisi "Satu Indonesiaku" Effendy Soleman
info gambar utama

Petualang laut yang cukup dikenal di Indonesia, Effendy Soleman, sudah melakukan pelayarannya sejak tahun 80-an.

Jauh-pendek rute pelayaran pernah dilakukan Effendy, dari mulai perairan dalam negeri sampai perairan negeri tetangga.

Pada 17 Oktober 2003 contohnya, ia pernah melakukan ekspedisi yang bertajuk “Satu Indonesiaku” menuju Bangka Belitung.

Saat itu, Effendy dilepas oleh Menteri Departemen Kelautan dan Perikanan, Rokhmin Dahuri di pantai Marina, Ancol, Jakarta Utara.

Effendy memutuskan untuk menjalani etape pertama yang mengambil rute Jakarta – Tanjung Pandan (Belitung) – Toboali (Bangka) – Muntok (Bangka Utara) – Sungai Tak Ning (Riau) – Pulau Rupat (Bengkalis) – Dumai (Riau) – Banten – Jakarta.

Saat berlayar, tak jarang Effendy mengalami rintangan. Seperti kondisi cuaca yang buruk, perahu bocor, terkena malaria, sampai dikira mata-mata oleh kepolisian air Malaysia. Namun hati Effendy tampaknya tertambat di laut.

Tidak sekadar berlayar, Effendy yang terbiasa berekspedisi seorang diri ini kerap mengkampanyekan pada generasi muda ilmu mengarungi dan mencintai lautan di negara maritim ini.

Effendy sendiri sudah melakukan perjalanan terjauh dari Sabang hingga Merauke pada 2011.

Petualangan terakhirnya dilakukan pada 2013 dengan tajuk ekspedisi Nusa Bali-Brunei Darussalam.

Meskipun usianya saat itu 62 tahun, tetapi ia tetap menyebarkan semangat bahari kepada pemuda Indonesia.

Pada 9 Juli 2014, Effendy Soleman meninggal dunia pada usia 63 tahun.

Walaupun sudah tiada, perahu Cadik Nusantara yang biasa menemani sang pelaut ulung Indonesia tersebut masih bisa disaksikan di Museum Bahari Jakarta.

---

Referensi: National Geographic Indonesia

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini