Menjadi Duta Indonesia Saat Belajar di Negeri Para Peneliti

Menjadi Duta Indonesia Saat Belajar di Negeri Para Peneliti
info gambar utama

Negeri Ratu Elizabeth ini memang kerap menjadi kiblat dan menjadi tempat incaran bagi siapapun yang haus akan ilmu pengetahuan dan penelitian. Inggris memang telah dikenal luas di dunia karena memiliki sejarah panjang institusi pendidikannya.

Memiliki universitas-universitas tertua dan termapan di dunia, Inggris pun dalam sejarahnya telah melahirkan ilmuwan-ilmuwan ternama yang telah memberikan banyak dampak terhadap sistem pendidikan di dunia.

Bukan hanya berlatar belakang orang Inggris, banyak lulusan universitas Inggris yang berlatar belakang negara asing yang setelah mengenyam pendidikan dan kembali ke negerinya banyak memberikan kontribusi besar bagi negerinya. Atau bahkan menjadi local heroes bagi lingkungan setempatnya.

Alasan ini pula yang melatarbelakangi Ilma Aulia Zaim, mojang dari tanah Sunda yang empat tahun berada di Inggris, yang berkesempatan untuk mengenyam pendidikan doktoralnya di Inggris. Tepatnya di Middlesex University, London. Ilma adalah salah satu pemuda Indonesia yang membuktikan bahwa dirinya mampu berkontribusi di dunia pendidikan, termasuk di salah satu negara paling maju di Eropa itu.

Tidak Dikenal Sebagai Seorang Indonesia

Selama mengenyam pendidikan di London, Ilma bahkan diberikan kepercayaan untuk menjadi salah satu dosen mata kuliah Creative Branding and Tourism untuk mahasiswa undergraduate di tingkat tiga di kampus tempat dia menyelesaikan studi doktoralnya. Sektor marketing turisme memang menjadi salah satu topik yang membuat Ilma selalu bersemangat untuk menjalaninya.

Pasalnya, dia menyadari bahwa dia kini telah menjadi diaspora Indonesia yang secara langsung memiliki kewajiban moral untuk menjadi duta Indonesia untuk Inggris. Bukan hanya sebatas menjaga nama baik, tapi Ilma sadar bahwa dia juga punya kewajiban untuk memperkenalkan Indonesia di mata orang Inggris.

Apalagi Ilma sempat dibuat heran setelah salah satu temannya mengatakan, ‘’Kamu orang Indonesia pertama yang saya kenal.’’

‘’Saya kaget. Bukannya banyak orang Indonesia ya di UK (United Kingdom),’’ ungkapnya pada sesi bincang-bincang Membumi Lestari pada Diaspora Series bertajuk London’s Calling: Studying, Lecturing pada Selasa, 3 November 2020.

Meski sudah mengetahui bahwa banyak pelajar Indonesia di Inggris, Ilma mengaku cukup kaget ternyata Indonesia tidak terlalu banyak dikenal di Inggris. Kenyataan ini dia dapatkan pada 2017 silam, saat dia membuat suatu video persembahan HUT RI ke-72.

Ilma datang ke Trafalgar Square, tempat yang menjadi ikon London yang Ilma sebut sebagai ‘’alun-alun’’nya London. Di tempat ini banyak para turis yang datang hanya sekadar mengabadikan momen dan mengambil foto.

‘’Itu tahun pertama saya di London. Saya ingin tahu seberapa besar mereka tahu tentang negara saya,’’ ungkap Ilma.

Dan ternyata banyak yang tidak tahu tentang Indonesia. Kalau pun ada, turis yang dari Belanda yang hampir mendekati benar tentang pengetahuan mereka soal Indonesia. Ilma menganggap wajar karena mereka tahu bahwa negerinya memiliki sejarah panjang dengan Indonesia. Komunitas Indonesia pun sudah mulai banyak dan besar di Belanda.

Dari sekian turis, mayoritas mereka belum mengenal lebih jauh tentang Indonesia. ‘’Bahkan ada yang menyebutkan Bali itu di India. Itu yang menjadi concern saya untuk mengenalkan Indonesia. Ternyata Indonesia belum dikenal dengan baik oleh dunia,’’ tutur Ilma.

Jurnal-jurnal yang membahas soal Indonesia pun ditemukan sangat sedikit oleh Ilma. Kalau pun ada, topik tentang Bali masih menjadi yang paling dikenal.

‘’Secara umu, sejauh yang saya tahu memang masih sangat under research. Masih sangat segmented hanya bicara soal Bali. Sehingga orang-orang sini hanya tahu Bali,’’ katanya.

Jika ditanya hal apa lagi yang menjadi persepsi besar orang Inggris terhadap Indonesia, maka yang kedua adalah, ‘’One of the biggest moslem country in the world. Kayaknya dua itu [bersama Bali] yang paling saya temui,’’ ungkap Ilma.

Duta Indonesia yang Belajar dari Inggris

Duta Indonesia Belajar dari Inggris
info gambar

Sebagai salah satu diaspora Indonesia yang mendapat kesempatan belajar di Inggris, Ilma pun tak menafikan bahwa Indonesia perlu banyak belajar dari Inggris. Terutama dari sisi iklim dan sistem pendidikan. Ilma mengaku sangat kagum dengan bagaimana pemerintah dan para pemangku kepentingan di Inggris yang banyak membuat kebijakan hingga platform yang mendukung iklim riset di sana.

‘’Kalau masuk ke website universitas saja banyak sekali grant (dana hibah) yang me-support berjalannya research. Tidak hanya untuk mahasiswa tapi juga untuk dosen-dosennya. Sehingga iklim research-nya terbentuk dan tumbuh,’’ tuturnya.

Hingga pada akhirnya Ilma pun berkesimpulan bahwa Indonesia juga perlu untuk menambahkan iklim riset. Dia tidak menafikan bahwa universitas-universitas di Indonesia sudah sangat banyak yang memiliki kredibilitas yang baik. Hanya saja butuh mengembangkan iklim risetnya.

‘’Researcher-researcher yang berkualitas yang bisa menghasilkan solusi dan research yang impactful dibidangnya masing-masing,’’ kata Ilma.

Tidak menutup kemungkinan, hal ini bisa menjadi salah satu cara Indonesia untuk mengenalkan negeri ini kepada dunia. Tidak hanya kaya akan keindahalan alam dan spot pariwisata yang banyak, sistem pendidikan Indonesia bisa menjadi salah satu sektor yang bisa menarik perhatian.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini