Sejarah Hari Ini (19 November 1953) - Masjid Al-Azhar, Terbesar Pertama Sebelum Istiqlal

Sejarah Hari Ini (19 November 1953) - Masjid Al-Azhar, Terbesar Pertama Sebelum Istiqlal
info gambar utama

Daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mulai dikerahkan pembangunannya pada 1950-an.

Pemekaran wilayah Kebayoran diupayakan menjadi sebuah kota satelit baru dengan menghadirkan lanskap hijau, jalan beraspal, dan segala infrastruktur yang menunjang penduduk kota.

Salah satu yang dibangun ialah Masjid Agung Al-Azhar.

Masjid yang terletak di pinggir Jalan Sisingamangaraja ini diprakarsai oleh 14 orang tokoh partai Masyumi.

Selain masjid, sekolah Islam juga disarankan didirikan di tempat tersebut.

Masjid Al-Azhar yang dulunya menyandang nama Masjid Agung Kebayoran Baru.
info gambar

Atas saran tokoh ulama Indonesia dan aktivis Islam, Buya Hamka, maka disarankanlah membangun masjid terlebih dahulu.

Menurut Scott Merrillees dalam Jakarta: Potraits of a Capital 1950-1980, masjid di Kebayoran Baru ini mulai dibangun pada 19 November 1953 dan rampung pada 1958.

Dalam laporan khusus Star Weekly tahun 1959, pembangunan masjid menelan biaya sekitar Rp 6,3 juta.

Sebelum bernama Masjid Agung Al-Azhar, nama masjid ini dinamakan sama dengan tempatnya berdiri yakni Masjid Agung Kebayoran Baru.

Adapun yang memberikan nama masjid ini ialah mantan Wali Kota Jakarta yang menjabat ketua Yayasan Pesantren Islam, Syamsurizal.

Interior Masjid Al-Azhar tempo dulu.
info gambar

Barulah pada 1960, namanya berganti menjadi Masjid Agung Al-Azhar.

Saat itu yang memberikan nama ialah Rektor Universitas Al-Azhar, Mesir, Prof. Dr. Mahmoud Zakzouk.

Penamaan ini merujuk pada pencapaian Buya Hamka yang dianugerahi gelar doktor kehormatan oleh Universitas Al-Azhar.

Karena lebih dulu dibangun sebelum Masjid Istiqlal, Masjid Agung Al-Azhar sempat menyandang status masjid terbesar di Jakarta.

Masjid Agung Al-Azhar juga berpredikat masjid dengan kubah pertama di Indonesia yang didesain dengan beton bertulang.

Posisi bangunan Masjid Agung Al-Azhar miring, tidak tegak sejajar dengan Jl Sisingamangaraja.

Alasan dibuat miring karena masjid menyesuaikan dengan arah kiblat yang berada di barat laut.

Pada 1967, sebuah taman kanak-kanak didirikan di kompleks Masjid Agung Al-Azhar.

Sementara itu amal usaha pendidikan Al-Azhar berkembang hingga mendirikan Universitas Al-Azhar Indonesia pada 2000.

Masjid Agung Al-Azhar sendiri ditetapkan sebagai salah satu dari 18 situs tapak sejarah perkembangan kota Jakarta dan cagar budaya nasional pada 19 Agustus 1993.

---

Referensi: Star Weekly | Scott Merrillees, "Jakarta Potraits of Capital 1950-1980"

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini