Memacu Semangat Wirausahawan Muda Melalui Youth Co: Lab Bootcamp 2020

Memacu Semangat Wirausahawan Muda Melalui Youth Co: Lab Bootcamp 2020
info gambar utama

Kawan GNFI, badan PBB untuk Pembangunan (UNDP) Indonesia yang bermitra dengan Citi Foundation (Citibank), dan mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), tahun ini mengadakan Youth Co:Lab 2020 secara virtual, yang temanya berfokus terhadap bisnis sosial ditengah pandemi Covid-19.

Sebanyak 40 wirausaha muda dari seluruh Indonesia yang dominasinya berasal dari luar Pulau Jawa berpartisipasi di Youth Co:Lab Indonesia yang menginjak tahun ketiga penyeenggaraannya ini.

Sementara Youth Co:Lab menyebut bahwa pihaknya menerima peserta paling banyak tahun ini, yakni peserta berasal dari Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB). 30 bisnis usaha di antaranya berasal dari Ideathonesia yang salah satu program dalam pillar awareness dari Youth Co:Lab, dan sisanya direkrut melalui publik.

Sebagai puncaknya, peserta akan memamerkan perusahaan mereka pada Demo Day danNational Dialogue pada Februari 2021, dan di saat yang sama para pemenang juga akan diumumkan.

Fokus pada wirausahawan sosial

Menanggapi kekhawatiran Indonesia saat ini, Youth Co:Lab 2020 berfokus pada wirausaha sosial, dengan tujuan untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), yakni mengatasi kemiskinan, kesehatan dan kesejahteraan yang baik, kesetaraan gender, pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi, serta perubahan iklim.

Country Head of Corporate Affairs dari Citibank N.A. Indonesia, Puni A. Anjungsari, mengatakan bahwa Indonesia adalah rumah bagi 63 juta pemuda dengan 23,2 persen dari mereka tidak memiliki pekerjaan, pendidikan atau pelatihan. Dan semua itu itu diperburuk dengan kondisi pandemi saat ini.

''...Youth Co:Lab sebagai program unggulan dari Citi tetap hadir mengarahkan potensi besar anak muda sebagai tumpuan bangsa. Melalui ide kreatif dan inovasi serta semangat kewirausahaan diharapkan dapat turut serta membangun perekonomian bangsa. Ini adalah kesempatan emas untuk mendapatkan jejaring potensi kolaborasi dan ilmu yang dapat membantu wirausaha muda dari bootcamp, mentoring sampai dengan mengikuti Youth Co:Lab Summit 2021.''

Pelatihan dan bimbingan

Peserta terpilih akan mengambil bagian dalam bootcamp selama 10 hari melalui sesi bimbingan eksklusif selama tiga bulan bersama UNDP dan KINARA.

KINARA merupakan pemodal ventura terkemuka di Indonesia dan akselerator kewirausahaan yang berpengalaman dalam memberikan dukungan dalam membangun wirausaha inovatif dan berdampak, serta Akademi Kewirausahaan Masyarakat.

Lain itu para peserta juga akan mendapatkan bimbingan dari pusat inovasi usaha social Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mentorship.

Sementara Youth Co:Lab berperan sebagai wadah kolaboratif untuk wirausaha muda di luar Pulau Jawa untuk mengembangkan peluang usaha sosial yang dimiliki. Tujuannya adalah untuk memberdayakan pemuda di seluruh Indonesia dalam membantu mereka dalam mencapai TPB.

Boleh jadi hal ini penting mengingat Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) yang berada pada sektor kewirausahaan merupakan bagian dari Indeks ketenagakerjaan dan kesempatan kerja yang saat ini mendapatkan nilai 45/100.

Youth Co:Lab pun fokus untuk memberikan solusi end-to-end terhadap tantangan kewirausahaan muda di Indonesia, melalui pelatihan, pendampingan, serta advokasi, guna memastikan ekosistem kewirausahaan muda menjadi ekosistem produktif.

''Kami yakin untuk menumbuhkan wirausaha muda pemula yang tangguh perlu pembekalan pengetahuan, ketrampilan, dan perilaku bisnis yang memadai, serta dukungan kolaboratif segenap stakeholder untuk memperbaiki ekosistem,'' kata Imam Gunawan, Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda dari Kemenpora.

Imam juga bilang bahwa inisiasi Youth Co:Lab melalui kegiatan-kegiatan terkait ini berkontribusi dalam pengembangan kewirausahaan pemuda di Indonesia.

''...Kegiatan ini perlu kita jaga keberlangsungannya secara bersama-sama,’’ tambahnya.

Peserta yang membeludak

Merespons apa yang di sampaikan oleh Kemenpora, Deputy Resident Representative of UNDP Indonesia, Kemkhadze, juga menyebut bahwa saat ini Indonesia tengah memasuki Decade of Action menuju pencapaian agenda 2030.

''Terlepas dari ancaman pandemi Covid-19, sangat menggembirakan untuk melihat antusiasme dan kegembiraan dari begitu banyak wirausaha muda yang bergandengan tangan untuk bekerja menuju pembangunan berkelanjutan. Bekerja sama, dan dengan dukungan dari para mitra kami, saya yakin kita dapat memastikan bahwa kita tidak akan meninggalkan siapa pun seperti juga kita membantu Indonesia menciptakan hari esok yang lebih baik,'' bebernya.

Seperti disebutkan di atas, tahun ini Youth Co:Lab menerima lebih banyak peserta ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Dengan peserta dari Ideathonesia, Youth Co:Lab awareness event tentang pemantapan ide bisnis, yang pesertanya berasal dari:

  • Sulawesi Utara,
  • Sulawesi Selatan,
  • Sulawesi Tengah,
  • Nusa Tenggara Timur,
  • Nusa Tenggara Barat, dan
  • Papua.

Bersama media partner GNFI, Youth Co:Lab juga menyeleksi 10 peserta terbaik melalui seleksi publik untuk mengikuti bootcamp.

Desta, salah satu peserta dari Chatarsis, sebuah pengembang aplikasi daring yang bertujuan untuk mendemokratisasi akses peningkatan kesehatan mental di Indonesia, mengatakan bahwa pihaknya senang mendapat kesempatan dari Youth Co:Lab Bootcamp untuk bersama-sama membangun ekonomi Indonesia di masa pandemi, dengan menjadi wirausaha yang tidak hanya fokus terhadap profit tapi juga pada dampak sosial.

''Semoga semakin banyak pemuda/I di Indonesia yang juga bersemangat untuk mengikuti langkah menjadi wirausaha muda yang mampu mengubah passion bisnisnya menjadi impact, harapnya.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Mustafa Iman lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Mustafa Iman.

Terima kasih telah membaca sampai di sini