"Saatnya ASEAN Memproduksi Vaksin Covid19 Secara Massal"

"Saatnya ASEAN Memproduksi Vaksin Covid19 Secara Massal"
info gambar utama

Pandemi masih merajalea di berbagai negara, termasuk negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia. Bahkan di Myanmar dan Malaysia, gelombang kedua Covid19 menyerang dengan cepat. Setelah berbulan-bulan bergulat dengan multi krisis yang disebabkan oleh Pandemi ini, tentu banyak sudah yang bisa dipelajari. Dan kini, ASEAN berada pada posisi terbaik untuk memfasilitasi produksi massal vaksin COVID-19 begitu tersedia, kata Dr. Eduardo Banzon, principle health specialist Bank Pembangunan Asia (ADB) dalam ASEAN Media Forum 2020 yang diadakan secara virtual Selasa (24/11/2020)

"Daripada bersaing untuk mendapatkan pasokan yang terbatas, lebih baik kita tingkatkan pasokan vaksin. ASEAN memiliki keahlian manufaktur. Sudah saatnya ASEAN melakukan seruan seperti itu," kata Dr. Banzon. Negara-negara anggota ASEAN adalah bagian dari COVAX, sebuah inisiatif global dari 172 negara yang bertujuan untuk bekerja sama dengan produsen vaksin guna memastikan akses yang adil ke vaksin yang aman dan efektif melalui pengaturan pembelian di awal.

Dr. Eduardo Banzon dalam ASEAN Media Forum 2020
info gambar

“Kita tahu (beberapa negara) ASEAN mampu untuk membuat vaksin, baik itu di Indonesia, Vietnam, Thailand dan Singapura. Jadi jika ada cara dari ASEAN untuk memfasilitasi negara ini membantu produksi vaksin, diharapkan dosis tambahan itu bisa disalurkan untuk ASEAN,” tegasnya.

Di antara yang akan disubsidi oleh COVAX adalah Filipina, Kamboja, Laos, Myanmar, Indonesia, dan Vietnam.
Thailand, Brunei, Malaysia, dan Singapura, di sisi lain, membantu mendanai inisiatif yang bertujuan untuk mendapatkan 2 miliar dosis awal di tengah laporan bahwa negara-negara kaya telah mengambil lebih dari setengah dari total potensi pasokan vaksin COVID-19.
"Uni Eropa juga telah mengumpulkan dana untuk pembelian vaksin di muka. ASEAN dapat melakukan ini untuk membeli pasokan vaksin, di luar apa yang akan diterimanya dari COVAX," kata Banzon.

Di bawah inisiatif COVAX, negara-negara yang memenuhi syarat untuk mendapatkan subsidi dapat memperoleh dosis yang setara dengan 20 persen dari populasi mereka. Dr. Banzon mengatakan bahwa ASEAN juga harus mempertimbangkan untuk mendirikan semacam ASEAN Center yang berfokus pada penelitian dan penanggulanan penyakit menular yang muncul di masa depan, serta dana cadangan medis.
"Ini akan mempercepat berbagi data pengawasan dan praktik terbaik dari negara-negara anggota. Memiliki sesuatu yang mirip dengan CDC (Pusat Pengendalian Penyakit) di AS akan memastikan ASEAN dapat dengan cepat memberikan tanggapan secara regional," katanya.

Wakil Menteri Luar Negeri Vietnam Nguyen Quoc Dzung yang juga hadir secara virtual mengatakan bahwa negara-negara anggota harus saling membantu agar ASEAN dapat bangkit kembali dari kemerosotan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi. "ASEAN yang kohesif dan responsif dapat mengatasi tantangan yang kita hadapi sekarang dan memungkinkan kita untuk pulih secara berkelanjutan dari dampak COVID-19 dan mempertahankan pertumbuhan," katanya.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Akhyari Hananto lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Akhyari Hananto.

Terima kasih telah membaca sampai di sini