PPI Dunia Adakan Webinar Persiapan Dunia Kerja yang Sukses Menyita Perhatian Para Pelajar

PPI Dunia Adakan Webinar Persiapan Dunia Kerja yang Sukses Menyita Perhatian Para Pelajar
info gambar utama

Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPI Dunia) melalui Direktorat Pengembangan Sumber Daya Manusia Bidang Job Center, sukses melaksanakan kegiatan webinar dengan tema “Toolbox For Your Dream Job(s)”. Acara yang berlangsung selama 2 hari ini, 5 dan 6 Desember 2020, berhasil menyita perhatian 356 (akumulatif) pendaftar yang notabene adalah pelajar, mahasiswa, dan fresh graduate. Sebanyak 6 pembicara dari berbagai latar belakang dihadirkan untuk memberikan pemaparan dan pengetahuan seputar dunia kerja.

Webinar ini terbagi dalam 2 sesi di hari yang berbeda. Sesi-1 berlangsung pada hari Sabtu (5/12/2020) dengan mengusung sub-tema “challenge and opportunities for fresh graduate/jobseeker during and post pandemic Covid-19”. Sesi ini menghadirkan 3 tokoh, yaitu Bapak Rasyid Amir selaku Direktur Pengembangan Pasar kerja Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia, Prof. Dr. Arif Satria, SP., MSi. selaku Rektor Institut Pertanian Bogor, dan Yanuar Kurniawan, S.E., B.Com, MBA selaku VP Organization, Talent Development, and Organization Culture Lazada Indonesia and Lazada Logistic.

Sementara itu, di sesi-II yang berlangsung pada hari Minggu (6/12/2020) mengusung sub-tema “How to be a competitive and attractive candidate for your dream Job”. Seperti sesi sebelumnya, 3 pembicara juga dihadirkan, yaitu Ibu Belinda Rahmadara, S.Psi selaku Recruitment Professional, Ratna Yusuf, MBA selaku VP Talent Acquisition of Lazada Indonesia and Lazada eLogistics Indonesia, dan Yosea Kurnianto selaku Deputy Director for SDG Academy Indonesia.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena pengaruh pandemi yang terjadi sejak awal 2020 yang mempengaruhi banyak sektor terutama sektor ketenagakerjaan. Mulai dari fenomena meningkatnya angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), meningkatnya angka pengangguran dan bahkan sektor usaha yang harus gulung tikar. Sehingga kedepannya akan banyak sekali muncul peluang dan tandangan, terutama untuk lulusan baru dan para pencari kerja. Oleh karena itu, pelatihan yang kemas dalam bentuk webinar ini diharapkan mampu memberikan ilmu dan bekal untuk para lulusan baru dan para pencari kerja guna menghadapi peluang dan tantangan tersebut.

Setelah dibuka dengan hangat oleh MC yaitu Nadella Marchelina dari PPI Polandia, Koordinator PPI Dunia 2020/2021, Choirul Anam, S.E.,M.E.,Ak.,C.A dalam sambutannya pada sesi pertama (5/12) menyampaikan “Di dalam pengembangan sumber daya manusia konsep saya ada dua, pertama kita harus meningkatkan kualitas manusianya melalui pelatihan dan pendidikan yang dilakukan oleh PPI Dunia dalam beberapa kesempatan yang lalu, lalu kemudian pada kesempatan ini adalah bagian PPI Dunia untuk menjembatani rekan-rekan mahasiswa di luar negeri untuk kembali membangun Indonesia” Ia menambahkan bahwa mahasiswa Indonesia di luar negeri tidak kalah bersaing, juga memiliki kapasitas dan kapabilitas yang sama dengan siapapun di luar negeri.

Dipandu oleh moderator Tri Akhmad Firdaus dari PPI Polandia, Bapak Rasyid Amir selaku Direktur Pengembangan Pasar kerja Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia memaparkan topik 1 tentang Ketenagakerjaan Indonesia di Era Pandemi dan New Normal. Beliau menyampaikan “Indonesia merupakan negara yang besar dengan jumlah penduduk lebih kurang 166 juta orang, ini merupakan suatu berkah bagi kita, dimana negara kita dilimbahkan suatu alam yang sangat indah, Sumber Daya Alam, dan SDM yang unggulan, namun didalam hal ini ada permasalah-pemasalahn setelah adanya pandemi”. Lebih lanjut “Sebagi informasi Februari 2020 BPS mengeluarkan pressrelease jumlah pengangguran sekitar 6,8 juta orang, namun pada saat bulan Agustus 2020 dikeluarkan lagi presrelease dari BPS bahwa jumlah angkatan kerja sebanyak 138 juta orang, tingkat pengangguran terbuka yang tadinya 6,8 sekarang 7,7. Bahkan sekitar awal Novermber 2020 itu diinformasikan 9,7”.

Prof. Dr. Arif Satria, SP., MSi. selaku Rektor Institut Pertanian Bogor, memaparkan topik 2 tentang Challenge and Opportunities for Fresh Graduate/ Jobseeker during and post pandemic, yang berfokus bagaimana seharusnya freh graduate/jobseeker menghadapi tantangan dan peluang di era pandemi ini. Prof. Arif-sapaan akrabnya mengajak seluruh peserta untuk memiliki growth mindset,future practice, dan harus adaptif terhadap segala perubahan. Terkait peluang dan kesempatan diakhir pemaparannya, Prof. Arif menyampaikan “Suatu hal yang saya kira sangat penting bahwa keberuntungan sama dengan kesempatan + persiapan, anda kuliah ini adalah bagian dari persiapan. Tapi persiapan tidak cukup, harus ada kesempatan”. Lebih lanjut “ada 3 kategori orang terhadap kesempatan. Yang pertama adalah orang penunggu kesempatan, kalau menunggu kesempatan maka kita akan berhadapan dengan ketidakpastian. Kalau kedua adalah pencari kesempatan, maka kita akan ada harapan. Tapi yang lebih bagus lagi kita adalah creator of opportunity, pencipta kesempatan, bukan sekedar opportunity seeker, tapi adalah opportunity creator, pencipta kesempatan. Dengan menciptakan kesempatan maka kita akan membawa kemenangan dan kita akan menuju kepastian. Dan tentu inilah yang kita harapkan karena itulah yang akan membuat kita lebih bisa survive di era perubahan seperti sekarang ini”.

Sesi-I ini ditutup dengan topik 3 dengan judul Millenials in Pandemic and New Normal Era - Challenge and Opportunities yang disampaikan oleh Yanuar Kurniawan, S.E., B.Com, MBA selaku VP Organization, Talent Development, and Organization Culture Lazada Indonesia and Lazada Logistic. Datang dari kalangan professional, beliau memaparkan bagaimana seharusnya kaum millennials merespon fenomena Pandemi Covid-19 ini. Setidaknya ada 4 hal yang harus dilakukan yaitu bagaimana millennials harus memulai dengan right mindset, memahami betul bagaimana dampak covid-19 di setiap industry, fokus terhadap apa yang harus dilakukan, dan terakhir adalah advancing career. Diakhir pemaparannya, beliau menekankan bahwa membangun karir akan butuh banyak keringat, kerja keras, persistensi, dan rasa tidak pernah menyerah, dan yang terakhir adalah memiliki iman ketika setiap rencana kita tidak berjalan sebagaimana mestinya, karena Tuhan tahu apa yang terbaik.

Dalam sesi kedua yang berlangsung pada hari Minggu (6/12/2020), dibuka oleh MC Muhammad Luthfi Aliffanda dari PPI Malaysia disusul oleh sambutan dari Ika Yuwiani Puspasari selaku Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia PPI Dunia. Dalam sesi kedua ini materi yang disampaikan bersifat teknikal. Dengan mengusung sub-tema” How to be a competitive and attractive candidate for your dream Job”, diharapkan para peserta mendapatkan masukkan-masukkan bagamaina menjadi kandidat yang kompetitif dan menarik perhatian para recruiter saat melamar pekerjaan.

Sesi ini dipandu oleh moderator asal PPI Tiongkok yaitu Velita Griselda Stamber. Materi pertama disampaikan oleh Belinda Rahmadara selaku Profesional Recruitment mengangkat topik How to make your CV and Cover letter more attractive. Topik ini berfokus bagaimana membuat Curriculum Vitae dan Cover Letter yang terbaik dan tentunya menarik. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan ada 5 hal bagaiamana membuat CV menjadi outstanding. Pertama adalah membuat headline yang menarik tentang diri pelamar, mencantumkan kemampuan “hardskill”, menuliskan tanggung jawab kerja pada pekerjaan sebelumnya, selanjutnya disertai dengan dampak terhadap perusahaan atau bisnis tersebut, dan terakhir adalah jang membuat CV terlihat klise. Terakhir beliau menambahkan bahwa ketertarikan HRD dengan profile pelamar sama halnya dengan ketertarikan antar manusia yang bersifat natural attraction, yang dapat dilihat dari percaya diri, cara berbicara, kompetensi, dan bagaiaman si pelamar menunjukkan hal-hal positif selama melamar pekerjaan.

Pemateri selanjtnya dalam sesi-II ini yaitu Ratna Yusuf, MBA selaku VP Talent Acquisition of Lazada Indonesia and Lazada eLogistics Indonesia, dengan mengangkat topik 2 yaitu Rock your job interview and land on your dream job. Dalam topik ini berfokus pada bagaimana menghadapi interview pekerjaan, karena diketahui bahwa hal ini menjadi salah satu bagian paling penting selama proses recruitment. Ada banyak ilmu yang dibagikan oleh Ms. Ratna, diantaranya yaitu bagaimana melewati pre-test, persiapan interview, memahami jenis interview online vs offline, bagaimana menghadapi interview HRD dan User, dan terakhir tenttang bagaimana pola komunikasi melalui spoken words, tone, dan body language saat interview. Lebih lanjut beliau menambahkan ada 8 kompentensi yang dibutuhkan di market kerja saat ini, yaitu professionalism & work ethic, communication, critical thinking & problem solving, team wotk & collaboration, digital technology, leadership global &intercultural fluency, dan career management.

Sesi-II ini ditutup dengan pemaparan oleh Yosea Kurnianto selaku Deputy Director for SDG Academy Indonesia dengan topik 3 berjudul Development dan Sukses di lingkungan Kerja. Dalam topik ini peserta diberikan ilmu dan informasi bagaimana mengembangan diri di lingkungan kerja. beliau menyampaikan ada 6 hal kunci bagaimana seseorang mampu bertahan dan berkembang di dunia kerja manapun. Yang pertama adalah awarness of change, healthy self concept, sense of purpose, continuous self-directed learning, adapting the art of war, dan resilience. “Continuous growth di tempat kerja merupakan sebuah keniscayaan di era dimana kompetisi dan kolaborasi adalah hal yang tidak bisa kita hindari sebagai bagian dari job market, karena kalua kita tidak mengembangkan diri, tidak mengikuti apa yang menjadi tuntutan industry atau tuntutan dunia, maka kita akan tertinggal, value of employeement kita juga akan rendah” tutupnya.

Tak hanya diisi dengan materi-materi oleh para pembicara yang keren, webinar ini juga memberikan hadiah menarik kepada peserta yang berhasil memenangkan kuis di setiap sesinya. Selain itu, kegiatan webinar ini memberikan kesan yang positif bagi para peserta. “Materi yang dibawakan pada hari ini sangat membantu untuk membuka pikiran mengenai kompetisi kerja dimasa yang akan datang” ungkap salah satu peserta yang berasal dari PPI Korea/PERPIKA.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini