Sejarah Hari Ini (29 Desember 1965) - Pembukaan Industri Tekstil Nasional di Patal Senayan

Sejarah Hari Ini (29 Desember 1965) - Pembukaan Industri Tekstil Nasional di Patal Senayan
info gambar utama

Tidak jauh dari Gedung MPR/DPR, Jakarta Pusat, terdapat daerah bernama Patal Senayan.

Mungkin bagi generasi 90-an dan 2000-an awal atau orang luar daerah Jakarta tidak tahu ada sejarah dari penyematan nama "Patal" di daerah ini.

Sesuai dengan namanya, Patal adalah akronim dari pabrik pemintalan (tekstil) yang memang pernah berdiri di daerah Senayan.

Pada 29 Desember 1965, pabrik pemintalan di Senayan tersebut dibuka langsung oleh Presiden RI, Sukarno.

"Saudara-saudara pada hari ini kita meresmikan pembukaan Patal Senayan. Patal, pabrik pemintalan Senayan...semuanya itu berpusat kepada usaha kita untuk Berdikari. Berdiri di atas kaki sendiri," ucap Sukarno dalam pidatonya.

Berdiri berdasarkan Instruksi Presiden RI 1965, pabrik ini mempunyai kapasitas produksi 30.000 mata pintal.

Pada 1967, Patal Senayan dan pabrik sejenis dilebur menjadi suatu perusahaan negara dengan nama PN Industri Sandang Patal Senayan.

Mulai tahun 1970, perusahaan ini telah memperkenalkan proses pembuatan benang campuran seperti sintetis rayon atau sintetis kapas untuk memenuhi permintaan pabrik tenun.

Jalan Patal Senayan.
info gambar

Sekarang tidak ada lagi pabrik pemintalan di Patal Senayan. Meskipun begitu, daerah itu tetap ramai karena menjadi lahan berdirinya town house atau ruko.

---

Referensi: Sekneg RI, "Amanat PJM Presiden Sukarno pada Peresmian Pembukaan Pabrik Pemintalan di Senayan, 29 Desember 1965"

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini