Sejarah Hari Ini (2 Januari 1962) - Pembentukan Komando Mandala demi Irian Barat

Sejarah Hari Ini (2 Januari 1962) - Pembentukan Komando Mandala demi Irian Barat
info gambar utama

Sengketa Irian Barat antara Indonesia dan Belanda semakin memanas pada akhir 1950-an.

Puncaknya terjadi pada 19 Desember 1961, Presiden Soekarno mengeluarkan suatu perintah dalam rangka perjuangan pembebasan Irian Barat Perintah yang kemudian dikenal dengan sebutan Tri Komando Rakyat (Trikora) yang isinya sebagai berikut:

  • Gagalkan pembentukan Negara Papua bikinan Belanda kolonial
  • Kibarkan Sang Merah Putih di Irian Barat Tanah Air Indonesia
  • Bersiaplah untuk mobilisasi umum mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air Indonesia

Operasi militer pun dilancarkan di mana realisasi adalah pembentukan Komando Operasi Militer yang diberi nama Komando Mandala (KOALA) Pembebasan Irian Barat.

Komando Mandala dibentuk tanggal 2 Januari 1962 oleh Presiden Sukarno dengan menunjuk Mayjen Suharto sebagai panglimanya.

Selain yang dikomandoi oleh Suharto, Sukarno juga membentuk Komando Mandala Tertinggi Pembebasan Irian Barat yang dipimpin oleh dirinya sendiri.

Sementara itu di bawah Sukarno, terdapat dua jabatan yang dipegang Wakil Panglima Besar Jenderal A.H. Nasution dan Kepala Staf Mayor Jenderal Ahmad Yani.

Kedua komando tersebut berpusat di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, yang dianggap letak geografisnya pas dan dekat dengan Irian Barat.

Dengan berbekal tekad dan semangat untuk membebaskan Irian Barat dari cengkeraman kolonial Belanda, Komando Mandala melakukan tugas-tugas berikut:

  • Merencanakan, mempersiapkan dan menyelenggarakan operasi-operasi militer dengan tujuan pengembalian wilayah provinsi Irian Barat ke dalam wilayah kekuasaan Negara Republik Indonesia
  • Mengembangkan situasi militer di wilayah Irian Barat sesuai dengan taraf perjuangan di bidang diplomasi, agar dalam waktu sesingkat-singkatnya, di wilayah Irian Barat secara de facto dapat diciptakan daerah-daerah bebas atau didudukan unsur-unsur kekuasaan Pemerintah Daerah Republik Indonesia.

Operasi Militer ini direncanakan dalam dalam beberapa tahap, di mana tahap pertama adalah tahap Inflitrasi, yaitu tahapan pendaratan pasukan dari udara dan laut dengan tujuan untuk penguasaan wilayah dan membawa serta rakyat Irian Barat untuk membebaskan wilayahnya.

Tahap kedua, adalah tahap Eksploitasi dengan mengadakan serangan terbuka kepada pusat militer Belanda dan semua pos militer pentingnya.

Lalu tahap ketiga adalah tahap Konsolidasi, yaitu menegakkan kekuasaan Republik Indonesia secara mutlak di seluruh wilayah Irian Barat.

Setelah perundingan digelar di markas Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat, pada 15 Agustus 1962, Belanda akhirnya menyerahkan Irian Barat ke United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA).

Pada 1 Mei 1963, UNTEA menyerahkan pemerintahan Irian Barat kepada Indonesia. Karena tugasnya sudah selesai, lima hari kemudian Komando Mandala pun dibubarkan oleh Sukarno di Makassar.

"Saudara-saudara, maka marilah kita berjalan terus. Irian Barat sudah masuk ke dalam wilayah kekuasaan Republik. Mandala sudah saya bubarkan, tetapi revolusi kita belum selesai," ujar Sukarno dalam pidatonya.

---

Referensi: Sekretariat Negara, "Pidato PJM Presiden Sukarno pada Upatjara Pembubaran "Komando Mandala" di Makasar 6 Mei 1963"

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini