Miliki Jutaan Hektare, Inilah 10 Provinsi dengan Lahan Sawah Terbesar di Indonesia

Miliki Jutaan Hektare, Inilah 10 Provinsi dengan Lahan Sawah Terbesar di Indonesia
info gambar utama

Indonesia adalah salah satu penghasil beras terbesar di dunia dan berada di posisi ketiga sebagai negara penghasil beras terbesar. Sedangkan posisi satu dan dua masih ditempati oleh Cina dan India. Produksi beras yang besar tentunya juga didukung dengan jumlah produksi beras yang dihasilkan tiap-tiap provinsi di Indonesia.

Luas wilayah sawah pun turut mempengaruhi jumlah produksi beras tiap tahunnya. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) total produksi beras pada tahun 2019 tercatat ada sebanyak 31,31 juta ton yang dihasilkan dari 7.463.948 hektar lahan baku sawah di seluruh Indonesia.

Dari seluruh provinsi yang ada, terdapat beberapa provinsi yang memiliki lahan sawah sangat luas. Dari 34 provinsi, berikut adalah 10 provinsi yang memiliki lahan baku sawah terluas pada tahun 2019 menurut data BPS.

1. Jawa Timur

Menjadi provinsi yang memiliki sawah paling luas, Jawa Timur memiliki total luas lahan baku sawah 1.214.909 hektar. Luas lahan sawah tersebut merupakan 25,41 persen dari luas wilayah provinsi. Sedangkan untuk produksi beras, Jawa Timur mempu menghasilkan 5,5 juta ton dari luas sawah yang ada.

2. Jawa Tengah

Dengan lahan seluas 1.049.661 hektar, Jawa Tengah menghasilkan 5,5 juta ton beras pada tahun 2019. Luas lahan bahan baku sawah di provinsi ini mengalami peluasan sekitar 60.000 hektar dibanding 2018. Luas lahan sawah di provinsi ini mengisi 32 persen dari total wilayah provinsi Jawa Tengah.

3. Jawa Barat

Total 5,2 juta ton beras dihasilkan dari lahan sawah seluas 928.218 hektar di Provinsi Jawa Barat. Luas lahan tersebut merupakan 26 persen dari total wilayah Jawa Barat. Produksi pada 2019 turun dari tahun lalu sama seperti luas lahan baku sawah yang berkurang.

4. Sulawesi Selatan

Sebesar 14 persen wilayah Sulawesi Selatan diisi olah lahan sawah. Provinsi dengan ibu kota Makassar ini memiliki luas sawah sebesar 654.818 hektar dan berhasil menghasilkan beras sebanyak 2,8 juta ton di 2019. Produksi 2019 turun sekitar 900.000 ton dan lahan sawah pun berkurang sekitar 500.000 hektar.

5. Sumatra Selatan

Sumatra Selatan memiliki luas lahan baku sawah 470.602 hektar yang mampu memproduksi beras 1.4 juta ton beras pada tahun 2019. Luar area sawah yang mengisi Provinsi Sumatra Selatan adalah sekitar 5 persen dari total wilayah provinsi.

6. Lampung

Produksi beras dari Provinsi Lampung adalah 1,2 juta ton yang dihasilkan dari 361.699 hektar luas bahan baku sawah pada tahun 2019. Sebesar 10 persen wilayah di Lampung terisi oleh lahan sawah.

7. Sumatra Utara

Menjadi provinsi ke-7 yang memiliki lahan sawah terbesar di Indonesia, Sumatra Utara mampu menghasilkan 1,1 juta ton beras dari 308.668 hektar sawah di wilayah tersebut. Luas sawah tersebut mengisi 4 persen dari keseluruhan wilayah di provinsi yang menjadi pusat Kerajaan Sriwijaya dulu.

8. Kalimantan Selatan

Provinsi dengan ibu kota Banjarmasin tersebut menghasilkan beras sebanyak 790.448 ton beras. Kalimantan Selatan memiliki luas lahan baku sawah sebesar 291.145 hektar atau 7,51 persen dari keseluruhan wilayah provinsi tersebut. Luas sawah pada tahun 2019 di provinsi ini mengalami peluasan dan produksi beras pun meningkat sekitar 9.000 ton.

9. Kalimantan Barat

Provinsi yang dijuluki dengan provinsi “Seribu Sungai” berhasil menghasilkan 499.012 ton beras dari 242.972 hektar sawah yang ada di Kalimantan Barat. Sebesar 1,6 persen dari provinsi tersebut diisi oleh lahan baku sawah. Produksi beras dan luas lahan sawah di provinsi ini mengalami pengingkatan dari tahun lalu.

10. Nusa Tenggara Barat

Provinsi ini menghasilkan 794.499 ton beras dari luas lahan baku sawah sebesar 234.542 hektar. Luas sawah provinsi ini pengalami peningkatan dari yang sebelumnya 227.786 hektar tahun 2018. 12,6 persen wilayah di Nusa Tenggara Barat merupakan lahan baku sawah.

Sumber: Statistik Indonesia 2020

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini