Beli Mobil via Online dengan DP Murah, Bakal Tren di 2021?

Beli Mobil via Online dengan DP Murah, Bakal Tren di 2021?
info gambar utama

Membaca judul di atas, terpikir pertanyaan apakah itu hanya sekadar asumsi penulis atau memang akan mengarah ke sana? Tentu hal itu masih harus dibuktikan pergerakannya.

Namun melihat tahun 2020 yang berimbas pada penjualan kendaraan yang mengalami penurunan hampir 50 persen, tentunya banyak strategi baru yang dilakukan oleh para agen pemegang merek (APM) mobil, salah satunya melakukan kerja sama dengan platform eCommerce untuk memasarkan kendaraan mereka.

Hal itu tent dilakukan akibat imbas penurunan penjualan mobil di 2020. Industri otomotif menjadi salah satu industri yang terkena dampak paling signifikan akibat pandemi.

Kebutuhan kendaraan memang boleh jadi sangat dibutuhkan di masa pandemi Covid-19. Orang-orang enggan berinteraksi dengan orang yang mereka belum kenal, belum lagi potensi penularan bisa terjadi di mana saja. Karenanya, tak sedikit orang yang melakukan aktivitas di masa PSBB menggunakan kendaraan pribadi, terutama mobil.

Menjaga jarak, menggunakan masker, hingga membatasi aktifitas juga menjadi konsentrasi selama virus Corona masih ada.

Penurunan jumlah pemakai transportasi umum

Ipsos Group, sebuah perusahaan global market research dan konsultan yang berpusat di Paris, Perancis melakukan penelitian setelah Covid-19 outbreak di China. Mereka melakukan survei cepat pada akhir Februari 2020 dan meneliti bagaimana virus Corona mempengaruhi kebiasaan masyarakat di China dalam bepergian.

Data itu juga menyebut bahwa penggunaan transportasi umum menurun drastis karena kesadaran tiap individu untuk tetap melindungi diri dari penularan.

Di China, jumlah penumpang bus disebut turun lebih dari 60 persen, begitu juga pada penumpang kereta api dan taksi online. Sedangkan di Jakarta, menukil Katadata dan Dinas Perhubungan (dishub), penurunan penggunaan seluruh transportasi umum mencapai lebih dari 50 persen.

"Terjadi penurunan rata-rata jumlah penumpang harian angkutan umum perkotaan sebesar 22,83 persen, sedangkan angkutan umum antar kota antar provinsi (AKAP) menurun sekitar 43,85 persen," ungkap Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, beberapa waktu lalu.

Pada saat yang sama, data Ipsos juga menemukan fakta penggunaan mobil pribadi meningkat hampir dua kali lipat, hal itu terjadi karena mobil pribadi dianggap lebih aman serta terjaga dari penularan Covid-19.

Selain Ipsos, Garasi.id, platform jual beli mobil online juga mencatat bahwa menurut pengukuran data internal ada kenaikan transaksi--pembelian mobil secara online--hingga 89 persen selama masa pandemi 2020.

Beli mobil secara online lebih aman dan murah

Lain itu, hasil survei Ipsos juga memprediksi bahwa masyarakat China yang belum memiliki mobil (66 persen) disebut akan segera membelinya dalam 6 bulan ke depan. Sekira 77 persen para calon pembeli mengatakan bahwa memiliki mobil adalah salah satu cara agar aman dari risiko penularan virus Corona, ketimbang menggunakan kendaraan umum.

Hasil survei itu juga menyatakan bahwa pandemi Covid-19 mendorong pembelian mobil bekas secara online. Boleh jadi, para konsumen lebih memilih cara yang praktis dan aman, yakni dengan menggunakan platform eCommerce ketimbang datang ke diler.

Survei Ipsos ini bisa menjadi sebuah gambaran soal tren membeli mobil di tahun pandemi kedua ini, baik untuk pasar global maupun Indonesia. Hal itu kemudian direspons Garasi.id untuk membuat masyarakat mudah, murah, dan aman untuk membeli mobil.

Lihat saja, di awal tahun ini mereka melakukan elaborasi dengan bank BCA untuk mempermudah masyarakat memiliki mobil, tentunya dengan uang muka (DP) yang relatif terjangkau. Dengan mengusung tagline #SolusiPuas, calon pembeli bisa membeli mobil secara online dengan DP ringan sebesar 25 persen untuk pembelian mobil bekas secara kredit.

Hal itu juga ditunjang dengan jaminan perawatan kendaraan melalui layanan Jasa dan Servis Garasi.id yang semua transaksinya bisa dilakukan secara online. Tentunya hal ini dilakukan merujuk data 2020 yang disebutkan di atas.

''Garasi.id akan terus berupaya memberikan hal terbaik di tahun 2021 ini meskipun pandemi masih ada, semoga dengan upaya yang kami lakukan kebutuhan otomotif masyarakat indonesia secara online bisa terpenuhi khususnya memiliki kendaraan pribadi agar lebih aman ketika harus bepergian”, jelas Andreas Panji, Brand Communication Manager Garasi.id, dalam siaran pers perusahaan.

Nah, gimana menurut kawan GNFI?

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini