Ternyata, Hobi Ini Bisa Jadi Profesi Bergengsi Kalau Punya Sertifikasi Resmi (Bagian 1)

Ternyata, Hobi Ini Bisa Jadi Profesi Bergengsi Kalau Punya Sertifikasi Resmi (Bagian 1)
info gambar utama

Penulis: Rifdah Khalisha

Hobi adalah aktivitas yang digemari seseorang untuk menenangkan pikiran atau menuruti kepuasan diri. Biasanya, kebanyakan orang menjalani hobi semata-mata hanya untuk mengisi waktu luang.

Namun, tahukah Kawan kalau ada beberapa hobi yang berpotensi menjadi profesi bergengsi? Kawan bisa mengubah kegemaran menjadi keahlian apabila serius menekuninya. Kemudian, jika mengikuti uji sertifikasi dari lembaga terpercaya, maka keahlian Kawan bisa diakui secara resmi.

Kira-kira, hobi apa saja yang bisa mendapat sertifikat? Berikut rangkumannya!

1. Barista Kopi

Barista © Freepik.com
info gambar

Kalau Kawan nongkrong di kedai kopi, pasti akan melihat para barista meracik kopi di balik meja. Ternyata, meracik kopi di kafe berbeda dengan meracik kopi instan di rumah, lho. Tak semua orang memiliki keahlian ini karena seorang barista harus paham karakter biji kopi, alat-alat kopi, teknik menyeduh, serta perbandingan antara kopi, air, susu, dan bahan lainnya.

Bagi Kawan yang gemar meracik kopi dan ingin menjadi barista kopi profesional, kenapa tak sekalian mengubah kegemaranmu jadi profesional? Mungkin saja, suatu saat Kawan bisa menjadi barista atau bahkan membuka kedai kopi sendiri.

Kawan bisa mengikuti serangkaian latihan dan uji kompetensi barista untuk mendapatkan sertifikat. Di Indonesia ada Lembaga Sertifikasi Profesi Kopi Indonesia yang berwenang melakukan uji standar kompetensi profesi yang berkaitan dengan kopi di Indonesia. Lembaga ini juga telah diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

2. Fotografer

Fotografer © Freepik.com
info gambar

Di era digital seperti saat ini, fotografer menjadi pekerjaan yang penting dan tak pernah sepi peminat. Banyak yang membutuhkan keahlian ini untuk memotret obyek dan mengabadikan momen, seperti pernikahan, model, produk, makanan, perjalanan, dan masih banyak lainnya.

Namun, fotografi bukan asal memotret. Perlu ilmu terkait seluk beluk dunia foto, mulai dari mengenal kamera dan fiturnya, mengatur fokus, memahami elemen pembentuk eksposur, mengerti mode dan teknik pemotretan, menyusun komposisi foto, dan sebagainya. Apabila Kawan menekuni bidang ini, tak menutup kemungkinan Kawan bisa menjadi fotografer andal di masa depan.

Kalau Kawan suka memotret dan mencari obyek foto yang menarik, berarti Kawan hanya perlu memperdalam ilmunya. Lembaga Sertifikasi Uji Kompetensi Fotografi Indonesia (LESKOFI) mengelola uji kompetensi untuk siapapun yang tertarik memiliki sertifikasi fotografi. Pemerintah melalui Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Ditjen telah mengukuhkan lembaga buatan Asosiasi Profesi Fotografi Indonesia (APFI) ini.

3. Penyelam

Penyelam © Freepik.com
info gambar

Siapa yang suka menyelam? Mungkin beberapa dari Kawan ada yang senang menjelajah keindahan laut, tetapi hanya boleh menyelam 5 sampai 7 meter saja karena tidak memiliki lisensi resmi.

Nah supaya bisa menjelajah lebih jauh, Kawan harus punya lisensi penyelam internasional. Kawan bisa menjalani pelatihan dan mencapai persyaratan kompetensi dari organisasi Scuba Diving Internasional, seperti Professional Association of Diving Instructors (PADI) atau Scuba Schools International (SSI).

Setelah Kawan sudah menerima lisensi internasional, maka akan lebih bebas menjadi scuba diver dan menjelajahi surga bawah laut di berbagai belahan dunia. Selain itu, boleh sampai kedalaman belasan meter yang menawarkan panorama eksotis dan sensasi menyelam yang luar biasa. Bahkan, Kawan bisa menjadikannya sebagai pekerjaan yang menjanjikan, asyik, bukan?

Nah, tertarik mengubah kegemaran Kawan menjadi keahlian dan profesi yang bergengsi? Tak usah ragu menembangkan bakat. Mungkin saja sertifikasi bisa membuka kesempatan yang lebih luas lagi.

Referensi:Hipwee | Swara Tunaiku

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini