Bangun Rumah Khusus di Papua, Kementerian PUPR Anggarkan Rp50,9 Miliar

Bangun Rumah Khusus di Papua, Kementerian PUPR Anggarkan Rp50,9 Miliar
info gambar utama

Pembangunan terus digalakkan pemerintah Indonesia di bumi Papua. Sebagai bagian dari pelaksanaan Program Sejuta Rumah (PSR) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) akan membangun 147 unit rumah di Provinsi Papua pada 2021.

"Total anggaran sebesar Rp50,9 miliar," ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid dalam keterangan tertulis pada Senin (8/2/2021).

Khalawi juga menjelaskan bahwa Kementerian PUPR terus bekerja meningkatkan kualitas rumah layak huni yang merata di seluruh Indonesia tak terkecuali di provinsi paling timur, Papua. "Bantuan rumah khusus merupakan bagian dari PSR yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi komunitas atau kelompok masyarakat tertentu, seperti guru, pemukiman kembali korban bencana/pengungsi, tenaga medis, TNI-Polri dan petugas di daerah perbatasan dan pulau terpencil," kata Khalawi.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) akan membangun 147 unit rumah khusus untuk masyarakat di Provinsi Papua. (Foto: Dok. Kempupera)
info gambar

Demi memudahkan proses koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat di daerah tersebut, Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR juga telah membentuk Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Wilayah Papua I. Adapun kerja sama yang dibangun dengan instansi, masyarakat setempat, dan Balai Pelaksana bertujuan untuk melancarkan pembangunan sekaligus peninjauan.

"Tujuannya untuk mempercepat pelaksanaan dan pengawasan pembangunan di lapangan dan meninjau langsung proses penghunian program rumah khusus di daerah perbatasan antara Indonesia dan Papua Nugini," ujar Khalawi.

Model rumah yang dibangun.
info gambar

Berdasarkan data yang dimiliki Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Wilayah Papua I sendiri lokasi pembangunan tersebar di empat kabupaten, yakni; Kabupaten Jayawijaya sebanyak 68 unit, Kabupaten Tolikara 25 unit, Kabupaten Nabire 30 unit, dan Kabupaten Kepulauan Yapen 24 unit.

PON XX Rangsang Pembangunan Lebih Cepat

Pekan Olahraga Nasional XX yang dihelat di Provinsi Papua seharusnya dilaksanakan pada 2020. Namun, karena pandemi Covid-19 atau virus corona melanda, PON XX diundur setahun.

Sibuknya Papua berbenah untuk PON berimbas pula pada pembangunan bagi masyarakat setempat. Pada Oktober 2020 lalu, Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) memulai proses pembangunan sebanyak 15 menara rumah susun (rusun) guna mendukung pelaksanaan PON XX.

"Salah satu program yang dilakukan adalah pembangunan rusun yang dilaksanakan sejak tahun 2016 hingga tahun ini (2020)," ujar Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Wilayah Papua I Omri Sianturi. Adapun rusun tersebut rencananya akan digunakan untuk tempat menginap para ofisial serta atlet yang berlaga di ajang persaingan olahragawan antarprovinsi tersebut.

Rusun Papua.
info gambar

Rumah susun yang berjumlah 15 menara tersebut menghabiskan anggaran kurang lebih sebesar Rp330,4 miliar. Kementerian PUPR mendirikan rusun di sejumlah wilayah di Papua, yakni; Kabupaten Jayapura, Kabupaten Kepulauan Yapen, Kabupaten Merauke dan Kota Jayapura. Selain difungsikan untuk kebutuhan PON, rusun juga diperuntukkan bagi ASN, TNI/Polri, Pelajar/Mahasiswa, Santriwan/Santriwati, serta Jemaat Gereja.

Yohanes R. Rumbewas selaku PPK rumah susun dan rumah khusus mengatakan: "Kami berharap pembangunan rumah susun dapat memberikan kelancaran proses pelaksanaan PON XX Tahun 2021 dan mampu mengurangi angka backlog perumahan di provinsi Papua. Selain itu tetap dapat dilaksanakan di tahun-tahun berikutnya sesuai dengan kebutuhan yang ada di Papua."

PON XX sendiri akan berlangsung pada 20 Oktober hingga 4 November 2021. Stadion Utama Papua Bangkit yang juga merupakan hasil kerja Kementerian PUPR dijadikan lokasi utama penyelenggaraan ajang olahraga ini, baik upacara pembukaan maupun penutupan. Tagline yang diangkat pada edisi ini adalah “Torang Bisa” yang merupakan bentuk penyemangat khas Papua.

---

Referensi: Berita Satu

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

DI
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini