Menilik Perbedaan Hidangan Gohu Khas Manado Versus Ternate

Menilik Perbedaan Hidangan Gohu Khas Manado Versus Ternate
info gambar utama

Pernah dengar makanan tradisional bernama gohu? Kemungkinannya ada dua, antara membayangkan sajian ikan mentah atau rujak pepaya. Ya, kedua makanan hidangan tersebut memang sama-sama bernama gohu dan merupakan sajian khas Nusantara.

Lantas, apa bedanya kedua hidangan bernama gohu tersebut? Berikut penjelasannya:

View this post on Instagram

A post shared by Maureen Tan (@anakbungsuamsterdam)

Gohu khas Ternate

Makanan dari ikan mentah mungkin masih belum umum di Indonesia. Namun, di beberapa negara lain, mereka punya hidangan mentah, seperti sashimi dari Jepang, ceviche dari Amerika Latin, atau sannakji dari Korea Selatan.

Versi Indonesianya adalah gohu, lebih lengkapnya biasa disebut dengan gohu ikan. Beberapa orang menyebutnya sashimi Ternate. Pada dasarnya, gohu ikan adalah makanan yang terbuat dari ikan segar, biasanya menggunakan jenis tuna atau cakalang.

Untuk membuat gohu ikan terbilang mudah dan sederhana, ya mengingat makanan tidak dimasak. Daging ikan tuna atau cakalang dipotong bentuk dadu kemudian dilumuri jeruk cui atau lemon dan garam untuk menghilangkan bau amis. Setelah itu, ikan ditaburi dengan tumisan bawang merah, irisan cabai rawit, daun kenari, dan daun kemangi. Semua dicampur rata dan gohu ikan pun siap disantap.

Rasa dari gohu ikan perpaduan antara asam segar, gurih, ada ada sedikit manis. Tekstur dari ikannya sendiri masih kenyal dan segar. Meski disajikan mentah, pastinya sudah tak ada bau amis yang menyertai.

Di Maluku, gohu ikan termasuk hidangan populer selain papeda, ketam kenari, halua kenari, bagea, dan ikan fufu. Selain dimakan langsung, gohu ikan juga bisa dijadikan lauk untuk makan nasi atau bubur.

Mencicipi Pempek, Kudapan Nikmat Khas Palembang
Gohu Manado | @mosista Shutterstock
info gambar

Gohu khas Manado

Walau namanya sama, gohu dari Manado ini sangat jauh berbeda. Bahan utama yang digunakan bukan ikan, melainkan buah pepaya muda yang diserut atau diiris tipis. Kenapa dipilih pepaya mengkal karena teksturnya yang renyah.

Bumbu dari gohu antara lain cabai rawit merah, jahe, cuka, terasi khas Manado, dan garam. Penting untuk menggunakan terasi Manado karena rasanya lebih tajam dan pas untuk dicampur bersama hidangan gohu.

Untuk membuat gohu, pepaya terlebih dulu dibersihkan sampai getahnya hilang, baru diiris tipis seukuran korek api. Demi memberikan rasa asam-manis, biasanya gohu juga ditambahkan buah nanas.


Sementara untuk kuahnya sendiri, tinggal merebus cabai dan jahe sampai layu, kemudian haluskan bersama gula, garam, dan terasi sampai tercampur rata. Terakhir, tambahkan air matang dan cuka, kemudian satukan dengan potongan buah. Agar semua bumbu lebih meresap, umumnya gohu didiamkan di kulkas selama dua jam sebelum dihidangkan.

Bagi yang suka makanan seperti asinan atau rujak dengan rasa asam dan pedas, Anda pasti akan menyukai hidangan gohu. Paling enak disantap dingin-dingin.

Mengenal Beragam Jenis Getuk, Kudapan Manis Berbahan Singkong

Bila ingin mencoba kenikmatan gohu, Anda bisa membelinya di Rumah Es Miangas. Tempat mencoba berbagai sajian es ini telah ada sejak tahun 1976 dan berlokasi di Jalan Sudirman nomor 1, atau biasa disebut kawasan Paal Dua, tepat di samping jembatan Miangas.

Hingga kini, Rumah Es Miangas masih menjual gohu dan menu lain seperti es brenebon, rujak, es kacang gula aren susu, es buah, es avokad durian, es jeruk, es cincau, dan es kacang gula aren.

Selain dari pepaya, banyak juga orang yang membuat gohu dari mentimun dan nanas. Pastinya akan memberiksan sensasi yang berbeda, tetapi tetap menggunakan bumbu-bumbu dasar untuk gohu. Cocok untuk dijadikan menu kreasi di rumah nih untuk camilan bersama keluarga.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini