Canggih! Korea Selatan Segera Gunakan Teknologi AI Pendeteksi COVID-19

Canggih! Korea Selatan Segera Gunakan Teknologi AI Pendeteksi COVID-19
info gambar utama

Tak dapat dipungkiri bahwa pandemi COVID-19 belum juga berakhir. Kuatnya virus yang satu ini kerap hasilkan setidaknya lebih dari satu kasus setiap harinya.  Hingga saat ini seluruh dunia masih sigap memutus rantai penyebaran virus COVID-19. Beragam program juga inovasi dari berbagai bidang diterapkan untuk menekan angka kasus yang terus terjadi di berbagai wilayah.

Salah satunya Korea Selatan yang dikabarkan akan menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendeteksi keberadaan COVID-19. Hal tersebut tentu menjadi kabar baik bagi warga negeri gingseng tersebut, dan menjadi pembicaraan publik di belahan dunia.

Lantas, seperti apa teknologi kecerdasan buatan yang tengah dalam proses tersebut? Simak informasinya sebagai berikut.

Melacak Covid-19 tanpa mengusik ruang privasi

Covid-19 di Korea | Al Jazeera
info gambar

Berbicara mengenai teknologi memang tidak pernah ada habisnya. Banyak orang berlomba untuk membentuk inovasi-inovasi dengan tujuan mempermudah jalan kerja manusia dalam berbagai aspek seperti transportasi, komunikasi, organisasi, dan pekerjaan rumah sekalipun.

Pada masa COVID-19 ini, banyak negara yang mulai membentuk rencana menggunakan alat dengan bantuan teknologi untuk melacak keberadaan virus. Namun, saat ini Korea Selatan lah yang berhasil mencuri atensi publik dengan kecerdasan buatan yang menjadi 'senjata' efektif di dunia 4.0.

Teknologi buatan yang diciptakan oleh ahli Korea Selatan ini mendapat apresiasi oleh publik, lantaran penggunaan alatnya yang tidak mengganggu ranah privasi masing-masing mengingat masyarakat di sana menjunjung tinggi hak privasi. 

Dilansir dari CNN Indonesia, teknologi yang belum diketahui namanya ini didanai secara nasional di Buncheon yang merupakan salah satu wilayah dengan penduduk yang padat.  Pihak Korea Selatan menyebutkan bahwa rencana penggunaan teknologi pelacak COVID-19 akan dimulai pada Januari 2022 mendatang.

Cara kerja teknologi pelacak COVID-19 

Cara Kerja Teknologi | Unsplash - Bernard Hermant
info gambar

Berbeda dengan pelacak Covid-19 yang biasa kita gunakan dalam jarak dekat seperti SWAB, PCR, dan Antigen, teknologi kecerdasan buatan ini melacak keberadaan virus COVID-19 dari kejauhan.

Alat ini nantinya dipadukan dengan ribuan CCTV akan melacak sekitar lebih dari 10.000 rekaman. Pasien yang nantinya terlacak positif COVID-19 akan segera mendapat tindakan lebih lanjut.

Tak hanya itu, orang-orang yang pernah kontak erat dengan pasien juga akan terlacak. Sistem ini dapat secara bersamaan melacak sepuluh orang dalam waktu lima sampai sepuluh menit. 

Cara kerja teknologi kecerdasan buatan dua kali lebih cepat daripada cara manual yang membutuhkan waktu sekitar 15 menit hingga 1 jam. Bahkan, ada yang berhari-hari untuk mengetahui apakah seseorang terdeteksi positif atau tidak. Pemerintah Korea Selatan mengklaim bahwa keberadaan teknologi ini kelak akan memberikan kemudahan bagi para petugas kesehatan untuk mendata kasus COVID-19.

Wah, canggih, ya, Goodmates? Semoga saja dengan terbentuknya alat ini, pandemi COVID-19 cepat menghilang dari dunia agar kita dapat beraktivitas seperti dulu lagi. Selalu jaga kesehatan, ya!

Referensi:CNN Indonesia | Grid Health | Kontan

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini