Peran 'Link and Match' Talenta Digital untuk Kemajuan Indonesia

Peran 'Link and Match' Talenta Digital untuk Kemajuan Indonesia
info gambar utama

#TransformasiDigital

Kemajuan teknologi dunia sudah tidak diragukan lagi. Perkembangan dan inovasi teknologi yang begitu cepat, tentu saja dibutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan di bidang tersebut. Generasi bangsa Indonesia berpeluang untuk tidak hanya sebagai konsumen, tetapi juga produsen digital dalam lingkup nasional maupun internasional. 

Berdasarkan siaran pers Wantiknas dituliskan bahwa dari total 270 juta penduduk Indonesia, terbilang masih relatif sedikit yang memiliki kecakapan digital. Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo berinisiatif mendorong peningkatan sumber daya manusia, khususnya talenta digital, sebagai kunci akselerasi transformasi digital nasional.

Sampai 2030 mendatang, targetnya akan ada 9 juta talenta digital terampil. Tentu saja hal ini sebagai peluang bagi bangsa Indonesia untuk ikut mendorong talenta muda menjadi talenta digital.

Apa itu talenta digital?

Link and Match Talenta dengan Industri | Foto: pixabay.com

Menurut forbes, talenta digital tidak satu dimensi, melainkan terdiri dari soft skill dan hard skill yang mumpuni. Tenaga kerja atau individu yang dibutuhkan harus memiliki  customer-centric, kolaboratif, empati, teknologi dan data-savvy, efisien, efektif, rasa ingin tahu, kreatif, dan pembelajar seumur hidup. 

Talenta digital menjadi  salah satu penggerak utama kemajuan ekosistem digital yang menyeluruh dan berkelanjutan. Perkembangan talenta digital juga ikut membuat perkembangan bangsa menjadi maju. Semakin banyak talenta digital yang ada, negara juga bisa ikut bersaing secara global.

Peran Kominfo mendukung talenta digital

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) turut mendukung program peningkatan kualitas dan kapasitas SDM agar mampu memanfaatkan infrastruktur yang tersedia. Menurut Johnny G. Plate selaku Menteri Kominfo, pihaknya akan menargetkan 12,5 juta peserta pada 2022.

Program pelatihan akan mengenalkan keterampilan literasi digital dalam berbagai tingkatan. Mulai dari tingkat dasar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD), tingkat menengah Program Digital Talent Scholarship (DTS), dan tingkat atas Program Digital Leadership Academy (DLA).

Adapun stratregi pemerintah dalam penyiapan SDM talenta digital. Berikut strategi yang akan dilakukan pemerintah

1. Mereformasi lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi dengan menyusun kurikulum bersama industri serta  training of trainer (ToT)  pada tenaga pengajar

2. Pengembangan berbagai standar kompetensi

3. Menetapkan model kerja sama sarana dan prasarana industri dengan menerapkan beberapa kerja sama dengan industri

4. Mekanisme pemagangan dengan menetapkan model peran dunia usaha serta program ToT terhadap instruktur pemagangan

5. Terkait dengan strategi perbaikan pendidikan vokasi dengan meningkatkan pendanaan dan koordinasi

Link and Match talenta digital dengan Industri

Link and Match merupakan cara untuk menghubungkan sumber daya atau talenta digital dengan dunia industri yang sesuai bidang yang dimiliki. Pemerintah memiliki upaya agar bisa menyediakan tempat atau wadah bagi talenta digital untuk koneksi ke dunia industri. 

Pemerintah sudah ikut berkontribusi seperti membuat program Kampus Merdeka dengan terdapat program magang bagi mahasiswa. Program tersebut sangat membantu mahasiswa untuk memiliki pengalaman sesuai talenta yang dimiliki.

Selain itu, Kominfo juga menyediakan platform Simonas. Sebuah platform yang menyediakan informasi lowongan kerja yang sesuai dengan sertifikasi yang dimiliki oleh pelamar. Tentu saja, ini bisa memudahkan untuk menghubungkan antara talenta digital dengan industri.

Nah, itulah ulasan terkait talenta digital dengan industri. Yuk, persiapkan menjadi talenta digital dari sekarang!

Referensi: Wantiknas | DTXID | Forbes

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini