Memahami Jenis Hutan yang Ada di Indonesia dan Perannya Bagi Lingkungan Hidup

Memahami Jenis Hutan yang Ada di Indonesia dan Perannya Bagi Lingkungan Hidup
info gambar utama

Sejak tahun 2012, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan tanggal 21 Maret sebagai Hari Hutan Sedunia. Tujuannya adalah menyadarkan masyarakat akan pentingnya kelestarian hutan.

Tahun ini, PBB menetapkan tema "Forest and Suistanable Production and Consumption" yang dapat dimaknai sebagai pengingat akan fungsi hutan bagi kehidupan manusia. Zaman boleh lebih modern, tetapi peran hutan terhadap kelangsungan hidup manusia tetaplah penting.

Hutan merupakan wilayah yang begitu luas dan ditumbuhi berbagai jenis tumbuhan sehingga memiliki daya serap karbon dioksida tinggi dan menjadi pemasok oksigen terbesar di permukaan bumi. Wajar jika selama ini hutan disebut sebagai paru-paru dunia.

Tak hanya menyediakan oksigen untuk dihirup, hutan juga menyediakan aneka ragam sumber daya untuk diproduksi dan dikonsumsi manusia. Hutan juga menjadi rumah bagi sekitar 80 persen keanekaragaman hayati terestrial dunia dan sekitar 1,6 miliar orang bergantung langsung pada hutan untuk tempat tinggal, makanan, energi, obat-obatan, dan pendapatan.

Dalam rangka memperingati Hari Hutan Sedunia, mari mengenali jenis-jenis hutan yang ada di Indonesia dan bagaimana keberadaan hutan tersebut berfungsi.

Kearifan Lingkungan Dusun Sade Lombok, Rusak Hutan Bisa Didenda Seekor Kuda

Hutan bakau

 Hutan bakau | @Curioso.Photography Shutterstock
info gambar

Hutan mangrove (bakau) merupakan ekosistem khas yang ditemukan di daerah pesisir pantai. Sesuai namanya, pada habitat tersebut hanya pohon bakau yang dapat tumbuh subur dan bertahan hidup karena proses evolusi serta adaptasi yang telah dilewati oleh tumbuhan bakau.

Pada tahun 2021, KLHK menyatakan bahwa luas lahan bakau di Indonesia adalah 3.364.080 hektare. Keberadaan hutan bakau memiliki peran sangat besar bagi lingkungan hidup. Bakau merupakan tumbuhan yang bisa menahan arus air laut agar tidak mengikis tanah di garis pantai, mencegah erosi pantai, memiliki fungsi sebagai penyerap gas karbon dioksida dan penghasil oksigen.

Hutan bakau juga merupakan habitat bagi berbagai biota laut seperti ikan-ikan kecil, udang, dan kepiting yang berlindung dan mencari makan. Di hutan bakau juga sering ditemukan satwa lain seperti kera dan burung.

Pohon bakau sendiri bisa dimanfaatkan untuk alternatif pakan ternak. Setelah dihancurkan dan digiling menjadi pakan bubuk, bakau memiliki nutrisi yang cukup untuk tumbuh kembang sapi, kambing, dan unggas. Selain itu, hutan bakau juga dapat dikembangkan menjadi kawasan wisata yang akan memberikan dampak pada perekonomian.

Hutan Keramat, Pelestarian Mitos untuk Melindungi Alam dari Keserakahan Manusia

Hutan rawa

 Hutan rawa : @Apolinariy Shutterstock
info gambar

Sesuai namanya, hutan rawa merupakan kawasan yang memiliki lahan basah dan selalu tergenang air tawar. Hutan rawa juga dapat dibedakan menjadi beberapa jenis seperti rawa gambut, rawa air tawar, dan rawa tanpa hutan.

Namun, secara keseluruhan hutan rawa memiliki karakteristik serupa, yaitu selalu tampak hijau sepanjang tahun tanpa terpengaruh musim dan cuaca yang berubah. Dengan adanya cadangan air yang cukup membuat hutan rawa begitu tangguh bertarung dengan perubahan iklim.

Sepanjang waktu, hutan rawa juga selalu digenangi air, memiliki intensitas kelembapan yang relatif tinggi, permukaan tanahnya basah dan berlumpur. Pepohonan dan tumbuhan yang hidup di hutan rawa rata-rata memiliki akar unik serupa akar panggung atau akar lutut, dan tinggi pohonnya mencapai 40 meter.

Untuk keberadaan hutan rawa sendiri biasanya berada di antara hutan lain. Sebagai contoh, hutan rawa gambut berada di antara hutan bakau dan hutan hujan dataran rendah. Fakta unik lain adalah air di hutan rawa selalu tampak hitam atau kemerahan karena pengaruh dari penguraian flora dan fauna yang membusuk.

Adapun fungsi dari hutan rawa adalah menjadi sumber cadangan air, dapat mencegah terjadinya intrusi air laut ke dalam air tanah dan air sungai, mencegah banjir, menyediakan sumber energi dan makanan bagi flora dan fauna.

Di Indonesia, hutan rawa tersebar di berbagai daerah, dari Sulawesi, Jawa, dan Nusa Tenggara. Salah satunya ada di Taman Nasional Ujung Kulon, Provinsi Banten.

Menilik Potensi Budidaya Kakao Secara Organik untuk Lestarikan Hutan Kalimantan

Hutan sabana

 Hutan sabana : @soft_light Shutterstock
info gambar

Sabana merupakan hutan yang terbentuk di daerah yang memiliki perpaduan antara tropis dan subtropis. Hutan ini juga terbentuk dari pengaruh alam yaitu curah hujan. Dengan curah hujan rendah menyebabkan kawasan tersebut memiliki iklim yang tidak terlalu kering untuk disebut gurun pasir, tetapi di sisi lain juga tidak cukup basah untuk menjadi hutan murni.

Hutan sabana merupakan pemandangan yang mudah ditemui di Afrika, Australia, dan Amerika Selatan. Namun, nyatanya jenis hutan ini juga ada di beberapa daerah di Indonesia.

Ciri khas dari hutan sabana adalah memiliki suhu yang cenderung hangat dan tetap sama sepanjang tahun, tetapi tetap berpotensi hujan. Hutan sabana dapat berubah menjadi semak belukar atau hutan basah tergantung dari intensitas hujan. Biasanya pada bulan Mei intensitas hujan lebih tinggi dan hutan sabana mengalami musim basah.

Dari penampilannya, sebagian besar hutan sabana ditutupi oleh rumput. Ada pula beberapa tumbuhan yang mampu bertahan hidup seperti pohon palem dan akasia yang cenderung tahan dengan kondisi kekeringan dan bisa tumbuh tanpa air setiap hari. Sedangkan untuk fauna, biasanya ditemukan singa, jerapah, macan tutul, dan zebra.

Di Indonesia, hutan sabana menjadi salah satu objek wisata alam yang banyak dikunjungi para pelancong. Misalnya seperti Taman Nasional Baluran di Jawa Timur, Sabana Sumba di Nusa Tenggara Timur, dan Sabana Sembalun di Gunung Rinjani.

Selain untuk tujuan wisata karena keindahannya, hutan sabana juga begitu berperan penting bagi kehidupan. Keberadaan hutan sabana dapat mencegah terjadinya erosi tanah dan tanah longsor, menjadi habitat sekaligus menyediakan sumber makanan bagi berbagai hewan, dan menjaga keseimbangan alam.

Sampah dan Pembangunan Masif Mengancam Hutan Perempuan Kampung Enggros

Hutan musim

Caption
info gambar

Apa yang dimaksud dengan hutan musim? Hutan ini termasuk dalam ekosistem darat yang berada di daerah beriklim muson tropis atau memiliki musim hujan dan kemarau. Hutan musim umumnya berada di wilayah dengan iklim tropis dan subtropis yang hangat sepanjang tahun. Di Indonesia, hutan musim banyak ditemukan di wilayah Jawa Timur, Nusa Tenggara, dan Sulawesi Selatan.

Hutan musim juga cenderung memiliki musim kering lama, antara 4-6 bulan bahkan bisa lebih. Ketika memasuki musim kemarau, tumbuhan di hutan musim akan menggugurkan dedaunannya. Namun, ketika musim kemarau berakhir, sebagian besar tumbuhan akan mulai berbunga, berwarna terang, dan berukuran besar.

Umumnya pepohonan yang tumbuh di hutan musim tahan terhadap kekeringan dan termasuk jenis tropofit atau mampu beradaptasi terhadap lingkungan kering dan basah. Adapun beberapa fauna yang hidup di hutam musim seperti harimau dan monyet.

Dari segi fungsinya, hutan musim juga sama dengan hutan lain yang dapat mencegah bencana alam seperti banjir dan longsor. Hutan musim juga dapat menjadi sumber daya alam berupa kayu dan non-kayu, membantu mengurangi dampak pemanasan global, serta membantu keseimbangan iklim bumi dengan cara menyerap karbon dioksida sebagai tahapan siklus karbon.

Memahami Sekaligus Memecahkan Persoalan Sampah di Berbagai Hutan dan Gunung Indonesia

Hutan hujan tropis

 Hutan hujan tropis : @oOhyperblaster Shutterstock
info gambar

Hutan hujan tropis bisa dibilang cukup mendominasi kawasan hutan di Indonesia. Perlu diketahui bahwa Indonesia merupakan negara dengan hutan hujan tropis terluas ketiga di dunia dengan persebaran di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.

Hutan yang juga disebut evergreen ini dikenal selalu hijau sepanjang tahun. Hutan ini berada di di daerah tropis dengan curah hujan yang tinggi sepanjang tahun dan memiliki tingkat kelembapan yang sangat tinggi.

Karakteristik dari hutan hujan tropis adalah selalu terkena sinar matahari sepanjang tahun, suhunya selalu hangat, dan tumbuhan yang hidup di sana bisa berkembang dengan baik.

Hutan hujan tropis memiliki manfaat yang begitu besar bagi lingkungan secara keseluruhan. Mulai dari menyuplai 25-30 persen oksigen melalui fotosintesis dari berbagai jenis tumbuhan, menyimpan miliaran ton karbon dioksida yang mampi berperan dalam mengurangi dampak pemanasan global, menjaga kestabilan iklim dan pola cuaca, juga menjadi habitat bagi flora dan fauna.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini