Jaga Bumi dengan Aksi Bebas Sampah

Jaga Bumi dengan Aksi Bebas Sampah
info gambar utama

#FutureSkillsGNFI

Sering kita ketahui bahwa bumi sudah terlalu banyak membawa beban permasalahan ekologis, mulai dari polusi udara, polusi air, polusi tanah, hingga permasalahan lainnya.

Namun, sedikit dari kita yang menyadari betapa pentingnya aksi menjaga lingkungan. Terbukti dari adanya tumpukan sampah di sekeliling yang tak kita sangka termasuk sumber emisi gas rumah kaca yang menimbulkan perubahan iklim.

Akibatnya, banyak dari tragedi bencana alam yang berasal dari kita sendiri sebagai oknum tidak bertanggung jawab terhadap permasalahan lingkungan. Contohnya saja, bencana tanah longsor karena penebangan pohon, banjir karena penumpukan sampah, maupun kekeringan.

Ilustrasi | Foto: Freepik
info gambar

Maka dari itu, sangat penting bagi kita yang bermukim di bumi untuk selalu menjaga lingkungan dari berbagai kerusakan. Salah satunya, melalui aksi kita untuk membiasakan bebas sampah di kehidupan keseharian. Kita semua bisa melakukannya dalam 10 langkah mudah.

Seperti apa sih caranya?

Nah.. supaya kalian ga bingung dan terus bertanya dalam hati, yuk simak baik-baik!

  1. Menerapkan budaya membeli sesuai kebutuhan, bukan hanya mengikuti keinginan. Terkadang, setelah kita membelinya berdasarkan nafsu saja, barang atau benda itu hanya dapat bertahan digunakan dalam kurun waktu jangka pendek, atau bahkan langsung dibuang.
  2. Membuang sampah pada tempatnya dengan membedakan dan memilah antara sampah organik dan non organik.
  3. Mengelola sampah menjadi pupuk kompos yang bisa digunakan untuk tanaman maupun tumbuhan.
  4. Membiasakan diri untuk mengurangi limbah makanan, seperti menanam kembali sisa wortel, umbi bawang, batang kangkung, sawi, biji tomat, biji cabai, dan lain sebagainya, melalui media tanam sehingga dapat tumbuh kembali menjadi tanaman baru yang layak dikonsumsi.
  5. Memasak makanan sesuai kebutuhan supaya tidak mubadzir dan menimbulkan limbah makanan.
  6. Memulai budaya thrift shop, suatu konsep berbelanja barang bekas yang masih layak pakai. Perlu diketahui, tren ini semakin menjamur di kalangan publik karena terkenal murah dan barang yang dijual pun masih bagus. Nah.. mengapa harus melalui thrift shop? karena sampah dari industri fashion adalah salah satu limbah yang sulit diolah yang kemudian ditambah oleh konsumen fashion yang semakin meningkat sehingga memperburuk penumpukan limbah pakaian.
  7. Saling bekerja sama dengan bergotong royong satu sama lain untuk menjaga kebersihan lingkungan, mulai dari rumah, sekolah, lalu masyarakat dengan cara saling mengingatkan.
  8. Menanam tumbuhan hijau di lingkungan sekitar supaya membantu menghasilkan oksigen dan menyerap karbondioksida, mencegah adanya polusi udara, mengurangi resiko terjadinya banjir dan tanah longsor, sekaligus menjaga populasi berbagai makhluk hidup.
  9. Menciptakan dan menggunakan produk daur ulang yang ramah lingkungan. Selain dapat kita kreasikan sebagai bisnis yang menguntungkan, tentunya hal tersebut dapat bermanfaat bagi lingkungan yang bebas dari sampah dalam rangka mengurangi jumlah ataupun jenis sumber daya yang digunakan. Contohnya, penggunaan sedotan re-useable, wadah tempat makan, pembalut menstruasi dari kain atau menstrual cup, tas belanja kanvas, botol tumbler ketika bepergian, dan lain sebagainya.
  10. Mendonasikan barang yang sudah tidak terpakai, apa aja sih yang bisa didonasikan? Bisa pakaian, mainan bekas, buku, peralatan sekolah, atau peralatan rumah tangga lainnya. Mudah banget kan? Selain mengajarkan kita untuk saling berbagi, tentunya bisa membantu orang yang lebih membutuhkan barang tersebut. Jadi, kegiatan donasi itu bisa menjadi ladang pahala pula buat kita.

Nah.. itu tadi 10 langkah mudah cara kita untuk terbebas dari sampah. Gimana, Goodmates? Sudah tidak penasaran lagi, kan?

Yuk, bersama kita jaga lingkungan dengan lebih bijak mengurangi jumlah sampah. Sekecil apapun perbuatan kita yang bernilai positif, tentunya akan sangat berharga bagi kelangsungan kehidupan nantinya. Terutama bagi lingkungan kita. Kalau bukan kita, siapa lagi yang menjaga bumi?

 

Referensi:Mongabay | Cermati

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini