Batik Aceh: Sejarah, Ciri Khas, dan Motif-Motifnya

Batik Aceh: Sejarah, Ciri Khas, dan Motif-Motifnya
info gambar utama

Aceh adalah salah satu provinsi istimewa di Indonesia selain Yogyakarta, DKI Jakarta, dan Papua. Provinsi yang berada paling barat di Indonesia ini rupanya memiliki produk kerajinan kain batik. Seperti batik dari daerah-daerah Indonesia lainnya, batik Aceh juga memiliki sejarah, ciri khas, dan motifnya sendiri.

Sejarah dan Ciri Khas Batik Aceh

Sejarah batik Aceh tidak lepas dari kedatangan pedagang dari pulau Jawa ke Aceh. Tidak diketahui pasti kapan pertama kali mereka datang ke Aceh dan seberapa sering mereka ke sana. Yang jelas, kehadiran mereka punya pengaruh besar terhadap terciptanya batik Aceh.

Sebagian pedagang Jawa yang datang ke Aceh membawa kain batik yang dibeli masyarakat Aceh. Kain tersebut lalu dimodifikasi oleh masyarakat Aceh sehingga terciptalah batik khas Aceh yang kita kenal sekarang.

Umumnya, batik Aceh punya corak yang elegan dan punya nuansa Islami yang kental. Batik Aceh pun juga punya beberapa ciri khas lainnya, yaitu:

  • Didominasi warna cerah seperti merah, kuning, hijau, dan merah muda.
  • Jarang sekali menggunakan motif binatang karena syariat Islam melarang menggambar makhluk hidup seperti hewan atau manusia di kain atau media lainnya.
  • Lebih banyak menggunakan gambar berbentuk lingkaran, sulur, dan garis pada sebagian besar motifnya

Motif Batik Aceh

Saat ini, batik Aceh sudah tersedia dalam berbagai macam motif. Beberapa diantaranya adalah:

1. Motif Pintu Aceh

Motif ini memiliki gambar pintu dengan tinggi yang relatif rendah sebagai ciri khasnya. Gambar tersebut terinspirasi dari pintu pada rumah adat Aceh yang relatif rendah, namun dibaliknya punya ruangan luas. Gambar tersebut juga punya beberapa makna lain, yaitu:\

  • Menggambarkan sifat orang Aceh yang tidak terlalu terbuka pada orang baru, namun bisa menganggap orang baru itu sebagai saudara jika sudah akrab.
  • Melambangkan sifat rendah hati dan lapang dada.

2. Motif Bungong Jeumpa

Selain menginspirasi terciptanya salah satu lagu daerah Aceh, bungong jeumpa atau bunga jeumpa juga dijadikan salah satu motif pada batik Aceh. Motif ini memadukan gambar bungong jeumpa dengan warna hijau atau merah. Motif ini secara tidak langsung menggambarkan indahnya bungong jeumpa dan alam di Aceh.

3. Motif Tolak Angin

Motif ini memiliki gambar ventilasi pada rumah adat Aceh yang berjumlah banyak. Secara filosofis, motif ini menggambarkan masyarakat Aceh bisa menerima perbedaan dari orang lain.

4. Motif Rencong

Rencong adalah salah satu senjata tradisional khas Aceh. Senjata ini rupanya juga dijadikan salah satu motif pada batik Aceh. Motif rencong pada batik ini diyakini merepresentasikan bacaan basmalah. Di Aceh, masyarakat sering menggunakan batik motif ini untuk ritual adat tertentu.

5. Motif Buah Delima

Selain menggunakan gambar ornamen rumah, bunga, dan senjata tradisional, motif batik Aceh juga menggunakan buah. Salah satu contohnya adalah batik motif buah delima. Buah delima dipilih karena buah tersebut telah disebut dalam Al-Qur’an sebagai salah satu buah yang ada di surga. Gambar delima pada motif batik ini lantas dipadukan dengan beberapa warna menarik.

6. Bungong Kalimah

Ini adalah motif batik Aceh yang kental akan nuansa religius. Nuansa tersebut terlihat jelas dari adanya ayat suci Al-Qur’an pada bagian ujung kainnya. Karena mengandung ayat suci Al-Qur’an, kain batik ini tidak boleh dipakai sembarangan. Biasanya, batik ini akan digunakan pada acara keagamaan atau dijadikan kerudung perempuan.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Anggie Warsito lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Anggie Warsito.

Terima kasih telah membaca sampai di sini