Kami Juga Punya Budaya

Kami Juga Punya Budaya
info gambar utama

Kami Juga Punya Budaya

#WritingChallengeKawanGNFI #CeritadariKawan #NegeriKolaborasi #MakinTahuIndonesia

Budaya menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI ialah adat istiadat, sedangkan menurut Wikipedia budaya ialah cara hidup yang berkembang dan dimilikioleh seseorang atau sekelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi, namun tidak turun-temurun.

Sesuai dengan pengertian di atas kita tahu bahwa budaya ini ialah suatu adat yang sudah menjadi kebiasaan seseorang ataupun kelompok, maka dari itu adat di satu kelompok dengan kelompok lain berbeda.

Contoh saja kebiasaan yang dimiliki oleh siswa biasa berbeda dengan kebiasaan milik mahasiswa, jika siswa biasanya menggunakan seragam, sedangkan mahasiswa tidak menggunakan seragam melainkan almamater yang biasanya berupa jas.

Budaya juga dapat berbeda tergantung tempatnya, misalnya budaya di perkotaan berbeda dengan budaya yang ada di pedesaan. Saya sebagai kaum sarungan juga memiliki budaya yang tidak kalah menarik dari budaya lainnya yang ada di luar, hal ini dikarenakan kawasan kami yang tertutup dan minimalnya hubungan dengan masyarakat luar pondok pesantren.

Ilustrasi Pesantren | Foto: Rumah.com
info gambar

Salah satu budaya yang masih melekat pada diri santri yakni memakai sarung di mana pun dan kapan pun santri singgah, memang hal ini terdengar aneh oleh masyarakat luar pondok pesantren, namun bagi diri santri hal ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri.

Selain itu ada juga budaya makan bersama dalam satu nampan yang biasa disebut dengan Kembulan, budaya ini tidak sembarangan dilakukan oleh santri, budaya ini dapat mempererat persaudaraan antar sesama santri.

Dulu saat saya bertengkar dengan teman saya, maka ustad saya menyuruh saya untuk makan bersama dengan teman yang bertengkar dengan saya sebelumnya dan hal ini cukup efektif, meskipun awalnya kami saling berdiam diri tapi lama-kelamaan kami mulai mengobrol dan saling memaafkan.

Terlepas dari itu budaya ini juga dapat menumbuhkan rasa saling mengasihi ataupun rasa kasih sayang. Mengapa? Karena di saat santri mendapat kiriman dari orang tua atupun kerabat terdekat, santri tidak akan memakan makanan yang dikirimkan sendiri, ia akan memakan makanan tersebut dengan teman yang biasanya makan bersama dengannya.

Ada satu budaya lagi yang tidak kalah menarik yakni Ro’an atau gotong royong membersihkan pondok pesantren bersama-sama. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pengabdian pada pondok pesantren dan juga sebagai tanda terima kasih kepada pondok pesantren karena telah mendidik santri tanpa pandang bulu entah ia kaya, miskin, pintar ataupun tidak.

Kegiatan ini biasanya dilaksanakan saat pagi hari di tempat yang sering sekali kotor ataupun berantakan seperti kamar mandi, kantin, masjid, jalan-jalan yang dipenuhi dengan daun yang gugur. Dengan adanya kegiatan ini juga santri dapat melatih kerja sama dan kekompakkan santri.

Dengan Kawasan yang tertutup, santri beradaptasi dengan cara tersendiri dan yang akhirnya menciptakan budaya-budaya baru seperti yang telah disebutkan di atas. Dengan adanya hal ini santri memiliki ciri khas tersendiri yang berbeda dari orang-orang lain. Jadi hidup di pondok pesantren merupakan hal yang sangat special bagi saya sendiri.

Dari kawan GNFI apakah ada yang berminat untuk masuk ke pondok pesantren dan menimbah ilmu disana? Jika iya, maka saya sangat mendukung kalian untuk pergi ke pondok pesantren karena selain dari kawan GNFI dapat mendapatkan ilmu, kawan GNFI juga dapat merasakan banyak pengalaman baru yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan oleh kawan GNFI, entah seperti yang telah saya jelaskan di atas, ataupun pengalaman lain yang tidak kalah menarik.

Selain itu, Kawan bisa mendapat nikmatnya bertemu dengan keluarga, kenapa? Karena saat di pondok pesantren kawan GNFI akan merasa sangat rindu pada keluarga kalian entah itu adik, kakak, ayah, ataupun ibu, dikarenakan lama sekali tidak bertemu dengan mereka, mungkin bisa tapi hanya sebatas wajah, ataupun bisa bertemu langsung tapi dalam waktu yang sebentar.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan. Artikel ini dilengkapi fitur Wikipedia Preview, kerjasama Wikimedia Foundation dan Good News From Indonesia.

FS
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini