Kya-Kya Reborn Jadi Primadona Baru di Surabaya

Kya-Kya Reborn Jadi Primadona Baru di Surabaya
info gambar utama

#WritingChallengeKawanGNFI #CeritadariKawan #NegeriKolaborasi #MakinTahuIndonesia

Sebagai kota kedua terbesar di Indonesia, Surabaya mempunyai daya tarik sendiri bagi para wisatawan. Kota yang akrab dikenal sebagai kota pahlawan ini mempunyai banyak sekali wisata menarik yang banyak bermunculan terlebih sejak Indonesia mulai memasuki pasca pandemi. Salah satu wisata yang saat ini sedang booming adalah wisata pecinan Kya-Kya yang terletak di Jl. Kembang Jepun, Surabaya Utara. Wisata Kya-Kya ini disebut reborn (terlahir kembali) karena sudah pernah ada sebelumnya. Ya, Kya-Kya ini pertama kali diresmikan pada 31 Mei 2003 saat Surabaya dipimpin oleh walikota Bambang Dwi Hartono. Namun, karena minimnya animo masyarakat serta tidak terlalu di organisir dengan baik, akhirnya wisata Kya-Kya ini tidak beroperasi lagi dan akhirnya tutup.

Kya-Kya Surabaya | Foto: Liputan6.com
info gambar

Namun, dengan semangat optimisme dari Pemkot Surabaya yang ingin mengembalikan lagi Kya-Kya sebagai china-town nya Surabaya akhirnya pada 10 September 2022 lalu, walikota Surabaya Eri Cahyadi resmi melaunching Wisata Pecinan Kembang Jepun atau Kya-Kya Reborn. Wisata yang hanya buka di malam hari ini, mengusung konsep Car Free Night dimana sepanjang jalan Kya-Kya tidak diperbolehkan kendaraan lewat dan dipenuhi oleh 66 stand makanan dan minuman yang mana setengah diantaranya merupakan UMKM. Mirip dengan konsep Kya-Kya sebelumnya, kuliner masih menjadi poin utama dalam wisata ini.

Namun, Kya-Kya yang sekarang mempunyai beberapa perbedaan dengan yang dahulu. Pertama, stand makanan yang berjejer sepanjang jalan lebih bervariasi. Kawan GNFI bisa menemukan semua jenis makanan dan minuman seperti Pempek, Mie Ayam, Bebek Goreng, Nasi Hainan, Dimsum, Kopi, Jus buah bahkan juga terdapat stand jamu tradisional. Pengunjung juga tidak perlu khawatir karena di sepanjang jalan juga telah disediakan meja dan kursi untuk makan.

Kedua, terdapat panggung untuk menampilkan berbagai macam pertunjukan seni dan budaya seperti barongsai, musik klasik khas Tiongkok, tarian cina ataupun sekedar bernyanyi dengan lantunan alat musik.

Ketiga, ornamen tematik khas Cina sangat kental menghiasi sepanjang jalan Kya-Kya reborn. Mulai dari lampion, hiasan naga yang menggantung, toilet portable yang dihiasi gambar ataupun mural berornamen khas negeri tirai bambu ini. Sungguh menyulap kawasan Kembang Jepun yang tadinya suram menjadi berwarna. Kawan GNFI jika berkunjung kesini pasti akan senang untuk selfie karena hampir setiap sudut punya spot unik dan bagus untuk berfoto yang pastinya instagramable.

Mengutip dari TribunnewsWalikota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan bahwa bangkitnya wisata Kya-Kya ini selain sebagai strategi membangkitkan ekonomi juga sebagai bukti semangat toleransi yang terus terjaga. Berbagai budaya hadir dan terjaga di Kota Pahlawan, termasuk budaya Tionghoa. Bangkitnya Kya-Kya yang notabene berada di kawasan Kota Tua (old town) Surabaya membuat kawasan tersebut semakin ramai dikunjungi. Pasalnya, sebelum diresmikan wisata peCinan ini baik sepanjang jalan Kembang Jepun dan sekitarnya sangat sepi seperti mati suri. Selain itu, keberadaan Kya-Kya reborn juga menjadi hal positif bagi para wisatawan karena letaknya di kota tua yang mengandung banyak nilai-nilai sejarah.

Untuk masuk ke wisata Kya-Kya ini tidak dipungut biaya sama sekali alias gratis. Kya-Kya reborn buka setiap hari Jumat, Sabtu dan Minggu mulai jam 18.00 hingga 22.00. Pemkot Surabaya optimis alternatif wisata di malam hari ini bisa bertahan dan menjadi ikon wisata baru serta menjadi magnet bagi wisatawan baik asing ataupun domestik yang datang ke Surabaya. Akankah Kya-Kya reborn bisa mengalahkan Tunjungan Romansa?

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

IF
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini