Nama lengkapnya, Aisya Rabbanea Zahra, anak saya yang sebentar lagi memasuki usia sekolah dasar. Sudah hampir 2 tahun ini saya punya kegiatan baru di pagi hari, yakni mengantar dia ke TK yang tidak jauh dari rumah. Makin lama saya makin menikmati kegiatan itu karena valuenya yang luar biasa, misalnya saya begitu senang memandangnya berbaur akrab dengan teman2 sekolahnya yang seusianya.

Sebetulnya tidak ringan mengantar Aisya tiap pagi, apalagi dengan kemacetan Surabaya yang makin hari makin menjadi. Kalau saya antar kepagian, kasian, teman2nya belum datang. Tapi serepot-repotnya mengantar dia, pasti jauh lebih repot lagi adalah anak itu sendiri sebagai pihak yang harus menjalani. Tas mereka makin hari makin berat , pelajaran mereka makin sekali dan jam sekolahnya sebentar lagi akan makin panjang .

Saya jadi ingat ketika saya mengunjungi Solomon Islands 5 tahun silam. Saya bertemu dengan beberapa mahasiswa dengan berbagai macam bawaannya. Tas, buku, dan berbagai peralatan kuliah lainnya. Saya sempat bertanya ringan dengan mereka, kira kira setelah lulus mau jadi apa. Dan jawabannya sungguh mengharukan saya "Di Solomon Islands tidak banyak lowongan kerja. Mungkin saya akan jadi nelayan atau petani". Memang, Solomon Islands adalah negara kepulauan yang cukup panjang, dengan penduduk mungkin tak lebih dari 600 ribu jiwa. Di samping letaknya yang jauh dari mana-mana, ekonomi Solomon Islands juga sangat bergantung pada perikanan, pariwisata, dan bantuan asing. Dengan ketergantungan seperti itu, saya berpikir.."alangkah kasiannya anak2 sekolah di sana. Karena mereka sudah tahu, masa depan mereka kurang cerah secara ekonomi".

Saya masih teringat  ketika saya seumuran Aisya, dan ketika itu bayangan akan masa depan yang cerah tergambar jelas di benak saya.  Dan terus terang saja, waktu itu saya berpikir bahwa pintar saja tidak cukup, tapi harus juga sukses secara ekonomi di masa depan.

Pemikiran seperti itu terbawa hingga kini. Saya terus terang sangat trenyuh melihat Aisya yang tetap ke sekolah meski hujan deras, dan jas hujannya sobek. Namun saya mempunyai bayangan yang tergambar sangat jelas di benak saya, bahwa masa depan Aisya akan jauh lebih baik secara ekonomi dibandingkan orang tuanya. Karena saya meyakini sepenuhnya, Indonesia akan terus melaju secara ekonomi, dan mampu memberikan kesempatan luas bagi putra putri bangsanya untuk mendapatkan penghidupan yang maju.

(Teriring sebaris do'a..kukirimkan kepada-Mu, ya Allah)

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu