Ini Dia Drone Pertama di Asia Tenggara yang Diproduksi Massal

Ini Dia Drone Pertama di Asia Tenggara yang Diproduksi Massal

Ini Dia Drone Pertama di Asia Tenggara yang Diproduksi Massal

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠. Rekomendasi lain dari WHO

Dunia penerbangan Indonesia kembali kedatangan anggota baru. Kali ini secara resmi PT Dirgantara Indonesia (PTDI) telah memperoleh penugasan pemerintah untuk melakukan proses produksi Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA) atau drone.


PTTA produksi PTDI ini merupakan hasil pengembangan drone yang awalnya dirancang oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Prototip yang kemudian diberi nama Wulung tersebut telah ditugaskan oleh Kementrian Pertahanan (Kemhan) untuk diproduksi sesuai standar industri penerbangan. Cukup banyak perubahan yang dilakukan oleh PTDI berdasarkan prototip rancangan BPPT tersebut, seperti peningkatan kualitas material dan sistem menyusul rencana untuk produksi masal.



"Pesawat ini bentuk luar luar mirip dengan dikembangkan oleh BPPT, tetapi secara dalamannya sudah jauh berbeda yakni mulai dari material dan proses pembuatan. Kemudian sistem itu sudah jauh berbeda dengan yang dipakai dan dikembangkan teman-teman BPPT," kata Chief Engineer untuk PTTA, PTDI, Bona P Fitrikananda.


Bila proses sertifikasi tuntas, artinya Wulung menjadi drone pertama di Asia Tenggara yang telah memenuhi standar industri penerbangan dan siap diproduksi massal. Dalam proses ini PTDI telah melibatkan setidaknya 100 orang insinyur dan mekanik pesawat.


Bona menjamin, para insinyur dan mekanik tersebut merupakan putra-putri Indonesia yang bekerja di PTDI.


"Kita menggunakan insinyur PTDI dan nggak ada yang asing," jelasnya.


Selama proses ujicoba hingga sertifikasi PTDI telah membuat 5 unit drone, dan bila berhasil mendapat sertifikat dari IMAA, 3 unit Wulung bakal diserahkan kepada pemesan, yakni Kementerian Pertahanan (Kemhan) mulai awal Februari 2016.


Bona juga menjelaskan bahwa drone Wulung buatan Bandung ini memiliki kemampuan terbang dari sejauh 100-120 kilometer dan dapat bertahan di udara selama 4 jam tanpa berhenti siang maupun malam berkat teknologi infra red. Ketinggian yang dapat ditembuh adalah sekitar 8.000 kaki (feet). Berdasarkan kemampuannya yang baik tersebut, nanti Wulung akan berfungsi untuk misi pengawasan, pemantauan, hingga aktifitas intelejen di daerah yang rawan kegiatan ilegal. 


"Misi utamanya adalah mengawasi perbatasan," ujar Bona.


sumber: Detik Finance



WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah jika sakit
  5. Hindari menyentuh wajah
  6. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga83%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang17%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Mahakarya Anak Bangsa yang Manfaarnya Hingga 10 Ribu Tahun ke Depan Sebelummnya

Mahakarya Anak Bangsa yang Manfaarnya Hingga 10 Ribu Tahun ke Depan

Ketika Para Seniman Ajak Masyarakat Atasi Covid-19 Lewat Pertunjukan Di Dunia Maya Selanjutnya

Ketika Para Seniman Ajak Masyarakat Atasi Covid-19 Lewat Pertunjukan Di Dunia Maya

Bagus Ramadhan
@bagusdr

Bagus Ramadhan

http://kulawarga.id

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.