Berbagai upaya untuk meningkatkan jumlah wisatawan asing ke Indonesia terus dilakukan. Salah satunya adalah dengan memberikan kemudahan perizinan kapal pesiar yang ingin melakukan kunjungan ke wilayah Indonesia. Langkah ini cukup potensial sebab wisatawan yang singgah untuk berwisawata diperkirakan adalah kalangan atas yang datang dari seluruh dunia. 

Seperti dikutip dari Antara, kemudahan tersebut adalah dengan fasilitas isi formulir online. Perusahaan kapal pesiar cukup dengan mengisi formulir secara online, demikian Asisten Deputi Jasa Kemaritiman Kementerian Koordinator Kemaritiman, Okto Irianto menjelaskan di Paviliun Indonesia ITB Berlin, Jumat (11/3).

Okto menuturkan, pemberian kemudahan bagi kapal pesiar yang ingin singgah ke Indonesia dalam upaya memdukung program pemerintah yang ingin mendatangkan 20 juta wisman. Menurutnya, Kementerian Pariwisata menargetkan kedatangan kapal pesiar ke Indonesia hingga 400 unit tahun ini. Apalagi dalam satu kapal pesiar biasanya menampung sampai lima ribu penumpang.

MS Rotterdam yang beberapa waktu lalu bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya (Foto: youtube.com)
MS Rotterdam yang beberapa waktu lalu bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya (Foto: youtube.com)

Dikatakannya dalam upaya meningkatkan wisatawan yang akan berlibur, pemerintah Indonesia juga telah mengeluarkan peraturan tentang bebas visa dan kemudahan masuknya kapal pesiar. Aturan tersebut tertuang dalam Permenhub Nomor 121 Tahun 2015 tentang Pemberian Kemudahan Bagi Wisatawan dengan Menggunakan Kapal Pesiar (cruise ship) Berbendera Asing yakni kapal pesiar berbendera asing dapat mengangkut wisatawan di pelabuhan dalam negeri untuk berwisata.

Saat ini tercatat lima pelabuhan yang boleh disandari kapal pesiar, khususnya pelabuhan besar, seperti Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Tanjung Perak Surabaya, Belawan, Makassar dan Benoa Bali.

Akhir bulan lalu, sebuah kapal pesiar asal Belanda, MS Rotterdam juga telah bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak dalam pra rilis Surabaya North Quay.

Sumber : ANTARA
Sumber Gambar Featured : telegraph.co.uk

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu