Dua Tempat di Indonesia, World's Best Snorkeling Destinations

Dua Tempat di Indonesia, World's Best Snorkeling Destinations

Dua Tempat di Indonesia, World's Best Snorkeling Destinations

Taman Nasional Komodo di NTT dan Raja Ampat di Papua Barat, dinobatkan sebagai destinasi snorkeling terbaik dunia atau Worlds Best Snorkeling Destination berdasarkan survei CNN (Cable News Network) tahun 2015.

“Indonesia sekaligus menempatkan dua destinasi yakni Raja Ampat di urutan pertama dan Taman Nasional Pulau Komodo di urutan kedua,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya di Jakarta.

Dua destinasi kebanggaan Indonesia itu, kata dia, berhasil mengalahkan Kepulauan Galapagos yang berada di peringkat ketiga dalam survei tersebut.

CNN edisi internasional pada akhir 2015 melibatkan sejumlah ahli maritim untuk menyebutkan beberapa tempat favorit mereka untuk melakukan snorkel. Jawaban mereka dirangkum dalam tulisan berjudul “11 of the worlds best snorkeling destinations” atau 11 destinasi snorkeling terbaik dunia.

Snorkeling di Komodo | foto Exotica_lands.com
Snorkeling di Komodo | foto Exotica_lands.com

Pada peringkat pertama yakni Rajaampat di Papua Barat, Indonesia, yang menjadi habitat bagi 75 persen koral yang dikenal di dunia. Peringkat kedua yakni TN Komodo di NTT, Indonesia.

Kemudian peringkat ketiga hingga 11 yakni Kepulauan Galapagos di Ekuador, Coral Triangles di Asia Pasifik, Filipina, Silver Bank Republik Dominika, Palau di Micronesia, Greet Barrier Reef di Australia, Pulau Solomon, Isla Holbox di Mexico, dan Kealakekua Bay di Big Island, Hawai.

Terkait dengan semakin dikenalnya sejumlah destinasi di Tanah Air, Menteri Pariwisata mengatakan hal itu tidak lepas dari kerja keras yang telah dilakukan bersama. “Promosi gencar yang kita lakukan telah mulai membuahkan hasil,” katanya.

Snorkeling di Raja Ampat | foto papua-diving.com
Snorkeling di Raja Ampat | foto papua-diving.com

Menurut Menteri, semakin dikenalnya lebih banyak destinasi wisata Indonesia di tingkat dunia merupakan keberhasilan bersama yang harus terus ditingkatnya. “Branding Wonderful Indonesia, yang tadinya tidak ada rankingnya, pada 2015 melesat 100 peringkat menjadi ranking 47, mengalahkan Amazing Thailand ranking 83, dan yang memuaskan mengalahkan branding Trully Asia Malaysia yang hanya ranking 96,” katanya

SergapNTT.com

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Makan Di Kantin Ini Cukup Bayar Pakai Sampah Sebelummnya

Makan Di Kantin Ini Cukup Bayar Pakai Sampah

Indonesia Masuk dalam Daftar Negara dengan Destinasi Ramah Wanita Muslim 2019 Selanjutnya

Indonesia Masuk dalam Daftar Negara dengan Destinasi Ramah Wanita Muslim 2019

Akhyari Hananto
@akhyari

Akhyari Hananto

http://www.goodnewsfromindonesia.org

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to understand it. My banking career continued in Yogyakarta when I joined in a program funded by the Asian Development Bank (ADB),as the coordinator for a program aimed to help improve the quality of learning and teaching process in private universities in Yogyakarta. When the earthquake stroke Yogyakarta, I chose to join an international NGO working in the area of ?disaster response and management, which allows me to help rebuild the city, as well as other disaster-stricken area in Indonesia. I went on to become the coordinator for emergency response in the Asia Pacific region. Then I was assigned for 1 year in Cambodia, as a country coordinator mostly to deliver developmental programs (water and sanitation, education, livelihood). In 2009, he continued his career as a protocol and HR officer at the U.S. Consulate General in Surabaya, and two years later I joined the Political and Economic Section until now, where i have to deal with extensive range of people and government officials, as well as private and government institution troughout eastern Indonesia. I am the founder and Editor-in-Chief in Good News From Indonesia (GNFI), a growing and influential social media movement, and was selected as one of The Most Influential Netizen 2011 by The Marketeers magazine. I also wrote a book on "Fundamentals of Disaster Management in 2007"?, "Good News From Indonesia : Beragam Prestasi Anak Bangsa di dunia"? which was luanched in August 2013, and "Indonesia Bersyukur"? which is launched in Sept 2013. In 2014, 3 books were released in which i was one of the writer; "Indonesia Pelangi Dunia"?, "Indonesia The Untold Stories"? and "Growing! Meretas Jalan Kejayaan" I give lectures to students in lectures nationwide, sharing on full range of issues, from economy, to diplomacy

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.