Pentagon, Satu-satunya Sekolah Nanoteknologi Dan Bioteknologi Di Indonesia

Pentagon, Satu-satunya Sekolah Nanoteknologi Dan Bioteknologi Di Indonesia

Ilustrasi © Pemilik Gambar

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Mendengar pentagon mungkin kita langsung tertuju pada gedung segi lima markas pertahanan dan militer Amerika Serikat di Washington DC. Namun, pentagon di Indonesia ini bukanlah tempat untuk merancang strategi militer, meskipun dirancang memiliki bentuk lima sisi, pentagon yang berada di pelosok hutan Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu ini adalah sebuah sekolah.

Meski terletak di hutan, sekolah bernama lengkap Sekolah Menengah Atas Negeri 10 Pentagon ini berstandar internasional dan memiliki fasilitas lengkap. Untuk menjadi murid disekolah ini pun tidak mudah. Siswa yang ingin bersekolah di Pentagon harus melewati proses seleksi ketat. Mulai dari tes akademik, psikotes hingga ke kepribadian. Sebab itu, sekolah ini hanya membatasi penerimaan siswa sebanyak 50 orang setiap tahunnya. Saat ini ada 94 orang calon ilmuwan muda Indonesia tengah menuntut ilmu di sekolah ini.

"Proses seleksi kita serahkan ke tim seleksi dari ITB dan hanya 50 siswa terbaik yang akan dipilih dan itu tanpa siswa cadangan," kata Kepala Dinas Diknas Kabupaten Kaur M Daud Abdullah.

Menurut Kepala SMAN 10 Pentagon Yeye Hendri, setiap harinya pembelajaran akan dilakukan selama 12 jam. Seluruh siswa akan dibimbing oleh pembimbing yang ditunjuk. Secara prinsip, sekolah Pentagon memang hanya memfokuskan diri dalam pendidikan eksak dan memiliki empat ekstrakurikuler yang tidak dimiliki sekolah umum. Seperti Nano Technology, Biotechnology, Energi Baru dan Terbarukan serta pengetahun Robotik.

"Kami juga menghadirkan para pakar dari berbagai lembaga seperti LIPI, Austraining Indonesia, Puspitek, universitas dan lembaga lainnya setiap bulan," kata Yeye.

"Ini satu-satunya di Indonesia sekolah menengah atas yang mempelajari Nano Technology dan Biotechnology," kata Bupati Kaur, Hermen Malik menambahkan.

Meski sudah berstandar internasional dan memiliki puluhan pengajar berkelas, seluruh biaya pendidikan yang dinikmati oleh siswa di sekolah yang didirkan sejak tahun 2013 ini ternyata gratis. "Mereka hanya dibebankan biaya makan saja, sementara lainnya gratis tak ada pungutan lainnya," kata M Daud.

Retno Wulandari, salah seorang siswa asal Lampung awalnya mengaku ragu dengan sekolah itu. Namun, sejak kini bergabung membuatnya semakin termotivasi untuk belajar. "Awalnya saya ragu karena sekolahnya berada di hutan, setelah menjalaninya saya senang karena kegiatannya membuat kita tidak bosan," katanya.

Siswa-siswi belajar robotik dengan menerbangkan drone : dok sman10pentagon
Siswa-siswi belajar robotik dengan menerbangkan drone : dok sman10pentagon

Pemerintah daerah memang serius memajukan pendidikan, setidaknya ada empat sekolah mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas yang diberikan secara gratis namun digarap secara profesional.

"Kami tak ingin ada anak putus sekolah karena faktor ekonomi. Jika ditemukan kasus seperti itu kami wajib menjemput mereka dan kami sekolahkan secara gratis," kata Bupati Kaur Hermen Malik.

Sumber: nasional.news.viva.co.id, www.sman10pentagonkaur.sch.id

Sumber Gambar: dok sman10pentagon, google

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga75%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang8%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau17%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Yufi Eko Firmansyah

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
FishLog, Aplikasi yang Membantu Nelayan Mendunia Sebelummnya

FishLog, Aplikasi yang Membantu Nelayan Mendunia

Indonesia Ternyata Punya 26 Milyar Lobster Bertelur yang Siap Jadi Cuan Selanjutnya

Indonesia Ternyata Punya 26 Milyar Lobster Bertelur yang Siap Jadi Cuan

Irman Fatoni
@irman_fatoni

Irman Fatoni

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.