Lupa Sandi?

Pentagon, Satu-satunya Sekolah Nanoteknologi Dan Bioteknologi Di Indonesia

Irman Fatoni
Irman Fatoni
0 Komentar
Pentagon, Satu-satunya Sekolah Nanoteknologi Dan Bioteknologi Di Indonesia
Pentagon, Satu-satunya Sekolah Nanoteknologi Dan Bioteknologi Di Indonesia

Mendengar pentagon mungkin kita langsung tertuju pada gedung segi lima markas pertahanan dan militer Amerika Serikat di Washington DC. Namun, pentagon di Indonesia ini bukanlah tempat untuk merancang strategi militer, meskipun dirancang memiliki bentuk lima sisi, pentagon yang berada di pelosok hutan Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu ini adalah sebuah sekolah.

Meski terletak di hutan, sekolah bernama lengkap Sekolah Menengah Atas Negeri 10 Pentagon ini berstandar internasional dan memiliki fasilitas lengkap. Untuk menjadi murid disekolah ini pun tidak mudah. Siswa yang ingin bersekolah di Pentagon harus melewati proses seleksi ketat. Mulai dari tes akademik, psikotes hingga ke kepribadian. Sebab itu, sekolah ini hanya membatasi penerimaan siswa sebanyak 50 orang setiap tahunnya. Saat ini ada 94 orang calon ilmuwan muda Indonesia tengah menuntut ilmu di sekolah ini.

"Proses seleksi kita serahkan ke tim seleksi dari ITB dan hanya 50 siswa terbaik yang akan dipilih dan itu tanpa siswa cadangan," kata Kepala Dinas Diknas Kabupaten Kaur M Daud Abdullah.

Menurut Kepala SMAN 10 Pentagon Yeye Hendri, setiap harinya pembelajaran akan dilakukan selama 12 jam. Seluruh siswa akan dibimbing oleh pembimbing yang ditunjuk. Secara prinsip, sekolah Pentagon memang hanya memfokuskan diri dalam pendidikan eksak dan memiliki empat ekstrakurikuler yang tidak dimiliki sekolah umum. Seperti Nano Technology, Biotechnology, Energi Baru dan Terbarukan serta pengetahun Robotik.

Baca Juga

"Kami juga menghadirkan para pakar dari berbagai lembaga seperti LIPI, Austraining Indonesia, Puspitek, universitas dan lembaga lainnya setiap bulan," kata Yeye.

"Ini satu-satunya di Indonesia sekolah menengah atas yang mempelajari Nano Technology dan Biotechnology," kata Bupati Kaur, Hermen Malik menambahkan.

Meski sudah berstandar internasional dan memiliki puluhan pengajar berkelas, seluruh biaya pendidikan yang dinikmati oleh siswa di sekolah yang didirkan sejak tahun 2013 ini ternyata gratis. "Mereka hanya dibebankan biaya makan saja, sementara lainnya gratis tak ada pungutan lainnya," kata M Daud.

Retno Wulandari, salah seorang siswa asal Lampung awalnya mengaku ragu dengan sekolah itu. Namun, sejak kini bergabung membuatnya semakin termotivasi untuk belajar. "Awalnya saya ragu karena sekolahnya berada di hutan, setelah menjalaninya saya senang karena kegiatannya membuat kita tidak bosan," katanya.

Siswa-siswi belajar robotik dengan menerbangkan drone : dok sman10pentagon
Siswa-siswi belajar robotik dengan menerbangkan drone : dok sman10pentagon

Pemerintah daerah memang serius memajukan pendidikan, setidaknya ada empat sekolah mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas yang diberikan secara gratis namun digarap secara profesional.

"Kami tak ingin ada anak putus sekolah karena faktor ekonomi. Jika ditemukan kasus seperti itu kami wajib menjemput mereka dan kami sekolahkan secara gratis," kata Bupati Kaur Hermen Malik.

 

Sumber: nasional.news.viva.co.id, www.sman10pentagonkaur.sch.id

Sumber Gambar: dok sman10pentagon, google

 

Pilih BanggaBangga81%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau19%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG IRMAN FATONI

Talk is evanescent, Writing leaves footprints. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara