PT MRT Jakarta ngebut dalam pembangunan moda transportasi Mass Rapid Transit. Hingga bulan lalu,  pembangunan sudah mencapai 60 persen. "Persentase 60 persen boleh dibilang. Pembangunan underground lancar, kalau elevatedsudah baik. Kita optimalkan lahan yang sudah bebas sambil terus berkoordinasi dengan Pemprov DKI ke tanah yang belum jelas. Saya masih optimistis ini masih bisa kitamanage dengan baik. Target kita awal 2019 atau akhir tahun 2018 sudah beroperasi," ujar Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta, Muhammad Nasyir.

Mesin bor Antareja dari arah selatan atau Senayan sudah sampai di Stasiun Istora. Bor lainnya sudah dalam persiapan melanjutkan pengeboran dari Stasiun Istora menuju Bendungan Hilir.

Sementara itu, Antareja dari arah utara atau dari Bundaran HI sudah mencapai Dukuh Atas, sedangkan Antareja sisi lainnya sudah berada di depan Menara BCA.

"Nantinya bor dari arah selatan dan utara akan bertemu di Setiabudi," lanjut Nasyir. Semoga dengan semakin banyaknya moda transportasi massal, seperti MRT dan juga LRT,  impian Jakarta bebas kemacetan segera terwujud. Minimal mengurangi angka kemacetan. 

Inilah ilustrasi Stasiun MRT (Mass Rapid Transit) Jakarta yang rencananya akan beroperasi pada tahun 2019 diambil dari fanpage-nya Pemprov DKI Jakarta. 

Stasiun Bundaran HI
Stasiun Bundaran HI
Stasiun MRT Fatmawati
Stasiun MRT Fatmawati
Stasiun MRT Istora
Stasiun MRT Istora
Stasiun MRT Senayan
Stasiun MRT Senayan

Sumber :

Liputan 6 | Pemprov DKI

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu