Lupa Sandi?

Cerita Di Balik Pembuatan Replika Bendera Pusaka

Agustina  Suminar
Agustina Suminar
0 Komentar
Cerita Di Balik Pembuatan Replika Bendera Pusaka

Replika bendera pusaka yang akan dikibarkan di Istana Negara besok pagi sudah memasuki replika ketiga. Uniknya, bendera replika ketiga ini sebenarnya sudah dibuat sejak tahun 1995.

Alasan Pembuatan Duplikat Bendera Pusaka

Upacara peringatan pada hari kemerdekaan tidak bisa dilepaskan dari kesakralan bendera. Ketika bendera berhasil dikibarkan menuju puncak teratas tiang, saat itu juga ihwal mengenai kebebasan menjadi jaminan seluruh rakyat Indonesia untuk terlepas dari segala bentuk penjajahan. Untuk itu merah putih menjadi simbolisasi perjuangan rakyat Indonesia yang selalu dikibarkan pada 17 Agustus setiap tahunnya.

Namun karena beberapa alasan, bendera pusaka saat ini tidak lagi dikibarkan dan digantikan dengan bendera replika. Khususnya pada tahun ini, upacara kemerdekaan yang dilaksanakan di Istana Negara besok pagi akan menggunakan bendera replika ketiga. Namun meskipun begitu, bendera merah putih menorehkan kisah bersejarah pada jaman kemerdekaan sampai tahun ini.

Baca Juga

Meskipun kemerdekaan sudah direnggut oleh rakyat, namun Indonesia masih harus menghadapi Belanda yang datang untuk melancarkan Agresi Militer. Husein Mutahar yang menjadi ajudan Sukarno saat itu ditugaskan untuk menyelamatkan Merah Putih. Demi menyelematkan bendera pusaka, segala cara dilakukan termasuk memotong bendera menjadi dua dan menyembunyikannya agar tidak disita oleh Belanda.

Bendera Pusaka Pertama Kali berkibar di Istana Negara pada 17 Agustus 1950. Sumber:infokito.files.wordpress.com
Bendera Pusaka Pertama Kali berkibar di Istana Negara pada 17 Agustus 1950. Sumber:infokito.files.wordpress.com

Setelah terjadi kesepakatan Meja Bundar, akhirnya Sang Saka bisa kembali dikibarkan pada upacara di Gedung Agung Yogyakarta tanggal Juli 1949. Barulah pada tanggal 28 Desember 1949, bendera pusaka diboyong ke Istana Merdeka.

Pengibaran Replika Bendera dari Tahun ke Tahun

Upacara kemerdekaan di Istana Negara dengan mengibarkan bendera pusaka hanya bertahan sampai tahun 1968. Setelah itu, setiap tahun upacara di Istana Negara selalu menggunakan bendera replika dengan alasan kondisi bendera pusaka yang telah lapuk. Sang Saka masih diikutsertakan dalam upacara namun hanya berada di kotak penyimpanan.

Ide pembuatan replika bendera merah putih muncul dari usulan Husein Mutahar yang saat itu bekerja di bawah naungan Kemendikbud. Hingga akhirnya pada tahun 1969 usulan itu dikabulkan oleh pemerintahan Soeharto. Meskipun hanya replika, namun Mutahar tetap ingin bendera merah putih melambangkan keagungan NKRI. Akhirnya Husein Mutahar memberikan persyaratan dalam pembuatan bendera replika pertama.

Persyaratan yang diajukan antara lain bendera replika harus terbuat dari benang sutra asli Indonesia dan menggunakan zat pewarna serta alat tenun tradisional. Karena warna tradisional yang diajukan tidak memenuhi kriteria warna merah bendera, akhirnya bendera terbuat dari benang Woll Inggris.

Duplikat Pertama Bendera Merah Putih. Sumber:3.bp.blogspot
Duplikat Pertama Bendera Merah Putih. Sumber:3.bp.blogspot

Setelah bendera duplikat pertama selalu dikibarkan ketika upacara kemerdekaan selama 16 tahun, Husein Mutahar kembali menyurati presiden Soeharto. Mutahar mengusulkan pembuatan duplikat kedua karena dirasa bendera duplikat pertama telah kusam.

Kemudian presiden Soeharto mengabulkan permintaan Mutahar dan segera melakukan pembuatan bendera duplikat yang kedua. Bendera duplikat kedua merupakan bendera yang paling lama berkibar di Istana Negara. Setidaknya selama 30 tahun, bendera duplikat kedua berkibar dari tahun 1985 hingga tahun 2014.

Tahun selanjutnya, tepatnya pada upacara kemerdekaan tahun 2015 telah menggunakan bendera replika ketiga. Duplikasi ketiga bendera Merah Putih sebenarnya telah dibuat sejak tahun 1995. Namun pada saat itu bendera tidak dikibarkan dan hanya disimpan karena bendera replika kedua dirasa masih layak untuk digunakan.

Dalam Upacara peringatan Detik-detik Proklamasi 17 Agustus 2015 tahun lalu, duplikat ketiga bendera pusaka dikibarkan pertama kali. Ini terlihat dari perbedaan warna bendera yang lebih terang dari tahun-tahun sebelumnya.



Sumber : detik.com
Sumber Gambar : detik.com

Pilih BanggaBangga29%
Pilih SedihSedih29%
Pilih SenangSenang29%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi14%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AGUSTINA SUMINAR

We write to taste life twice. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata