e-Warong, Solusi Penyaluran Bansos Digital, Tanpa Antre

e-Warong, Solusi Penyaluran Bansos Digital, Tanpa Antre
info gambar utama

Program Keluarga Harapan (PKH) yang telah menjadi program andalan dari Kementerian Sosial terus melakukan inovasi dengan tujuan efektifitas. Program yang berfokus menanggulangi kemiskinan dengan memberikan bantuan tunai kepada masyarakat yang tergolong Keluarga Sangat Miskin (KSM) ini, dijalankan sejak tahun 2007 dan telah terbukti mengikis angka kemiskinan. Buktinya, menurut data pada Desember 2015 lalu, sudah terdapat 400.000 keluarga sangat miskin (KSM) menjadi mandiri.

Pada tahun ini, inovasi dilakukan untuk penyaluran bantuan PKH dengan meluncurkan e-warong, yaitu elektronik warung gotong royong. E-Warong berupa kartu elektronik warung gotong royong atau voucher pangan bagi warga miskin yang diberikan kepada masyarakat yang terdaftar dalam PKH di berbagai daerah. Program ini merupakan sinergi Kementerian Sosial, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, dan Kementerian Komunikasi dan Infomatika.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan peluncuran program ini sebagai upaya pemerintah untuk menyalurkan bantuan sosial tanpa melalui transaksi tunai. Harapannya, bantuan sosial yang diberikan pemerintah dapat tepat jumlah, sasaran, dan kualitas.

Dengan transaksi nontunai diharapkan pula akses masyarakat ke perbankan menjadi semakin dekat. “Transaksi yang dilakukan ini zero cost atau tidak berbayar,” ujar Khofifah dalam acara pilot project peluncuran e-warong di Kampung Rawa, Jakarta, Kamis, 18 Agustus 2016.

Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, perubahan mekanisme itu untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga miskin sekaligus meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan penyaluran dana PKH agar tidak diselewengkan.
Selain itu, Khofifah juga menyebutkan, program layanan Elektronik Warung Kelompok Usaha Bersama (E-Warong KUBE) membuat penerima bantuan sosial tidak perlu mengantre lagi. Sehingga pembagian bantuan sosial tidak perlu lagi dilakukan secara langsung yang mengharuskan penerima bantuan PKH harus berkumpul dan mengantre.
Menurutnya, E-Warong KUBE itu sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo agar bantuan-bantuan sosial dikendalikan dalam bentuk nontunai sebab bisa dikonversikan dengan berbagai bahan kebutuhan pokok masyarakat.

Melalui layanan ini, ada empat item bantuan sosial yang bisa disinergikan, seperti pupuk, elpiji, beras dan program keluarga harapan. “Untuk itu di dalam e-voucher nantinya terbagi menjadi beberapa rekening, yaitu rekening raskin, rekening PKH yang mendapat bantuan tiga bulan sekali sekitar Rp300 ribu. Untuk e-voucher raskin hanya dapat ditukarkan dengan sembako dan tidak dapat diuangkan, akan tetapi untuk program PKH bisa diuangkan,” jelas Khofifah.


Kementerian Sosial telah menetapkan 74 kabupaten/kota sebagai proyek percontohan penyerahan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dari tunai menjadi nontunai. 300 e-Warong juga ditargetkan akan dibangun pada tahun ini. Dan jumlah 10 kali lipat diharapkan dapat dipenuhi pada tahun 2017 mendatang. Hingga saat ini, telah ada 14 e-Warong KUBE yang tersebar di Malang, Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Jakarta, Solo, Boyolali, dan Semarang

Sebanyak 612 ribu masyarakat yang masuk kategori Program Keluarga Harapan (PKH) telah diberikan layanan ini. Dan diharapkan pada tahun 2017, 3 juta penerima bantuan PKH bisa menikmati layanan e-warong.

Adapun Menteri BUMN Rini Soemarno menjelaskan program ini juga sinergi antara PT Telkom sebagai penyedia layanan internet, Perum Bulog sebagai penyalur kebutuhan pangan, dan Bank BUMN -Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BTN- sebagai penyedia layanan pembayaran dan penampung dana.

Syarat utama penerapan e-Warong adalah koneksi internet yang baik. Jika di wilayah pegunungan atau pedesaan yang belum ada jaringan internet, maka bantuan masih dilakukan manual atau penyaluran bansos dengan tunai. Untuk itulah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) siap mendukung program e-Warong ini.

“Kita memang dukung program e-Warong. Kalau sudah bicara salurkan bantuan ke seluruh Indonesia, siapa yang sinyalnya ada dari Sabang sampai Merauke? Silahkan jalan-jalan saja, pasti Telkom Group (termasuk Telkomsel) bukan? Bagaimana mau salurkan bantuan non tunai kalau tidak ada sinyal? Tentu Telkom Group siap dukung fasilitas telekomunikasinya,” tegas Direktur Enterprise dan Business Service Telkom Muhammad Awaluddin di Jakarta, Senin (22/8).

Selain itu, dengan e-warong, Menteri BUMN, Rini Soemarno berharap pemerintah dapat melakukan kontrol yang ketat akan kualitas bahan pangan seperti beras dan gula yang disuplai oleh Bulog. Sehingga, tidak ada lagi keluhan atas kualitas bahan pangan tersebut. Kemudian, dengan transaksi nontunai, di mana di dalam kartu tersebut terdapat wallet-wallet penggunaan dana, masyarakat diharapkan dapat bijaksana menggunakan bantuan sosial. “Mereka bisa menentukan mana yang lebih penting. Kami harapkan masyarakat bisa lebih sejahtera,” ujar Rini.



Sumber :

indotelko.com

katadata.co.id

okezone.com


Sumber Gambar :

clicksumsel.com/

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini