Siap-siap, Karapan Sapi Madura akan Diangkat Hollywood

Siap-siap, Karapan Sapi Madura akan Diangkat Hollywood

Siap-siap, Karapan Sapi Madura akan Diangkat Hollywood

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Sutradara muda Hollywood kelahiran Blitar, Jawa Timur, Livi Zheng, berencana membuat film tentang budaya Karapan Sapi di Pulau Madura. Ia mendatangi pulau berjuluk Pulau Garam itu untuk menyusun skenario film yang akan dibuatnya.

"Tadi saya sudah datang ke Sumenep melihat langsung Karapan Sapi di sana. Besok rencananya akan ke Bangkalan," kata Livi kepada wartawan di Gedung Grahadi Surabaya, Jawa Timur.

Livi Zheng | haiineola.com
Livi Zheng | haiineola.com

Livi mengatakan, ada kekhasan tersendiri pada kultur Madura dan Karapan Sapi-nya sehingga dia tertarik untuk mengangkatnya ke layar lebar. "Setelah melihat langsung ke Madura, nanti akan saya susun skenarionya dan itu butuh waktu berbulan-bulan. 2018 proses syuting, 2019 bisa diluncurkan," kata wanita muda mahir seni bela diri Wushu itu.

Dalam bayangannya, film tersebut nantinya bergenre action. Karena itu, Livi Zheng menggandeng aktor laga Yayan Ruhian sebagai penata laga. "Film ini nantinya digarap co-production bersama teman dari Amerika. Harapannya bisa masuk bioskop Amerika dan itu otomatis akan masuk juga di bioskop Indonesia," katanya.

Yayan, Gus Ipul, dan Livi | fleble.com
Yayan, Gus Ipul, dan Livi | fleble.com

Yayan yang sempat terlibat dalam beberapa film Hollywood, di antaranya "Star Wars Episode VII: The Force Awakens" mengungkapkan, aksi laga yang akan mewarnai film Karapan Sapi ini akan memasukkan karakter bela diri khas Madura.

Livi menjelaskan, film berlatar belakang kultur Madura ini adalah film pertama yang ia garap tentang Indonesia. Itu merupakan cita-citanya sejak awal tertarik di dunia perfilman. "Cuma karena S1 (sarjana Strata 1) saya di Amerika, maka pertama saya bikin film di Amerika," ujarnya.

“Kalau di Amerika untuk film lokal terlalu banyak saingan, jadi banyak banget saingannya, walau pun film lokal, apalagi kita sebagai pendatang, makanya jauh lebih sulit tingkat kesulitannya. Kita harus bikin film yang unik dan gak kalah dengan mereka,” lanjutnya.

Sementara itu Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf, mengapresiasi niat Livi Zheng yang ingin membuat film berlatar belakang budaya Jawa Timur, khususnya Madura. Melalui film ini diharapkan nilai dan semangat hidup masyarakat Madura bisa dijadikan inspirasi.

“Madura itu adalah salah satu sub kultur di Jawa Timur yang memiliki kekhasan. Di dalam masyarakat Madura banyak semangat-semangat kompetisi, semangat bertahan hidup, yang layak untuk dijadikan inspirasi. Maka itu saya mengapresiasi ketika Livi ingin mengangkat sesuatu yang merupakan bagian dari ikon masyarakat Madura yaitu Karapan Sapi untuk diangkat ke pentas internasional,” kata Saifullah Yusuf, Wakil Gunernur Jawa Timur.

Untuk diketahui, Livi Zheng mulai dikenal di pusat perfilman dunia, Hollywood, setelah memproduksi film Brush with Danger pada 2014 lalu. Film tersebut sempat masuk seleksi Oscar. Film terbaru garapannya yang akan tayang pada 2017 berjudul Insight. Film ini dimainkan oleh bintang Hollywood, seperti Tony Todd, John Savage.

Sukses ya, Livi !

Sumber : VOAIndonesia.com | Vivanews.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga75%
Pilih SedihSedih4%
Pilih SenangSenang4%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi11%
Pilih TerpukauTerpukau7%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Teater Satu Bawa Indonesia dalam Festival Teater Jepang Sebelummnya

Teater Satu Bawa Indonesia dalam Festival Teater Jepang

Tren Sepekan: STNK Becak, Embun Upas, dan Robot Wisuda Selanjutnya

Tren Sepekan: STNK Becak, Embun Upas, dan Robot Wisuda

Akhyari Hananto

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.