Belum Tayang di Tanah Air, Film tentang Ibu Jusuf Kalla Sudah Curi Hati Para Kurator-Kurator Festival Film Internasional

Belum Tayang di Tanah Air, Film tentang Ibu Jusuf Kalla Sudah Curi Hati Para Kurator-Kurator Festival Film Internasional
info gambar utama

Lagi-lagi film besutan Riri Riza sukses tembus pasar internasional. Film terbaru karyanya, Athirah akan tampil di tiga festival film Internasional berturut-turut, yakni Vancouver International Film Festival, Busan International Film Festival, serta Tokyo International Film Festival. Penayangan Athirah dijadwalkan ditayangkan di Vancouver International Film Festival pada tanggal 2 dan 3 Oktober 2016. Lalu, Athirah ditayangkan di Busan International Film yang berlangsung pada tanggal 6-15 Oktober 2016. Terakhir, Athirah mampir di Tokyo International Film Festival yang berlangsung pada tanggal 25 Oktober – 3 November 2016.

Namun, film yang belum tayang perdana ini telah mencuri hati para kurator-kurator festival film internasional. Konsultan program film Asia dalam festival film dunia, Phillip Cheah, memaparkan pada RollingStone Indonesia, “melalui emosi yang sepi menyayat hati, Athirah, istri pertama yang terabaikan menyingkap selubung di balik mitos perkawinan yang penuh cinta, pengabdian, dan penyerahan”. Sedangkan sang programer eksekutif film festival asal Korea, Busan International Film Festival memaparkan bahwa film Athirah ini sangat indah.

Dalam pernyataannya lewat rilis pers, Riri Riza menjelaskan bahwa Athirah (Emma / Mother ) ini merupakan sebuah penghargaan untuk para ibu dan merupakan sebuah film yang sangat spesial untuknya. Lalu, Mira Lesmana menambahkan bahwa membawa wajah Indonesia ke ajang festival film Internasional sangatlah penting.

Athirah merupakan film yang berfokus pada kehidupan tentang ibu dari Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Athirah. Athirah diangkat dari novel karya Alberthiene Endah. Buku tersebut berkisah tentang Athirah yang goyah ketika suaminya mengawini perempuan lain. Karena ia tak dapat menolah karena lingkup budaya yang ia harus junjung tinggi, Athirah harus berjuang sendiri membesarkan anak-anaknya dan mempertahankan keutuhan keluarganya setelah suaminya memutuskan untuk menikah dan melanjutkan hidup dengan istri keduanya. Namun, sang anak laki-laki tertuanya, Ucu (Jusuf Kalla), tak tahu kemana ia harus berpihak.

Film ini mengambil latar waktu 1950-1960an, dan mengambil gambar di beberapa lokasi di Makassar dan Kabupaten Sengkan, Wajo dan Kota Pare-pare, Sulawesi Selatan. Film ini dibintangi oleh Christoffer Nelwan, Nino Prabowo, Arwan Dewarti, serta Cut Mini yang berperan sebagai sang peran utama, Athiroh. Film ini akan ditayangkan di bioskop-bioskop tanah air mulai 29 September 2016.


Sumber : RollingStone Indonesia
Sumber Gambar Sampul : MilesFilms

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini