'Kunci Rumahku Pakai E-KTP' Buatan Anak Bangsa

'Kunci Rumahku Pakai E-KTP' Buatan Anak Bangsa

'Kunci Rumahku Pakai E-KTP' Buatan Anak Bangsa

Bagaimana ceritnya jika keamanan rumah tempat tinggal kita menggunakan e-KTP sebagai kunci rumah ? Ditangan dua siswa-siswi SMK, e-KTP pun kini berinovasi memiliki fungsi baru. Belum memiliki nama, Teknologi ini disebut dengan "Kunci Rumahku Pakai E-KTP"

Wildan Pangestu dan Ajizah Fathonah adalah siwa-siswi SMKN 2 Bandung. Keduanya sama-sama tergabung dalam kegiatan ekstrakulikuler Kelompok Ilmiah Remaja dan Robotika (KIRR). Karya ini tercipta dari inspirasi kunci kamar hotel yang memakai kartu. Diikutsertakan dalam Festival Inovasi Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) SMK tingkat nasional 2016, karya ini berhasil masuk 15 besar dengan saingan 500 pendaftar.

Sederhana, teknologi yang digunakan untuk produk tersebut hanya e-KTP yang terdaftar dalam alat yang dapat digunakan. Alat tersebut dipasang di pintu. Arduino Uno adalah otak dari teknologi tersebut. Dihubungkan dengan perangkat lunak open source yang dapat dengan mudah dicari secara bebas. Perangkat lunak itulah yang nantinya membaca nomor yang terekam dalam chip e-KTP. Kunci e-KTP tersebut beroperasi dengan tegangan listrik VDC untuk Arduino Uno 5 volt dan alarm selenoid 12 volt. Menggunakan pula elektrikal selenoid door locker yang kuat, aman serta menggunakan pembaca RFID tyne RC522 dengan frekuensi 13,56 MHz.

Dilengkapi dengan sistem alarm, sehingga akan menyala jika e-KTP yang tidak terdaftar. Namun ada batasan penggunaan e-KTP dalam satu produk, yaitu hanya 20 buah.

"Kami ingin alarm sirine itu terhubung ke petugas keamanan lingkungan rumah sehingga dapat cepat tanggap saat sirine berbunyi," ujar Wildan

Dengan mendekatkan e-KTP ke LCD yang dipasang. Pintu terbuka dan tertutup otomatis setelah dibiarkan selama 5 detik. Cukup mudah kan ?

Kedepannya, Wildan berharap supaya alat itu dapat menghubungkan kunci pintu ke smartphone pemilik rumah. Inovasi lanjutan tersebut masih dalam rancangan.

Ajizah mengatakan, sekitar Rp 1 juta untuk biaya alat sekaligus pemasangannya. Namun ada beberapa yang harus diperbarui seperti daya, karena masih menggunakan baterai berdaya kecil.



Sumber : www.pikiran-rakyat.com
Sumber Gambar Sampul :

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Kalau rindu berbahasa Jawa di Australia, Kunjungi saja restoran ini Sebelummnya

Kalau rindu berbahasa Jawa di Australia, Kunjungi saja restoran ini

Mercusuar Yang Ada Sejak 1806 Selanjutnya

Mercusuar Yang Ada Sejak 1806

Huda Faridha
@faridhahuda

Huda Faridha

Mulai dari diri sendiri

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.